Senin, 19 Oktober 2026
Lukas 12:13–21
Kadang-kadang kita membuat banyak rencana untuk hidup kita. Kita mempersiapkan segala sesuatu dengan terperinci, dan berpikir bahwa semuanya dapat terlaksana sesuai dengan perhitungan kita. Tidak ada yang salah dengan membuat rencana. Bahkan, rencana membantu kita menjalani hidup dengan teratur dan berusaha meraih masa depan yang lebih baik. Namun, kita juga perlu ingat bahwa rencana jangan sampai membatasi kita. Kita perlu berani menghadapi kenyataan dan menerima bahwa segala sesuatu tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan. Kita membuat rencana, tetapi kadang-kadang Tuhan memiliki cara lain untuk menuntun kita.
Injil hari ini mengajak kita untuk merenung. Orang kaya itu merasa telah mempersiapkan segala sesuatu sesuai rencananya, tetapi ia melupakan satu hal penting: hidupnya tidak berada sepenuhnya di tangannya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun mungkin merasa bahwa segala sesuatu berada dalam kendali kita. Kita menentukan apa yang akan dilakukan, ke mana kita pergi, dan bagaimana kita melangkah ke depan. Namun, pada akhirnya, kita bukanlah penentu terakhir atas hidup kita. Kita perlu ingat bahwa hidup adalah anugerah dari Tuhan, yang mengetahui apa yang tidak dapat kita lihat.
Saudara-saudari terkasih, sekali lagi kita diajak untuk menyadari bahwa membuat rencana itu baik. Namun, kita perlu tetap rendah hati dan mengakui bahwa rencana kita tidak selalu sama dengan rencana Tuhan. Kita perlu bekerja keras dan berdoa, bukan dengan kesombongan atas kemampuan sendiri, melainkan dengan kesadaran bahwa kita membutuhkan tuntunan Tuhan dalam segala sesuatu yang kita lakukan.
Marilah kita membuat rencana, melakukan yang terbaik, dan membiarkan Tuhan berjalan bersama kita dalam setiap langkah. Maka, bahkan ketika sesuatu tidak terjadi seperti yang kita harapkan, kita dapat belajar untuk percaya kepada-Nya dan akhirnya berkata, “Tuhan, sungguh indah rencana-Mu bagiku.”
Doa:
“Tuhan, bantulah kami membuat rencana dengan bijaksana dan rendah hati. Ajarlah kami untuk percaya pada kehendak-Mu, terutama ketika hidup berjalan ke arah yang tidak kami duga. Tuntunlah langkah kami dan bantulah kami mengingat bahwa hidup kami selalu berada dalam tangan-Mu yang penuh kasih. Amin.”
Rm. EL.OP



