PenaKatolik.Com, Pontianak | Ketua Dewan Pembina dan Pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU, mengunjungi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pastor Bonus Pontianak, Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 5, Pontianak, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan tersebut adalah momentum penting bagi pengembangan pendidikan teologi di Kalimantan sekaligus ruang dialog mengenai pembangunan daerah, energi, dan penguatan semangat kebangsaan.
Kedatangan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral serta mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia itu disambut oleh Emeritus Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Rektor STT Pastor Bonus RP Gregorius Kukuh Nugroho, CM, para dosen, frater calon imam, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Purnomo menyampaikan apresiasinya terhadap peningkatan status STT Pastor Bonus.
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi teologi di Kalimantan.
“Ini sesuatu yang bagus sekali. Adanya peningkatan kualitas dari STT ini menunjukkan bahwa lembaga ini terus berkembang ke arah yang lebih baik,” ujarnya, (04/06).
Kunjungan tersebut juga membangkitkan kenangan lama bagi Prof. Purnomo. Dia mengingat keterlibatannya bersama Uskup Agustinus dalam merintis dan mendukung pengembangan seminari tersebut sejak masa-masa awal.
“Yang penting saya ingin sampaikan bahwa saya punya kenangan manis di STT ini. Saya bersama Monsinyur Agus dulu berpikir bersama bagaimana seminari ini bisa kita kembangkan. Saya ingat betul ketika kami datang ke sini untuk peresmiannya. Jadi saya punya kenangan yang indah dan manis dengan seminari ini,” katanya.
Menurut Prof. Purnomo, keberadaan STT Pastor Bonus memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon-calon pemimpin Gereja yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.
Kagum dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika di Kalimantan Barat
Selain berbicara mengenai perkembangan pendidikan teologi, Prof. Purnomo mengungkapkan kekagumannya terhadap kehidupan sosial masyarakat Kalimantan Barat yang menurutnya telah berhasil mengimplementasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika secara nyata.
Sebelum mengunjungi STT Pastor Bonus, ia hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar yang diselenggarakan DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Kalimantan Barat. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum IKAL, ia menyaksikan langsung bagaimana keberagaman menjadi kekuatan masyarakat Kalimantan Barat.
“Saya kagum dengan Pontianak dan Kalimantan Barat. Ternyata di sini Bhinneka Tunggal Ika sudah dilaksanakan dengan baik. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Saya bertemu dengan profesor dari sekolah tinggi agama Hindu, sekolah tinggi agama Islam, dan sekarang ada sekolah tinggi agama Katolik. Ini sangat baik sekali,” ujarnya.

Menurutnya, suasana harmonis yang tercipta di Kalimantan Barat merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Karena itu, dia menilai kehadiran STT Pastor Bonus perlu terus dikembangkan dan diperkuat agar dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan berwawasan kebangsaan.
Dukung Pemanfaatan Energi untuk Kemajuan Kalimantan Barat
Dalam dialog bersama sivitas akademika STT Pastor Bonus, Prof. Purnomo juga menyinggung potensi besar sektor energi yang dapat menjadi pendorong kemajuan Kalimantan Barat di masa depan.
Sebagai Penasihat Presiden Bidang Energi, ia mengungkapkan gagasan lama mengenai pemanfaatan cadangan gas raksasa D-Alpha Natuna atau Natuna Timur yang dapat disalurkan ke Kalimantan melalui Pontianak.
Menurutnya, proyek tersebut sangat memungkinkan secara teknis mengingat pengalaman Indonesia dalam menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke berbagai kawasan lain di Asia Tenggara.
“Tadi juga saya sampaikan kepada Bapak Gubernur bahwa aspirasi daerah perlu terus disampaikan ke pusat. Kalau gas besar dari Natuna Timur itu bisa ditarik ke Kalimantan Barat, maka daerah ini akan berkembang sangat pesat,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber energi tersebut tidak hanya dapat memperkuat ketahanan energi Kalimantan Barat, tetapi juga mendukung kebutuhan listrik wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Gas itu sangat besar, terbesar di kawasan regional ini. Kalau bisa dikembangkan, kita dapat membangun pembangkit listrik dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat bagi Kalimantan,” ujarnya.
Aktualisasi Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda
Prof. Purnomo juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui aktualisasi nilai-nilai Pancasila dan semangat Kebangkitan Nasional.
Dia mengapresiasi berbagai kegiatan yang mendorong generasi muda untuk menghidupi nilai-nilai kebangsaan melalui tindakan nyata.
“Yang saya lihat bagus sekali adalah bagaimana anak-anak muda diberi ruang untuk melakukan aktualisasi diri. Mereka tidak hanya memahami teori tentang Pancasila dan Kebangkitan Nasional, tetapi benar-benar mempraktikkannya. Pendekatan seperti ini perlu terus dikembangkan,” katanya.
Menurutnya, lembaga pendidikan, termasuk STT Pastor Bonus, memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mampu mengintegrasikan nilai, pengetahuan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
STT Pastor Bonus Siapkan Graduate School of Theology Bertaraf Internasional
Sementara itu, Rektor STT Pastor Bonus, RP Gregorius Kukuh Nugroho, CM, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini menjadi pusat studi bagi para calon imam dari seluruh Pulau Kalimantan.
“Pastor Bonus merupakan tempat studi para calon imam dari delapan keuskupan di seluruh Kalimantan dan dua tarekat religius, yaitu Kongregasi Misi (CM) dan OFM Kapusin,” ujarnya.
Menurut Pastor Greg, kunjungan Prof. Purnomo memiliki makna historis karena tokoh nasional tersebut telah mengikuti perkembangan STT Pastor Bonus sejak awal berdirinya.
“Beliau dahulu pernah menandatangani prasasti di sini pada tahun 2004. Karena itu kami mengundang beliau untuk kembali hadir dan mendengarkan berbagai rencana pengembangan yang sedang kami siapkan,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa STT Pastor Bonus tengah mempersiapkan transformasi besar melalui pengembangan Graduate School of Theology bertaraf internasional.
“Kami sedang mempersiapkan sekolah internasional dengan afiliasi bersama University of St. Thomas. Nantinya kami ingin membuka program Master of Divinity in Preaching dan program lisensiat dalam Teologi Pastoral Kontekstual,” jelasnya.
Menurut Pastor Greg, rencana tersebut membutuhkan dukungan luas dari berbagai pihak, baik Gereja maupun masyarakat.
“Perlu banyak dukungan dan bantuan dari masyarakat Gereja. Saya yakin kolaborasi antar lembaga dan antar tingkatan akan menjadi kekuatan bagi kita semua,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa STT Pastor Bonus saat ini berfungsi sebagai Graduate School of Theology atau lembaga pendidikan pascasarjana teologi.
Para mahasiswa yang belajar di Pontianak telah menyelesaikan pendidikan filsafat dan teologi dasar di berbagai lembaga pendidikan calon imam di Indonesia sebelum melanjutkan studi di Pontianak.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Purnomo menerima paparan mengenai rencana pengembangan kampus, meninjau fasilitas yang ada, serta berdialog dengan para dosen, frater, dan pimpinan Gereja.
“Kehadiran beliau menjadi berkat bagi kami semua. Dukungan seperti ini memberi semangat untuk terus mengembangkan STT Pastor Bonus menjadi pusat pendidikan teologi yang unggul bagi Kalimantan dan Indonesia,” kata Pastor Greg.
Emeritus Uskup Agung Pontianak Katakan, Ini Dukungan Moral yang Sangat Berarti
Emeritus Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, menyambut baik kunjungan Prof. Purnomo dan menilai kehadiran tokoh nasional tersebut memberikan dukungan moral yang sangat penting bagi perkembangan lembaga pendidikan Gereja di Kalimantan Barat.
“Tanggapan saya tentu mengucapkan terima kasih. Kami di daerah ini memerlukan dukungan moral dari tokoh-tokoh nasional. Apalagi beliau memiliki pengalaman yang luar biasa, baik sebagai Menteri ESDM, Menteri Pertahanan, maupun sekarang sebagai penasihat presiden,” ujarnya.
Menurut Uskup Agustinus, perhatian yang diberikan Prof. Purnomo menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan di daerah tetap menjadi bagian penting dari agenda pembangunan bangsa.
Dia juga mengungkapkan bahwa STT Pastor Bonus terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, termasuk dalam upaya menyiapkan kader-kader pemimpin Gereja dari Kalimantan sendiri.
“Kami merasa didukung. Ini memberikan semangat kepada kami untuk terus berjalan dan terus maju. Kami berharap semakin banyak putra-putra Kalimantan yang nantinya dapat mengambil peran penting dalam pengelolaan dan pengembangan lembaga pendidikan ini,” katanya.
Bagi Uskup Agustinus, perkembangan STT Pastor Bonus bukan hanya menjadi kebanggaan Gereja Katolik, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Barat. (Samuel).