Jaringan Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan di wilayah terdampak bergerak cepat merespon bencana gempa bumi tektonik bermagnitudo M7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04:58 WIB. Gempa dangkal berpusat di 30 km timur laut Mbay, Nagekeo tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dan berdampak luas di 10 kabupaten yang tersebar di Provinsi NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan.
Jangkauan bantuan dari Jaringan Caritas Indonesia sampai di Pulau Palue, salah satu pulau terluar Indonesia yang juga terdampak gempa. Sebagai lembaga resmi milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Caritas Indonesia mengkoordinir bantuan dari jaringan Gereja Katolik untuk penyintas gempa di empat keuskupan (Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Labuan Bajo).
Jaringan Caritas di empat keuskupan terdampak terus mengkonsolidasikan data dan mendistribusikan bantuan logistik kemanusiaan sesuai dengan kebutuhan spesifik lapangan:
Keuskupan Agung Ende
Fokus penanganan pengungsi di wilayah Keuskupan Agung Ende terpusat di Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Ende. Berkolaborasi dengan KKP-PMP Keuskupan Agung Ende, Caritas menyalurkan pasokan logistik ke Pos Pelayanan Kemanusiaan di Paroki Stella Maris Danga (Mbay) serta Posko Pengungsian Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo dan Paroki Kombandaru.
Komoditas yang didistribusikan meliputi bahan pangan: beras, telur, minyak goreng, air kemasan, dan aneka kebutuhan lain. Kebutuhan sanitasi dan medis juga disediakan untuk para penyintas misalnya popok bayi/dewasa serta obat-obatan dasar. Penyaluran ini difokuskan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan mendasar bagi para penyintas selama mendiami lokasi pengungsian di masa tanggap darurat.
Keuskupan Maumere
Jangkauan distribusi bantuan Keuskupan Maumere menembus hingga ke wilayah pesisir dan pulau terluar, khususnya Pulau Palue. Pasokan logistik berskala besar yang dikirimkan ke Palue mencakup bahan Pangan: 2.500 kg beras, 204 papan telur, dan 200 dus air mineral.
Bantuan serupa disalurkan ke sejumlah paroki terdampak, seperti Paroki Lela dan Paroki Lekebai. Gna menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi, tim relawan secara berkesinambungan melakukan pengadaan bahan pokok dan paket kebersihan. Selain itu, pasokan bahan makanan terus dialokasikan untuk menyokong operasional dapur umum di Paroki Lei serta Seminari Menengah Bunda Segala Bangsa Maumere.
Keuskupan Ruteng
Caritas Keuskupan Ruteng memfokuskan aksinya pada penanganan pengungsi dan pemulihan kesehatan, salah satunya dengan memfasilitasi pendirian tenda darurat di RSUD Ruteng serta menggelar koordinasi rutin bersama Kuria Keuskupan. Penyaluran bahan pokok, pangan, dan paket kebersihan (hygiene kit) telah direalisasikan di Posko Pengungsian Barang Kolong dan Damer, serta meluas ke lima titik lainnya: Lengor, Ndekok, Bonar, Golo Tebo, dan Galang.
Guna mendukung kelangsungan hidup para penyintas selama masa tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar ini akan terus digelontorkan. Saat ini, tim di lapangan juga aktif mengumpulkan data kajian kebutuhan di sejumlah paroki terdampak sebagai dasar pemetaan distribusi bantuan tahap berikutnya.
Keuskupan Labuan Bajo
Di wilayah Keuskupan Labuan Bajo, penyaluran bantuan kemanusiaan darurat diwujudkan lewat distribusi pangan dan hygiene kit ke berbagai paroki terdampak, termasuk Paroki Bari, Paroki Orong, Paroki Bajo, Paroki Reweng, dan Paroki Wangkung. Langkah ini diambil untuk meringankan beban keluarga terdampak serta menjamin ketersediaan pangan di masa krisis. Alokasi bantuan dipastikan akan terus bertambah dan disesuaikan seiring masuknya pembaruan data kebutuhan dari lapangan.



