Kamis, 22 Oktober 2026
Peringatan St. Yohanes Paulus II, Paus
Yohanes 21:15–17
“Jangan takut!”
Kata-kata ini termasuk pesan St. Yohanes Paulus II yang paling dikenang pada awal masa kepausannya. Pesan itu terus berbicara kepada kita hingga hari ini. Banyak dari kita masih mengingat masa kepausannya dan bagaimana ia membawa Gereja semakin dekat dengan orang-orang dari berbagai kalangan, terutama kaum muda.
Dari perjalanan hidupnya, kita tahu bahwa ia menghadapi banyak kesulitan di Polandia, terutama selama masa pendudukan Nazi dan pemerintahan komunis. Namun, pengalaman-pengalaman berat itu tidak menghancurkan imannya. Di tengah penderitaan dan ketidakpastian, ia tetap percaya kepada Allah. Imannya memberinya keberanian untuk memimpin Gereja dan mewartakan Injil tanpa rasa takut.
Salah satu hal indah dalam masa kepausannya adalah kasihnya yang istimewa kepada kaum muda. Ia menyadari bahwa kaum muda bukan hanya masa depan Gereja, tetapi juga bagian penting dari Gereja saat ini. Ia mendorong mereka untuk berani dalam iman dan mengikuti Kristus dengan sepenuh hati.
St. Yohanes Paulus II juga berbicara dengan berani tentang martabat manusia, keluarga, dan kesucian hidup. Tema-tema ini dapat kita temukan dalam ensiklik dan berbagai dokumen Gereja yang ditulisnya. Komitmennya terhadap nilai-nilai tersebut bukan sekadar pengajaran, tetapi juga wujud kasihnya kepada umat Allah.
Dalam Injil hari ini, Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Setiap kali Petrus menjawab, Yesus mempercayakan kepadanya tugas untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Dengan caranya sendiri, St. Yohanes Paulus II menghidupi perutusan ini. Ia membela martabat manusia, menguatkan keluarga, merangkul kaum muda, dan membimbing umat beriman kepada Kristus, Sang Gembala Baik.
Saudara-saudari terkasih, kita bersyukur kepada Tuhan atas anugerah St. Yohanes Paulus II dan pengaruh besar yang ia berikan kepada Gereja. Melalui hidup dan kesaksiannya, ia mengingatkan kita bahwa di tengah penderitaan dan kesulitan, kita tetap dapat percaya kepada Allah dan menemukan harapan dalam Yesus.
Semoga teladannya menginspirasi kita untuk menghidupi iman dengan berani, mengasihi umat Allah dengan sepenuh hati, dan tidak pernah takut mengikuti Kristus.
“Tuhan, melalui teladan St. Yohanes Paulus II, ajarilah kami untuk percaya kepada-Mu di tengah kesulitan, saling memelihara dengan kasih, dan mewartakan Injil dengan berani. Semoga kami selalu dekat dengan Yesus, Sang Gembala Baik. St. Yohanes Paulus II, doakanlah kami. Amin.”
Rm. EL.OP
