ROMA, Pena Katolik – Satu abad setelah Paus Pius XI menetapkan Hari Minggu Misi Sedunia, Gereja Katolik mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan di wilayah-wilayah misi, melonjak dari kurang dari 10 juta umat menjadi hampir 347 juta jiwa.
Berdasarkan data dari situs Domund100.es yang dikelola oleh Serikat Misi Kepausan (Pontifical Mission Societies) Spanyol, pada tahun 1925 Gereja baru memiliki 297 keuskupan misi, yang beberapa di antaranya mencakup wilayah seluas satu negara penuh.
Pada masa itu, jumlah umat Katolik di tanah misi tercatat sebanyak 9.645.173 jiwa atau sekitar 1,68% dari total populasi setempat. Satu abad kemudian, jumlah umat Katolik di wilayah-wilayah tersebut melesat hingga mencapai 346.644.968 jiwa, yang merepresentasikan 8,6% dari populasi.
Penyebaran Injil yang pesat ini tidak lepas dari dedikasi puluhan ribu imam projo (diosesan) serta biarawan dan biarawati yang merespons panggilan untuk “pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk.”
Seratus tahun lalu, jumlah misionaris di tanah misi tercatat kurang dari 10.000 imam, sekitar 2.300 biarawan, dan lebih dari 20.000 biarawati. Saat ini, angka tersebut telah berkembang pesat menjadi lebih dari 100.000 imam, 76.000 biarawan, dan lebih dari 200.000 biarawati.
Karya evangelisasi Gereja ini juga terwujud dalam pencapaian konkrit di tengah masyarakat. Sebagai contoh, jumlah paroki berkembang drastis dari 627 paroki menjadi lebih dari 41.000 paroki dalam kurun waktu satu abad.
Meskipun tidak ada catatan pasti dari abad lalu mengenai lembaga pendidikan maupun sosial—seperti rumah sakit, panti asuhan, dan panti jompo—yang didirikan Gereja di wilayah-wilayah tersebut, perbandingan selama 50 tahun terakhir menunjukkan angka yang mengagumkan: jumlah sekolah meningkat dari kurang dari 50.000 menjadi hampir 125.000 unit, sementara lembaga sosial melonjak dari 12.000 menjadi lebih dari 26.000 lembaga.
Secara rata-rata setiap harinya selama 100 tahun terakhir di tanah misi, Gereja mencatat lebih dari 9.000 orang menjadi Katolik, dua tahbisan imam baru, lima wanita mengikrarkan kaul sebagai biarawati, serta pembangunan satu gereja paroki dan tiga sekolah baru.
Keuskupan Misi
Saat ini, Serikat Misi Kepausan menyokong 1.133 keuskupan misi. Keuskupan-keuskupan ini merupakan wilayah yang—setelah warta Injil pertama kali diwartakan—belum memiliki sumber daya mandiri yang cukup untuk menopang pelayanannya, sehingga masih bergantung pada Dikasteri untuk Evangelisasi.
Keuskupan misi yang mewakili sepertiga dari total keseluruhan Gereja Katolik ini tersebar di 138 negara, mencakup hampir seluruh wilayah Afrika dan Asia (terkecuali Filipina), Oseania (terkecuali Australia), serta kawasan Amazon di Benua Amerika.
Mengingat dua pertiga populasi dunia hidup di wilayah-wilayah tersebut dan melihat pesatnya pertumbuhan iman Katolik di sana, wajah Gereja secara global kini perlahan mengalami perubahan. Saat ini, 22 dari setiap 100 umat Katolik di dunia berasal dari Afrika, berbanding jauh dengan 40 tahun lalu ketika umat Katolik Afrika hanya mewakili sekitar 7% dari populasi Katolik global.



