VATIKAN, Pena Katolik – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas “situasi mengkhawatirkan” yang melanda Ceuta, Spanyol, akibat gelombang migrasi dan krisis kemanusiaan yang terjadi. Hal tersebut disampaikan Bapa Suci usai memimpin Doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Minggu 2 Agustus 2026.
Pernyataan Paus merespons kedatangan sekitar 50.000 hingga 60.000 migran asal Maroko yang mencoba menyeberangi perbatasan menuju wilayah Spanyol. Otoritas setempat mencatat sedikitnya 67 orang tewas tenggelam. Situasi ini membuat kapasitas kota tersebut kewalahan.
“Saya berdoa kepada Allah agar melalui perantaraan Bunda Maria dari Afrika, dapat ditemukan solusi yang membawa kedamaian, stabilitas, dan keadilan,” tutur Paus Leo XIV.
Selain di Ceuta, Bapa Suci kembali menyerukan penghentian konflik bersenjata di seluruh dunia. Ia mengajak umat mendoakan para korban perang, khususnya anak-anak, lansia, dan orang sakit, serta mengingatkan pentingnya peringatan Pardon of Assisi.
Dalam renungannya tentang Injil penggandaan roti dan ikan, Paus mengingatkan bahaya keserakahan yang memicu budaya menimbun dan membuang-buang makanan. Ia mengimbau umat Katolik untuk menghidupi semangat Ekaristi melalui tindakan nyata, dimulai dari kebiasaan sederhana memberkati makanan di meja makan serta berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
“Tangan Tuhan yang terulur mengajarkan kita bahwa tidak ada yang terbuang ketika kita saling berbagi,” tegas Paus, sembari mengajak umat menjadikan masa liburan sebagai momentum mempererat persaudaraan dan melayani sesama.
