Suster Dominikan Hawthorne Raih Penghargaan Pro-Life Tahun 2027 dari Pusat Etika Universitas Notre Dame

NEW YORK, Pena Katolik – Pusat Etika dan Kebudayaan de Nicola di Universitas Notre Dame mengumumkan bahwa penghargaan Evangelium Vitae Medal tahun 2027 dianugerahkan kepada Suster-Suster Dominikan Hawthorne (Dominican Sisters of Hawthorne). Penghargaan ini diberikan atas dedikasi mereka selama lebih dari satu abad dalam melayani masyarakat miskin dan para penderita sakit parah yang berada di akhir hayat dengan penuh kasih dan kebenaran.

Penghargaan tahunan ke-16 ini rencananya akan diserahkan secara resmi kepada Pemimpin Umum Kongregasi, Suster Marie Edward, O.P., dalam Misa kudus dan perjamuan khusus di kampus Universitas Notre Dame pada 24 April 2027.

Kongregasi yang berpusat di Hawthorne, New York ini didirikan pada tahun 1900 oleh Ibu Mary Alphonsa—terlahir dengan nama Rose Hawthorne, putri dari novelis ternama Amerika Serikat, Nathaniel Hawthorne. Para suster di kongregasi ini memfokuskan pelayanan mereka untuk merawat kaum pria dan wanita kurang mampu yang menderita kanker stadium akhir. Ibu Mary Alphonsa sendiri telah dinyatakan sebagai Venerabilis (Yang Terhormat) oleh Paus Fransiskus pada tahun 2024.

Rektor Universitas Notre Dame, Pastor Robert Dowd, CSC, menyatakan bahwa karya para suster tersebut memancarkan kemurahan hati Allah secara nyata. Melalui pelayanan langsung kepada kaum miskin, para suster dinilai terus memproklamasikan Injil Kehidupan serta menghidupi perintah Kristus untuk merawat yang sakit dan memberi perlindungan bagi yang membutuhkan. Pelayanan ini sekaligus menegaskan martabat kodrati setiap manusia tanpa memandang status sosial maupun pencapaian duniawi.

Direktur Pusat Etika de Nicola, Jennifer Newsome Martin, turut memuji para suster sebagai teladan nyata dari kasih Kristiani dalam tindakan. Ia menyebut kehadiran para suster sebagai tanda kontra-kebudayaan yang membantu membangun peradaban kebenaran dan kasih.

Penghargaan Evangelium Vitae Medal sendiri diberikan setiap tahun pada Respect Life Sunday. Nama penghargaan ini diambil dari ensiklik terkenal karya Paus Santo Yohanes Paulus II tahun 1995, Evangelium Vitae, yang menegaskan martabat luhur kehidupan manusia serta pentingnya melindungi kaum yang paling rentan.

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini