PenaKatolik.Com | Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik II Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi berakhir pada Sabtu (17/10/2026). Kota Pontianak meraih juara pertama dalam dua kategori lomba, yakni Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK) dan Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), sedangkan Kabupaten Sanggau menjadi juara pertama kategori Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP).
Namun, di balik hasil perlombaan tersebut, PESPARANI membawa pesan yang lebih luas: memperkuat iman, merawat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
Rangkaian hari terakhir diawali dengan Misa Penutupan pukul 08.00 WIB di Aula Magna, Gedung Pasifikus Bos, Pontianak. Perayaan Ekaristi ini menjadi ungkapan syukur atas seluruh proses penyelenggaraan yang melibatkan peserta dari berbagai kontingen, pendamping, panitia, tamu undangan, dan umat Katolik.
Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan penutupan resmi pukul 10.00 WIB. Sejumlah tokoh menyampaikan sambutan, di antaranya Ketua LP3KD Kalimantan Barat, Junaidi; Ketua Panitia PESPARANI Katolik II Kalbar 2026, Maskendari; serta Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak, RD. Alexius Alex, yang mewakili Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak. Sambutan Gubernur Kalimantan Barat disampaikan oleh Yohanes Budiman, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat.
Bukan Sekadar Perlombaan
Ketua Panitia Maskendari menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri, relawan, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, Gereja Katolik, serta semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan PESPARANI.
Dia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi kehidupan iman umat, bukan hanya selama perlombaan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga penyelenggaraan Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026 memberikan dampak bagi peningkatan dan penghayatan kehidupan iman Katolik, dan menjadi berkat bagi kita semua,” kata Maskendari.
Menurutnya, pengalaman selama persiapan hingga pelaksanaan merupakan bagian penting dari proses pembinaan. Latihan bersama, membangun kekompakan, dan melayani dalam kepanitiaan menjadi kesempatan bagi umat untuk mengembangkan kebersamaan sekaligus menghayati iman.
Pesparani, dengan demikian, tidak berhenti pada penampilan di atas panggung atau hasil penilaian dewan juri. Nilai kegiatan ini juga terletak pada proses yang mempertemukan umat dari berbagai daerah dalam semangat pelayanan.
Menjaga Kekompakan dan Persaudaraan
Dalam sambutannya, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak, RD. Alexius Alex, yang mewakili Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, mengajak umat untuk menjaga kekompakan sebagai satu keluarga besar Gereja Katolik.
Dia menekankan bahwa PESPARANI memiliki makna lebih luas daripada kompetisi paduan suara. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman, membangun persaudaraan, memelihara kebersamaan, dan memperbarui semangat pelayanan.
Melalui nyanyian dan musik liturgi, umat diajak untuk mengambil bagian dalam kehidupan Gereja sesuai dengan karunia masing-masing. Setiap suara memiliki peran dalam membangun harmoni, sebagaimana setiap orang memiliki bagian dalam kehidupan menggereja.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan PESPARANI sebagai ruang perjumpaan umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk saling mengenal, mempererat hubungan, dan bertumbuh bersama dalam iman.
Sementara itu, sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang disampaikan Yohanes Budiman menyoroti kontribusi kegiatan keagamaan dalam menjaga kerukunan dan toleransi. PESPARANI dinilai turut mendukung penguatan persatuan masyarakat Kalimantan Barat di tengah keberagaman.
Pontianak Raih Dua Gelar Juara Pertama
Pada acara penutupan, panitia mengumumkan hasil perlombaan dari tiga kategori yang dipertandingkan dalam PESPARANI Katolik II Kalbar 2026.
Dalam kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Kota Pontianak meraih juara pertama. Kabupaten Kapuas Hulu menempati posisi kedua, disusul Kabupaten Sintang di posisi ketiga.
Pada kategori Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP), Kabupaten Sanggau keluar sebagai juara pertama. Kota Pontianak meraih juara kedua, sedangkan Kabupaten Melawi menempati posisi ketiga.
Adapun dalam kategori Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), Kota Pontianak kembali meraih juara pertama. Kabupaten Melawi berada di posisi kedua dan Kabupaten Kapuas Hulu meraih juara ketiga.
Berikut hasil lengkap perlombaan:
1. Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK)
- Juara I: Kota Pontianak
- Juara II: Kabupaten Kapuas Hulu
- Juara III: Kabupaten Sintang
2. Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP)
- Juara I: Kabupaten Sanggau
- Juara II: Kota Pontianak
- Juara III: Kabupaten Melawi
3. Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW)
- Juara I: Kota Pontianak
- Juara II: Kabupaten Melawi
- Juara III: Kabupaten Kapuas Hulu
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas persiapan, kerja keras, dan penampilan setiap kontingen. Prestasi yang diraih sekaligus menjadi bagian dari sukacita bersama dalam perayaan iman melalui seni suara.
Peraih Juara Pertama Bersiap Menuju Pesparani Nasional
PESPARANI Katolik II Kalbar 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju ajang nasional yang dijadwalkan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 2027.
Maskendari menjelaskan bahwa para peraih juara pertama PESPARANI Katolik II Kalbar 2026 bersama para peraih juara pertama PESPARANI Katolik I Kalbar 2026 akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam PESPARANI Nasional 2027.
“Seluruh Juara I dari Pesparani Katolik II Kalbar 2026 dan Juara I Pesparani Katolik I Kalbar 2026 akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat pada ajang Pesparani Nasional yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada 2027 mendatang,” kata Maskendari.
Kesempatan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi para peserta terpilih. Persiapan yang berkelanjutan diharapkan membantu mereka meningkatkan kemampuan dan membawa nama Kalimantan Barat dalam perjumpaan umat Katolik di tingkat nasional.
Cor Unum et Anima Una: Satu Hati, Satu Jiwa
Bagi Maskendari, keberhasilan PESPARANI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh gelar juara. Terpeliharanya persaudaraan, kebersamaan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Gereja juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan ini.
“Pesparani bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama merawat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Pesan itu menjadi ajakan agar semangat PESPARANI tidak berakhir bersama penutupan acara. Persaudaraan yang tumbuh selama kegiatan diharapkan berlanjut dalam pelayanan di lingkungan Gereja, keluarga, dan masyarakat.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, PESPARANI Katolik II Kalimantan Barat 2026 meninggalkan lebih dari sekadar daftar pemenang. Perjumpaan, kerja sama, dan pengalaman melayani menjadi bagian dari buah yang diharapkan terus berkembang dalam kehidupan umat.
Semangat tersebut terangkum dalam semboyan Cor Unum et Anima Una—satu hati, satu jiwa. Perbedaan asal daerah, kemampuan, dan peran tidak menghalangi umat untuk berjalan bersama dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan.*(Samuel).



