Pada Peringatan 100 Tahun Ordo Salib Suci di Indonesia, Uskup  Sibolga Tekankan Spiritualitas Menembus Batas

MEDAN, Pena Katolik – Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, memimpin Misa Pesta Hari Raya Pemuliaan Salib Suci Regio Medan di Gedung Catholic Centre Medan, Senin (14/9/2026). Perayaan yang dihimpun dalam rangka peringatan 100 Tahun Ordo Salib Suci (OSC) berkarya di Indonesia ini dihadiri sekitar 500 umat Katolik dari tiga paroki karya OSC di Keuskupan Agung Medan.

Dalam homilinya, Mgr. Frans menekankan bahwa penghayatan atas Peninggian Salib Suci merupakan merayakan wujud cinta kasih Allah yang terbesar serta sumber kekuatan keselamatan bagi umat manusia. Uskup kelahiran Tebing Tinggi ini secara khusus menggarisbawahi pentingnya menghidupi spiritualitas salib yang berpusat pada pengorbanan dan keberanian untuk “menembus batas.”

Mgr. Frans mengingatkan bahwa makna salib Kristus hadir untuk melintasi tembok kebencian, egoisme pribadi, dan rasa dendam dengan menawarkan pengampunan. Umat diajak untuk melangkah keluar dari budaya rasa aman dan meruntuhkan pertentangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Hari ini kita mau berjanji kepada diri kita mau mengamini bahwa salib membuat kita berani untuk berkorban, makin berani bersaksi tentang salib itu sendiri,” tegas Mgr. Frans. Beliau menyerukan agar seluruh umat yang digembalakan para Pastor OSC terus berani memikul salib kehidupan dan menjadikannya landasan nyata dalam melayani sesama.

Perayaan pesta ini dipadati sekitar 500-an Umat Katolik dari 3 paroki karya pelayanan para Pastor OSC: Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Paroki Santo Joseph Tebing Tinggi dan Kuasi Paroki Santo Agustinus Sei Rampah.

Seabad OSC

Ketua Regio OSC Keuskupan Agung Medan (KAM), Romo Bernardus Yusa Bimo Hanto, OSC menyampaikan menyampaikan terima kasih atas setia, pengorbanan dan pelayanan saudara-saudara di Paroki Tanjung Selamat, Tebing Tinggi dan Sei Rampah serta dan karya pelayanan di KAM. Pada pesta salib suci ini, para Crosier diingatkan, bahwa salib adalah kekuatan untuk melangkah dan menembus batas.

“Mari kita berkarya dengan hati gembira dan tetap setia pada kharisma OSC hidup bersama liturgi dan karya kerasulan. Dalam rangka 100 tahun OSC di Indonesia, kita semua ditantang jangan hanya mempertahankan yang sudah ada. Tetapi, beranilah mencari yang baru, menjangkau yang belum tersentuh dan menghadirkan Kristus dengan cara yang semakin relevan,” ucapnya.

Romo Yusa menyampaikan pesan dari Provinsial OSC, setelah 100 tahun ini, batas apa yang masih berani ditembus demi Kristus dan keselamatan manusia. Perayaan seabad OSC ini menjadi tanda kemenangan, dan refleksi bersama Salib Tuhan.

“Ini menjadi refleksi kita bersama Salib Tuhan sebagai tanda kemenangan. Ia menyalakan arti cinta kita bagi Tuhan dan sesama,” ujar Romo Yusa.

Vikaris Episkopal Pro Religius, Pastor Joseph Lesta S.Pandia OFMConv dan Vikaris Episkopal Pastoral, Pastor Serafin Dani Sanusi OSC turut mendampingi Uskup Sibolga memimpin perayaan misa. Tampak turut juga dalam barisan Imam Konselebran, ketiga Pastor Paroki OSC KAM: Pastor Aaron Taogo’aro Waruwu, OSC (Tanjung Selamat),Pastor Petrus Umar Sumardi, OSC (Tebing Tinggi) dan Pastor Bernardus Yusa Bimo Hanto, OSC (Sei Rampah) beserta belasan imam lainnya.

Komentar

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini