JAKARTA, Pena Katolik — Para Pembina Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Katolik (STTK) Papua menyepakati rancangan perubahan anggaran dasar yayasan sebagai langkah konkret transformasi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur menjadi Universitas Katolik Fajar Timur Papua. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat pembina yang berlangsung di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7).
Rapat tersebut dihadiri oleh lima Uskup regio Papua—Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC; Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr; Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr; Mgr. Aloysius Murwito, OFM; dan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA—serta perwakilan dari Ordo Fratrum Minorum (OFM) dan Ordo Sancti Augustini (OSA), jajaran pengurus yayasan, dan tim universitas.
Tim Pendiri Universitas Katolik Fajar Timur Papua, Dr. Drg. Aloysius Giyai, M.Kes., menyampaikan bahwa penyesuaian anggaran dasar ini didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 30/B/O/2026. Fokus pembahasan meliputi penguatan landasan hukum yayasan, penataan tata kelola kelembagaan, serta pembentukan struktur organ yayasan yang baru berbasis prinsip kolegialitas, akuntabilitas, dan profesionalitas.
“Para pembina yayasan juga memastikan bahwa perubahan kelembagaan tidak mengurangi identitas maupun mandat utama Fakultas Filsafat dan Teologi sebagai kelanjutan historis STFT Fajar Timur,” tegas Aloysius melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/7).
Hasil kesepakatan dan susunan organ yayasan yang baru telah dituangkan dalam berita acara rapat dan ditandatangani oleh seluruh pembina. Selanjutnya, dokumen tersebut akan diserahkan kepada notaris dan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia.
Melalui penataan tata kelola dan kepastian hukum ini, para pembina optimistis Universitas Katolik Fajar Timur Papua dapat berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi Katolik yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi Gereja dan pembangunan di tanah Papua.
