Home BERITA TERKINI Menengok Sejarah Kelahiran Polri di Seminari Menengah Mertoyudan

Menengok Sejarah Kelahiran Polri di Seminari Menengah Mertoyudan

0
Para Anggota Polisi yang menjalani pendidikan di Mertoyudan. IST

MERTOYUDAN, Pena Katolik – Pada suatu kesempatan, KH. Maman Imanulhaq, tokoh muda karismatik Jawa Barat dan sekaligus pengasuh pesantren Al Mizan, Majalengka, pernah mengatakan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai harus pulang ke Mertoyudan, Magelang. Yang dimaksud dengan Mertoyudan adalah Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Mertoyudan. Di sini adalah “rumah bersalin” dan bahkan induk semang Polri pada 1946-1948.

Seminari Menengah Mertoyudan memang sebagai tempat pendidikan calon pastor atau romo (pemimpin agama Katolik). Seminari itu adalah tempat yang disakralkan sebagaimana pesantren. Pada tahun 1946, Polri dilahirkan di tempat ini. Hal ini adalah data sejarah yang siapapun tak dapat memungkiri. Monumen Polri yang dibangun di salah satu bagian halaman seminari menjadi salah satu bukti dan penanda.

Cikal bakal Kepolisian Republik Indonesia pada 17 Juni 1946 berdasarkan Keputusan Mendagri No. 12/9/22 Tahun 1946 pindah ke Mertoyudan yang sebelumnya dijadikan Markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR).Di situlah secara resmi didirikan Kader Kepala Bagian Tinggi (Pendidikan Komisaris Polisi) dan Pendidikan Kader Kepala Bagian Menengah.

Gedung Seminari pada waktu itu digunakan untuk Sekolah Tinggi Bagian Menengah dan Tinggi Mertojudan (Sekolah Inspektur Polisi dan Akademi Polisi), Sekolah Komandan Inspestur Polisi (CI) angkatan Pertama, Sekolah Komandan Reserse Polisi (Angktan I & II) dan Sekolah Agen Polisi.

Adalah Bupati Kudus pada waktu itu, R Soebarkah yang ditunjuk sebagai Direktur Sekolah Polisi Negara (SPN) di Mertoyudan, Jawa Tengah pada 1946.  Polri tinggal di Seminari Mertoyudan hingga 18 Desember 1948.

Jenderal Hoegeng Iman Santosa (alm), mantan Kapolri yang hingga saat ini menjadi patron Polri adalah lulusan Sekolah Tinggi Kepolisian Mertoyudan. Pada tanggal 1 Juli 1946 diputuskan sebagai Hari Lahir Polri.

Masa awal pendidikan Polri di Mertoyudan napaknya memiliki kesan begitu mendalam bagi beberapa lulusannya. Yang jelas terlihat pada masa-masa ini, adalah keterlibatan para formator di Seminari dalam pendidikan Polri. Tak heran, lulusan Polisi pada masa ini diakui sebagai kader polisi yang jujur.

Kejujuran ini salah satunya begitu dikenal dalam diri Jendram Hoegeng. Presiden ke-4 Indonesia, Gus Dur bahkan pernah membuat lelucon. Hanya ada tiga Polisi yang jujur, Patung Polisi, Polisi Tidur, dan Polisi Hoegeng. Ini menunjukkan pengakuan Gus Dur pada masa pendidikan Polri di Seminari Mertoyudan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

makna simbol panen dalam budaya visualidentitas visual dalam desain permainantren permainan mobile yang terus berubahmekanisme permainan digitalperbedaan struktur desain permainanmekanisme keacakan dalam sistem digitaldinamika sistem permainan digitalelemen visual dalam desain digitalmemahami data statistik permainankonsep volatilitas dalam sistem digitaladaptasi budaya tradisional ke media digitalevolusi tampilan permainan modernperpaduan tradisi dan desain digitalpergeseran pola hiburan masyarakatakses hiburan digital masyarakatmahjong dalam budaya populer digitalperkembangan format hiburan digitalsejarah panjang permainan mahjongperkembangan konten digital kreatifanalisis interaksi dalam game digitaldampak digitalisasi pada hiburanevolusi game sebagai ruang sosialevolusi desain visual digitaladaptasi permainan klasik ke format digitaljejak visual klasik dalam desain modernperkembangan visual Mahjong Ways 2ragam platform permainan digitalcara kerja putaran acakkecepatan spin dan kemunculan scatterpilihan hiburan digital masa kiniliterasi hiburan digitalhiburan digital dan risiko kecanduandampak teknologi pada kebiasaan bermainedukasi kebiasaan bermain sehatmembangun batasan bermainpendidikan literasi digitalmenyikapi tren game digitalmengenali batas hiburan digitalperlindungan pengguna game digitalkesadaran risiko judi onlineedukasi bahaya judi onlinekesadaran kolektif hiburan digitalinteraksi sehat dengan game digitalpembinaan positif generasi digitaledukasi sebagai perlindungan penggunapencegahan judi online lewat edukasirisiko judi onlinepentingnya batas anggaranmemahami RTP dengan benarmemahami fitur pengganda
Exit mobile version