Romo David Buntoro SCJ, Imam Muda Dehonian yang Kini Menjadi Pendoa bagi Misi
Rasa sedih setelah kepergian Romo Dhani SCJ masih terasa. Air mata untuk melepas kepergiannya pun belum mengering. Kini, kabar duka kembali datang: Romo David Buntoro SCJ, imam muda Dehonian, telah dipanggil Tuhan.
Informasi mengenai kepergian Romo David disampaikan oleh Romo Petrus Santoso SCJ dari Martino Capelli Formation House, Macau. Mengutip pesan Pater Provinsial kepada para konfrater, Romo Petrus menulis:
“Berita mengejutkan dan menyedihkan dari Timika. Romo David ditemukan meninggal saat berenang di Timika. Rencana akan segera dibawa ke Palembang/Lampung. Kita satukan dalam doa.”
Ajakan untuk bersatu dalam doa itu mengingatkan Romo Petrus pada keluarga dan para konfrater yang juga sedang berduka. Romo Annes SCJ, yang kini berkarya di Paroki Santo Stefanus Cilandak, kehilangan kakaknya. Romo Suradi SCJ kehilangan keponakannya. Sementara itu, keluarga besar SCJ kehilangan seorang saudara, seorang imam Dehonian yang masih muda.
Dalam kenangannya, Romo Petrus menggambarkan Romo David sebagai pribadi yang sederhana dan ceria. Senyum dan sapaan hangat selalu hadir dalam setiap perjumpaan. Sebelum berangkat bermisi bersama para Dehonian lainnya di Papua, Romo David pernah menuliskan refleksi mendalam setelah menjalani masa pengolahan.
“Di tanah misi, hidupmu berakhir. Persembahan yang total. Perjalanan imamatmu sudah dinilai cukup oleh Tuhan. Dan sekarang, Romo menjadi pendoa untuk karya misi para Dehonian,” tulis Romo Petrus dalam refleksinya.
Bagi Romo Petrus, kepergian Romo David meninggalkan duka sekaligus kenangan akan hidup yang dipersembahkan bagi Tuhan dan misi. Ia mengajak para konfrater dan semua yang mengenal Romo David untuk menyatukan hati dalam doa.
“Selamat jalan, Romo. RIP,” tulisnya.
Disusun berdasarkan informasi dan refleksi Romo Petrus Santoso SCJ
Martino Capelli Formation House, Macau
17 Oktober 2026



