PALEMBANG, Pena Katolik — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sumatera Selatan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) sukses menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) XI pada 25–27 September 2026 di Rumah Retret Giri Nugraha, Palembang. Melalui proses pemungutan suara dalam perhelatan lima tahunan tersebut, Lusia Hendarti resmi terpilih sebagai Ketua Presidium DPD WKRI Sumatera Selatan masa bakti 2026–2031. Ia didampingi oleh Aurelia Rosita sebagai Anggota Presidium 1 dan Valentina Sriati Lisawati sebagai Anggota Presidium 2.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Presidium I DPP WKRI, Lucy Willar, dan diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAPal sekaligus Moderator WKRI KAPal, Pastor Yohanes Kristianto. Konferda XI ini dihadiri sekitar 100 utusan dan peninjau dari seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) serta Ranting di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Mengusung tema “Wanita Katolik RI DPD Sumatera Selatan Berperan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”, musyawarah tertinggi tingkat daerah ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan arah strategis dan penguatan kepemimpinan organisasi.
Dalam khotbahnya, Rm. Yohanes Kristianto mengingatkan pentingnya peran aktif organisasi di tengah tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa WKRI bukan sekadar penonton atau hanya sibuk di sekitar altar, melainkan harus hadir menjadi solusi dan bagian dari penyembuhan luka-luka masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Presidium DPD WKRI Sumsel demisioner, Theresia Yuni Astuti, menjelaskan bahwa tema yang diusung merespons dinamika sosial di tingkat daerah maupun nasional. Ia menyampaikan bahwa sejak awal bertumbuh, Wanita Katolik RI senantiasa memberi perhatian khusus kepada masyarakat yang lemah dan terpinggirkan. Konferda ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum untuk mempertegas komitmen menghadirkan keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan bagi semua元素 masyarakat dalam bingkai NKRI.
Pada kesempatan yang sama, Lucy Willar turut mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan acara yang dinilainya sebagai bukti berjalannya机制 kaderisasi organisasi secara sehat. Ia menyoroti tiga agenda pokok Konferda yang diamanatkan AD/ART 2023, yakni penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), penyusunan Rencana Kerja Lima Tahun, dan suksesi kepemimpinan. Selain agenda internal, Konferda XI diisi dengan pembekalan materi penunjang berupa peneguhan spiritualitas serta pemaparan materi strategis dari DPP WKRI dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan. Rangkaian acara ini juga didukung oleh tradisi Safari Ekaristi bulanan yang telah digelar sejak Desember 2025 hingga Agustus 2026, serta skema pendanaan gotong royong antar-cabang.
Terpilihnya kepengurusan baru disambut hangat oleh seluruh peserta. Ellis, perwakilan peserta dari Paroki St. Petrus Kenten, turut menyampaikan terima kasih atas pengabdian pengurus periode sebelumnya serta mengucapkan selamat berkarya bagi pengurus baru yang terpilih. Melalui kepengurusan periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Lusia Hendarti, DPD WKRI Sumatera Selatan diharapkan semakin solid, adaptif, serta memberikan dampak nyata bagi Gereja, masyarakat, dan Bangsa. (daris)
