ASISI, Pena Katolik – Kapel Portiuncula adalah sebuah kapel kecil nan legendaris di dekat Assisi menyimpan kisah spiritual yang memikat. Menurut tradisi setempat, siapa pun yang berkunjung ke kapel sederhana yang dipersembahkan bagi Perawan Maria ini kerap dapat mendengarkan alunan suara para malaikat.
Banyak umat mengenal tempat ini sebagai Portiuncula, yang secara harfiah berarti ‘sebidang tanah kecil’. Kapel ini sangat termasyhur lewat apa yang disebut sebagai “Pengampunan Assisi”—sebuah indulgensi penuh bagi siapa saja yang melakukan ziarah ke kapel tersebut pada setiap tanggal 2 Agustus.
Kini, hak istimewa indulgensi tersebut telah diperluas ke seluruh gereja Fransiskan di dunia. Indulgensi itu juga terbuka bagi para peziarah yang mengunjungi Assisi kapan saja sepanjang tahun.
Nyanyian Malaikat
Kapel Portiuncula diperkirakan dibangun pada abad ke-4 atau ke-5. Menurut Catholic Encyclopedia, tempat ini awalnya dikenal dengan nama Bunda Maria Ratu Para Malaikat. Gelar ini merujuk pada tradisi pengangkatan Bunda Maria ke surga yang diiringi para malaikat.
Namun, pendapat yang lebih kuat meyakini, nama tersebut berasal dari nyanyian para malaikat yang kerap terdengar merdu di lokasi tersebut. Sejumlah relikui dari makam kosong Perawan Maria sempat dibawa ke kapel ini. Alasan ini melandasi kesimpulan bahwa nama “Bunda Maria Ratu Para Malaikat” sudah melekat jauh sebelum zaman Santo Fransiskus dari Assisi.
Nama tersebut kian diteguhkan melalui mukjizat yang dialami Santo Fransiskus saat berdoa di sana pada Juli 1216. Dalam penglihatannya, Santo Fransiskus menyaksikan Yesus dan Perawan Maria dikelilingi oleh kawanan malaikat. Pada momen inilah, ia memohon rahmat Pengampunan Assisi kepada Yesus dan Bunda Maria. Sejak saat itu, tanggal 2 Agustus secara khusus didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria Ratu Para Malaikat dan mengenang mukjizat kapel tersebut.
Kelahiran Gerakan Fransiskan
Kapel kecil ini memegang peranan yang sangat sentral dalam sejarah Ordo Fransiskan. Asisi dikenal sebagai tempat kelahiran Ordo Saudara Dina (Ordo Fratrum Minorum/OFM). Santo Fransiskus dan para pengikut pertamanya hidup di sekitar kapel ini, pada awal pendirian ordo mereka.
Kapel ini bgitu bermakna bagi St. Fransiskus dan Ordo Saudara Dina. Pada tahun 1226, Santo Fransiskus wafat tepat di luar kapel, berbaring di atas tanah tanpa alas sesuai dengan permintaannya sendiri.
Saat ini, Kapel Portiuncula berdiri dengan anggun di dalam bangunan megah Basilika Bunda Maria Ratu Para Malaikat (Basilica of Our Lady of the Angels). Kapel ini terikat erat dengan spiritualitas Fransiskan, sekaligus menjadi pengingat akan kedaulatan Bunda Maria di Surga. Keutamaan yang dirayakan sepanjang bulan Agustus melalui Pesta Maria Diangkat ke Surga dan Pesta Bunda Maria Ratu Surga.
