Home BERITA TERKINI Lampah Ratri Gunung Sempu: Merawat Tradisi Jawa dalam Terang Iman

Lampah Ratri Gunung Sempu: Merawat Tradisi Jawa dalam Terang Iman

0

YOGYAKARTA, Pena Katolik – Lebih dari 120 umat Katolik dari berbagai generasi mengikuti prosesi Lampah Ratri Hamapag Warsa Enggal 1 Suro 1960 Be di kawasan Peziarahan Salib Suci Gunung Sempu, Paroki Pugeran, Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam. Melalui laku tapa bisu, doa, dan refleksi, umat menyambut Tahun Baru Jawa sekaligus memperdalam penghayatan iman dalam suasana kebersamaan.

Peserta yang terdiri atas anak-anak, kaum muda, orang dewasa, hingga lansia ini tidak hanya berasal dari sekitar Gunung Sempu dan Padokan. Mereka juga datang dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seperti Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kulon Progo.

Kegiatan tahunan ini merupakan inisiatif murni dari umat yang dalam dua tahun terakhir diorganisasi oleh komunitas Sedulur SOR SENG (Sapa Réné, Seneng). Komunitas ini lahir dari perjumpaan informal para peziarah, devosan, dan umat di kawasan Peziarahan Salib Suci Gunung Sempu yang kemudian berkembang menjadi ruang kebersamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Frans Riyanto dan lantunan kidung Sekar Macapat oleh Pius Taryono. Dalam kesempatan ini, umat menghaturkan doa bagi saudara-saudari yang sedang sakit, berbagai intensi pribadi, serta doa khusus untuk para leluhur.

Silaturahmi Lintas Iman

Nuansa inklusif sangat terasa dengan hadirnya budayawan Jawa, Ki Angger Sukisno. Ia turut membawakan pupuh-pupuh Sekar Macapat sekaligus membabar makna laku Suro dalam tradisi Jawa. Menurutnya, tradisi Jawa memiliki nilai-nilai universal yang dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan.

“Sebagai seorang Islam Jawa, saya sangat senang diperkenankan bergabung dengan saudara-saudara Kristiani dalam kegiatan ini. Tradisi Jawa yang universal dapat dijalankan oleh umat berbagai agama. Kita bersaudara lintas iman. Pendekatan laku budaya dapat menjadi medium mempererat silaturahmi antarciptaan Tuhan,” tutur Ki Angger.

Tahun ini, Lampah Ratri mengusung tema “Meneng ing Gunem, Nengenake Pamireng” yang berarti hening dalam ujaran, menajamkan pendengaran batin. Koordinator persiapan kegiatan, Ag. Supeno, menjelaskan bahwa tema tersebut mengajak umat untuk mengasah kepekaan batin melalui keheningan.

“Tema ini mengajak kita hening dan menajamkan pendengaran batin agar semakin peka terhadap suara hati, sesama, alam ciptaan, dan kehadiran Tuhan,” ujar Supeno.

Dalam suasana tapa bisu (berjalan tanpa berbicara), peserta menempuh perjalanan spiritual sejauh kurang lebih 3,5 kilometer. Rute yang dilewati cukup bervariasi, mulai dari perkampungan, kawasan perumahan, ladang, pemakaman, hingga jalur perbukitan di sekitar Gunung Sempu, dengan titik awal dan akhir di Mandala Salib Suci Gunung Sempu.

Di tengah perjalanan, rombongan sempat singgah di Gua Maria Semanggi untuk berdoa dan melakukan meditasi singkat. Momen ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengendapkan pengalaman hidup dan membawa berbagai pergumulan ke hadapan Tuhan.

Dukungan Gereja dan Kraton Yogyakarta

Ag. Supeno menambahkan, pelaksanaan kegiatan sengaja dilakukan satu malam sebelum 1 Suro agar lebih banyak umat yang dapat berpartisipasi karena bertepatan dengan malam libur. Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada umat dan masyarakat sekitar yang telah mendukung kelancaran acara.

Apresiasi senada disampaikan oleh Victor Ganjar Anggono, seorang Prodiakon Paroki Pugeran yang juga merupakan Abdi Dalem Kraton Yogyakarta. Ia menilai tradisi budaya yang tumbuh dari prakarsa masyarakat seperti ini sangat efektif untuk memperkaya kehidupan menggereja.

“Saya bersyukur Gereja tetap terbuka terhadap tradisi yang berkembang di masyarakat. Komunitas-komunitas yang tumbuh dari umat sendiri perlu terus didukung agar dapat menjadi ruang untuk merawat budaya, memperdalam iman, dan mempererat persaudaraan,” tegas Victor.

Setelah menyelesaikan seluruh rute perjalanan, para peserta kembali berkumpul di Mandala Salib Suci Gunung Sempu. Acara diakhiri dengan reriungan (berkumpul bersama) sederhana sambil menikmati hidangan khas bubur Suro yang disiapkan secara gotong royong.

Aktivitas Lampah Ratri ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal dapat menjadi ruang inkulturasi yang memperkaya penghayatan iman Katolik. Melalui keheningan, doa, dan kebersamaan, umat tidak hanya diajak merawat relasi dengan Sang Pencipta, sesama, dan alam, tetapi juga konsisten menjaga warisan leluhur yang tetap hidup di tengah zaman modern.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Data Kuantitatif dan Perubahan SistemEvaluasi Mekanisme Game DigitalJejak Transaksi Kasino OnlineInfrastruktur Kasino OnlineSistem Adaptif Kasino OnlinePenyegaran Mahjong Wins 3Perubahan Grafis Mahjong Wins 3Teknologi Roulette LivePerubahan Odds PertandinganIdentitas Visual PG SoftEvolusi Kasino OnlineTempo Bermain dan Pengambilan KeputusanSinkronisasi Data dan Tingkat PengembalianModal dan Volatilitas Mahjong WaysTeori Peluang dan CascadeSinkronisasi Suara dan VisualUji Frekuensi dan Pola AcakFase Permainan dan Aturan ResmiProbabilitas Multiplier BesarKonsistensi Pola PermainanFrekuensi Kemunculan WildEvolusi Baccarat DigitalMahjong Ways dan Mobile Gaming AsiaPoker Digital dan Interaksi SosialSistem Real-Time BaccaratGenerator Angka AcakKompetisi Kartu Daring InternasionalRuang Diskusi Pemain BaruTransisi Layar dan Durasi AnimasiAturan Simbol PenggantiVisual Game Bernuansa AsiaInteraksi Meja Poker OnlineEvolusi Mahjong WaysMahjong Ways di Era MobileMahjong Ways dan Media OnlineMahjong Ways di Industri Game IndonesiaKomunitas Mahjong WaysIdentitas Visual Mahjong WaysBudaya Asia dalam Mahjong WaysAI dan Transparansi RTPPengawasan AI GamingAI dan Infrastruktur RTPAI Gaming dan Transparansi DataTransformasi Baccarat ModernLive Streaming BaccaratVisual Sweet BonanzaPopularitas Sweet BonanzaGame Mobile dan Sistem RewardPopularitas Game Mobile dan Risiko PengeluaranAkses Platform melalui PulsaSmartphone dan Game Bertema AsiaAI, Analisis Data, dan RTPKeamanan Data pada AI GamingIndustri Game Dunia dan Mahjong WaysKomunitas Internasional Mahjong Ways
Exit mobile version