Jumat, 9 Oktober 2026
Pesta Santo Ludovikus Bertrandus, Imam
Pelindung para Novis Dominikan
Lukas 11:15–26
Dalam pelayanan doa pembebasan, setelah seseorang dibebaskan dari gangguan roh jahat, imam biasanya memohon agar Tuhan melindunginya dan memenuhi dirinya dengan Roh Kudus. Namun, orang yang menerima pelayanan ini juga perlu memelihara kehidupan doa yang tekun. Pelayanan tersebut tidak berhenti pada saat doa selesai, tetapi berlanjut melalui pendampingan agar ia semakin bertumbuh dalam iman dan hidup dalam rahmat Allah.
Dalam Injil hari ini, Yesus menggambarkan roh jahat yang kembali dan mendapati rumah yang telah disapu bersih serta tertata rapi. Roh itu kemudian membawa tujuh roh lain yang lebih jahat daripada dirinya. Sabda ini mengingatkan kita bahwa menjauhkan diri dari dosa saja belum cukup. Kita juga perlu membiarkan Allah memenuhi hati kita dan menjadi pusat seluruh kehidupan kita.
Terkadang, kehidupan rohani kita menjadi suam-suam kuku. Ketika merasa bahwa segala sesuatu sudah berjalan baik, kita perlahan mengabaikan hubungan dengan Tuhan. Jika kita melalaikan doa dan tidak lagi memelihara iman, kita menjadi lebih mudah menyerah pada godaan.
Injil kemarin mengajak kita untuk meminta, mencari, dan mengetuk. Hari ini, Yesus mengingatkan bahwa doa bukan hanya permohonan akan kebutuhan kita, melainkan juga persekutuan dengan Allah yang perlu terus dipelihara.
Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, marilah senantiasa berpaling kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan. Tanpa pertolongan rahmat-Nya, kita tidak mampu tetap teguh dalam iman. Bertekunlah dalam doa, hiduplah dari rahmat sakramen, dan bukalah hati bagi karya Roh Kudus, agar kita semakin mampu mengenali serta melaksanakan kehendak Allah.
Tuhan, bantulah kami agar tetap setia dan tekun dalam doa. Penuhilah hati kami dengan kehadiran-Mu. Semoga Roh Kudus membimbing kami untuk menjauhi dosa dan senantiasa hidup menurut kehendak-Mu. Amin.
Rm. EL, OP



