BATURAJA, Pena Katolik – Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) resmi membuka perhelatan akbar KAPal Youth Day (KYD) 2026. Kegiatan yang mempertemukan sekitar 1.200 Orang Muda Katolik (OMK) dari seluruh wilayah keuskupan yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu ini dilaksanakan di Stasi Keluarga Kudus Tegalsari, Paroki St. Petrus dan Paulus, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Selasa hingga Jumat, 7–10 Juli 2026. Pembukaan diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, dengan didampingi oleh lebih dari 70 pastor konselebran.
Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi OMK KAPal setelah penantian panjang selama satu dekade. Sebagai catatan, KYD tingkat keuskupan terakhir kali digelar pada tahun 2016. Berbagai agenda besar di tingkat regional dan nasional—termasuk pandemi Covid-19 serta terpilihnya Keuskupan Agung Palembang sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) ke-3 pada tahun 2023—menjadi faktor utama penunda pelaksanaan pertemuan akbar ini.
Dalam KYD 2026, panitia mengusung tema “OMK Garang: Kuat dalam Iman, Terang bagi Dunia”. Secara teologis, “Garang” merupakan akronim dari Garam dan Terang, yang menjadi sebuah panggilan peruntungan bagi kaum muda untuk memberi rasa dan menjadi cahaya di tengah dunia. Tema ini secara spesifik merujuk pada ayat Injil Yohanes 16:33 yang berbunyi, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Pemilihan tema tersebut juga selaras dengan persiapan Gereja Universal dalam menyongsong World Youth Day (WYD) Seoul 2027. Kata “Garang” kemudian didefinisikan sebagai simbol keberanian, keteguhan hati, dan semangat militansi OMK dalam mempertahankan nilai-nilai Kristiani di tengah arus sekularisme.
Mengacu pada Eksortasi Apostolik Christus Vivit dari Paus Fransiskus, kaum muda dipandang sebagai “Masa Kini Gereja”. Menyadari bahwa OMK menghadapi tantangan eksistensial dan sosial yang semakin kompleks, Komisi Kepemudaan KAPal merancang kurikulum pembinaan yang holistik sepanjang empat hari perhelatan yang mencakup lima pilar kritis. Pilar-pilar tersebut meliputi penguatan iman dan spiritualitas untuk memperdalam relasi personal dengan Kristus melalui Ekaristi, doa, dan devosi, serta mitigasi ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang sering kali menyasar kaum muda sebagai target rentan. Selain itu, kurikulum juga berfokus pada pastoral digital sebagai instrumen pewartaan Injil yang kreatif, kaderisasi kepemimpinan untuk menanamkan kesadaran peran OMK di ruang publik, serta penanaman nilai relasi dan keluarga yang sehat di era modern.
Pemilihan Stasi Keluarga Kudus Tegalsari sebagai tuan rumah merupakan bagian dari semangat synodality atau sinodalitas untuk berjalan bersama hingga ke wilayah unit pastoral yang paling kecil. Momen ini menjadi ajang bagi OMK dari berbagai paroki, kuasi-paroki, dan pos pelayanan untuk saling berbagi pengalaman iman, memperkuat persaudaraan, dan membangun kesadaran kolektif sebagai anggota Tubuh Mistik Kristus. Melalui KYD 2026, Komisi Kepemudaan KAPal berharap agar setiap OMK dapat pulang ke parokinya masing-masing dengan identitas yang lebih kuat. Mereka dipanggil untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan menggereja, tetapi menjadi pelaku utama evangelisasi yang membawa terang dan pengharapan bagi masyarakat luas.
Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang sendiri merupakan lembaga pastoral keuskupan yang bertanggung jawab dalam pendampingan, pembinaan, dan pemberdayaan OMK di wilayah Keuskupan Agung Palembang. Fokus utama komisi ini adalah membangun spiritualitas, karakter, dan kapasitas kepemimpinan kaum muda agar siap menjadi kader yang militan bagi Gereja dan bangsa. (Andreas Daris Awalistyo/Palembang)
