VATIKAN, Pena Katolik — Ketika Santo Yohanes Paulus II memprakarsai penyusunan Katekismus Gereja Katolik (KGK), ia berharap dokumen tersebut dapat merangkum kebenaran-kebenaran inti iman Katolik secara setia dan sistematis.
Tugas berat tersebut dipercayakan kepada komisi yang terdiri dari 12 Kardinal dan Uskup di bawah pimpinan Kardinal Joseph Ratzinger (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XVI), serta dibantu oleh tim redaksi pakar teologi dan katekese.
Katekismus dirancang untuk menyajikan ajaran Kitab Suci, Tradisi suci, Magisterium, serta warisan spiritual para Bapa Gereja dan orang kudus. Oleh karena itu, setiap kutipan dari seorang santu atau santa di dalamnya dipilih melalui pertimbangan teologis yang mendalam.
Kutipan Santa Rosa dari Lima
Menariknya, Santa Rosa dari Lima—seorang santa yang bukan seorang teolog—turut dikutip dalam dokumen penting ini. Santa Rosa hanyalah seorang anggota Ordo Ketiga Dominikan (Ordo Praedicatorum/OP) yang tinggal di rumah orang tuanya di Lima, Peru.
Meski demikian, rahmat Allah yang melimpah menginspirasinya untuk menjalani hidup penuh cinta kasih, khususnya bagi mereka yang tertindas. Cinta kasihnya yang besar kepada kaum miskin membuatnya terabadikan dalam KGK bab “Cinta kepada Orang Miskin”.
Pada paragraf penutup bab tersebut (KGK 2449), gereja mengutip dialog terkenal antara Santa Rosa dan ibunya saat sang ibu menegurnya karena merawat orang sakit dan miskin di rumah:
“Santa Rosa menjawab ibunya, ketika ia menegurnya, karena ia memberi tumpangan di rumah kepada orang miskin dan orang sakit: “Kalau kita melayani orang miskin dan orang sakit, kita melayani Yesus. Kita tidak boleh bosan membantu sesama kita, karena di dalam mereka kita melayani Yesus”
Pesan dari Santa Rosa dari Lima ini menjadi pengingat bagi umat beriman bahwa mengasihi dan melayani kaum yang lemah merupakan wujud nyata dari mengasihi Kristus sendiri. Dikutipnya nama Santa Rosa dalam “buku panduan utama” Gereja Katolik ini menegaskan pentingnya meneladani semangat cinta kasih sang santa dalam kehidupan sehari-hari.
