LOURDES, Pena Katolik— Bapa Suci Paus Leo XIV dijadwalkan tiba di Lourdes pada Sabtu malam, 26 September 2026, sebagai bagian dari perjalanan apostolik empat hari di Prancis. Kedatangan ini menandai kunjungan resmi kepausan pertama ke Prancis sejak 2008, sekaligus memicu antusiasme besar dari para peziarah, warga lokal, hingga para pemilik usaha di kota ziarah terkenal tersebut.
Meskipun Lourdes hanya berpenduduk sekitar 10.000 jiwa, kota ini memiliki konsentrasi hotel tertinggi di Prancis setelah Paris. Pemilik rantai hotel terbesar di Lourdes, Patrick Vinuales, menyampaikan bahwa jumlah peziarah yang biasanya berkisar 20.000 orang melonjak drastis hingga diperkirakan mencapai 150.000 orang untuk Misa Hari Minggu, dengan total akumulasi kunjungan mencapai hampir seperempat juta orang sepanjang akhir pekan.
Atmosfer kemeriahan dan persaingan bisnis mewarnai persiapan kedatangan Pemimpin Gereja Katolik Dunia tersebut. Pemilik Grand Hôtel Moderne, Joseph Tedesco, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan dari para peziarah mandiri membuat banyak pemilik hotel menyesuaikan tarif mereka.
Selain itu, pengetatan keamanan di area utama sanctuary mewajibkan setiap pengunjung melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket masuk, serta pembatasan akses kendaraan di beberapa zona merah. Kunjungan Bapa Suci ini memiliki makna historis tersendiri bagi kota yang terkenal dengan penyembuhan ajaib sejak penampakan Bunda Maria kepada St. Bernadette Soubirous pada tahun 1858 tersebut, melanjutkan jejak kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1983 dan 2004 serta Paus Benediktus XVI pada tahun 2007.
Uskup Tarbes dan Lourdes, Mgr. Jean-Marc Micas, menegaskan bahwa kedatangan Penerus Tahta Santu Petrus ini bertujuannya utama untuk meneguhkan iman umat Katolik serta menyampaikan pesan perdamaian bagi masyarakat secara luas. Selama berada di Lourdes, Paus Leo XIV dijadwalkan berdoa di gua penampakan (grotto), memimpin prosesi lilin, memimpin Misa Kudus, serta menemui para Uskup Konferensi Waligereja Prancis.
Bapa Suci juga akan menyapa para staf dan peziarah yang sakit di rumah sakit Accueil Notre Dame, serta menggelar pertemuan tertutup dengan tujuh korban penyalahgunaan seksual di lingkungan Gereja sebagai bentuk komitmen nyata penanganan masalah tersebut.
Kedatangan Paus turut memicu lonjakan pendaftaran pada kelompok-kelompok ziarah keagamaan, termasuk membawa gelombang peziarah muda yang kian meningkat. Para penyelenggara ziarah dan pemilik toko suvenir lokal merasakan dampak ekonomi yang sangat positif setelah sempat mengalami penurunan kunjungan pertengahan musim akibat banyak peziarah yang sengaja mengundurkan jadwal perjalanan mereka agar bertepatan dengan agenda kepausan.
Momentum historis ini tidak hanya menggerakkan roda perekonomian Lourdes, tetapi juga menyalakan kembali semangat spiritualitas dan sukacita iman bagi para peziarah lintas generasi yang hadir dari berbagai belahan dunia.
