MERAUKE, Pena Katolik — Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM, mengajak para pemimpin (leader) Karismatik Katolik untuk senantiasa setia, tekun, dan berani menjadi lilin yang menerangi sesama. Pesan ini disampaikannya dalam khotbah Misa Penutupan Konferensi Daerah (Konvenda) VIII Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Se-Regio Papua di Gereja Katolik St. Yosep, Bambu Pemali, Merauke.
Mgr. Aloysius menekankan pentingnya kaderisasi di kalangan generasi muda Katolik agar mereka tidak takut menyinari sekitarnya, melainkan bangkit untuk menyentuh hati banyak orang melalui karya Roh Kudus. Ia menegaskan bahwa para pemimpin Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) harus kuat dan tidak takut di tengah tantangan zaman, sebab karunia Roh Kudus selalu menyertai setiap orang Katolik sejak dibaptis. Uskup alumnus STFT Fajar Timur Abepura-Jayapura tersebut juga mengibaratkan iman seperti benih yang ditaburkan oleh Yesus, di mana buah Roh Kudus yang telah ditanam berkat Sabda-Nya harus terus dirawat dan dihidupi oleh seluruh umat.
Sementara itu, Romo Johanes Bunay, Pr, imam diosesan Keuskupan Jayapura yang terpilih sebagai Moderator Badan Pembaruan Karismatik Katolik Se-Regio Papua, menilai Konvenda VIII di Keuskupan Agung Merauke ini berjalan sangat sukses. Kegiatan ini berhasil menghimpun para uskup, romo, dan utusan dari lima keuskupan di Tanah Papua, yaitu Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Jayapura, Keuskupan Agats, Keuskupan Timika, dan Keuskupan Manokwari-Sorong. Sejumlah Bapa Uskup turut hadir dan berbagi reksa pastoral, di antaranya Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Teophilus Matopai You, serta Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito, OFM. Harapan besar dari perhelatan ini adalah agar terang Kristus terus menyala dan menjadi penuntun bagi seluruh umat di Tanah Papua, sehingga hasil Konvenda dapat semakin memuliakan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja dan batu penjuru.
Konvenda VIII yang berlangsung pada Kamis–Minggu, 17–20 September 2026 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo. Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi tema acara yakni “Menjadi Sahabat Yesus dalam Keberagaman”. Turut hadir dalam pembukaan acara ini Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Ketua DPR Provinsi Papua Selatan Heribertus Silvinus Silibun, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan Demianus Katayu, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam arahannya, Apolo Safanpo mengajak para peserta yang didominasi generasi muda untuk memanfaatkan masa muda dengan melakukan hal-hal kebajikan. Ia mengingatkan bahwa masa muda dan kehidupan manusia memiliki batas waktu, sehingga tidak ada gunanya menghabiskan waktu singkat tersebut dengan rasa rendah diri atau iri hati. Gubernur mengimbau kaum muda untuk menjadikan momentum Konvenda ini sebagai kesempatan emas memperkuat iman.
Pembaruan Karismatik Katolik sendiri merupakan gerakan pembaruan rohani dalam Gereja Katolik yang mendorong umat untuk semakin mengalami kasih Allah, membangun relasi personal dengan Yesus Kristus, serta membuka diri terhadap karya Roh Kudus. Di tingkat keuskupan, gerakan, koordinasi, dan pembinaan wadah ini dikelola oleh Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK-PKK). Melalui Konvenda VIII ini, diharapkan tercipta proses regenerasi kepemimpinan yang terarah bagi para imam, biarawan-biarawati, maupun awam. Hasil dari Konvenda ini juga menjadi bekal bagi para utusan Regio Papua dalam menyusun serta menjabarkan langkah pelayanan pada Konferensi Nasional (Konvenas) XV di Yogyakarta mendatang. (Agapitus Batbual)
