Home BERITA TERKINI Perayaan Kenaikan Yesus Kristus dalam Gereja Katolik, Mengapa 40 Hari Setelah Paskah

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus dalam Gereja Katolik, Mengapa 40 Hari Setelah Paskah

0

JAKARTA, Pena Katolik – Bagi umat Katolik, Hari Raya Kenaikan Tuhan merupakan salah satu momen liturgi yang sangat penting. Perayaan ini menandai kembalinya Yesus Kristus ke Surga untuk bersatu dengan Bapa, setelah menyelesaikan misi penebusan-Nya di bumi. Namun, tahukah Anda mengapa hari perayaannya bisa berbeda di beberapa wilayah?

Pertanyaan yang mungkin sering dilontarkan adalah, mengapa hari ini diperingati tepat 40 hari setelah paskah?

Merujuk pada Kitab Suci, dalam Kisah Para Rasul, Santo Lukas menjelaskan bahwa setelah Kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paskah, Yesus tidak langsung kembali ke Surga. Ia menampakkan diri kepada para rasul selama 40 hari untuk memberikan banyak bukti bahwa Ia hidup, sekaligus berbicara tentang Kerajaan Allah.

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri 1  g  dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis 1:3)

Berdasarkan garis waktu alkitabiah ini, Gereja Katolik secara tradisi menetapkan Solemnitas Kenaikan Tuhan tepat pada hari ke-40 setelah Paskah. Hal ini secara matematis selalu jatuh pada hari Kamis.

Secara teologis, para ahli menunjukkan bahwa hari Kamis memiliki ikatan simbolis yang kuat dengan Perjamuan Terakhir. Hal ini menjadikan Hari Raya Kenaikan sebagai sebuah perayaan Ekaristi yang menggenapi janji Yesus, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” (Matius 28:20)

Pergeseran ke Hari Minggu

Meskipun selama berabad-abad perayaan ini wajib dirayakan pada hari Kamis, hukum Gereja modern memberikan fleksibilitas demi kebaikan umat. Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (Kanon 1246, §2), Konferensi Waligereja (bishops’ conference) diizinkan untuk memindahkan hari raya wajib tertentu ke hari Minggu setelah mendapat persetujuan dari Takhta Suci Vatikan.

Di Indonesia, Hari Raya Kenaikan Tuhan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Dengan demikian, kebijakan ini memungkinkan umat Katolik merayakan Misa pada hari Kamis, 40 hari setelah Paskah.Di negara lain, di sebagian besar wilayah Amerika Serikat, perayaan Kenaikan Tuhan kini digeser dari hari Kamis ke hari Minggu berikutnya.

Hal ini karena hari itu bukan merupakan hari libur, berbeda dengan Hari Raya Natal atau Tahun Baru yang bertepatan dengan libur nasional, hari Kamis Kenaikan di beberapa negara bukanlah hari libur kerja.

Oleh karena itu, demi alasan pastoral—agar seluruh umat awam dapat berpartisipasi penuh dalam perayaan penting ini—para uskup setempat mengambil kebijakan untuk memindahkannya ke hari Minggu.

Keberagaman Tradisi

Meskipun Gereja Katolik Roma (Ritus Latin) di berbagai belahan dunia menerapkan kebijakan pergeseran ke hari Minggu ini, hal yang berbeda berlaku bagi Gereja Katolik Timur. Sebagian besar umat Katolik Timur tetap teguh mempertahankan tradisi awal dengan merayakan Kenaikan Yesus tepat pada hari Kamis Kenaikan dan tidak menggesernya ke hari Minggu.

Karena adanya perbedaan kebijakan pastoral antar-keuskupan ini, umat Katolik selalu disarankan untuk memeriksa buletin paroki atau situs web keuskupan setempat guna memastikan jadwal perayaan di wilayah masing-masing.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version