Tiga Momen Syukur Paroki Mertoyudan

MERTOYUDAN, Pena Katolik – Di bawah rintik hujan yang syahdu pada Jumat pagi, 1 Mei 2026, umat Paroki Santo Yusup Pekerja Mertoyudan berkumpul dalam suasana iman yang mendalam. Perayaan hari itu terasa istimewa karena mempertemukan dua momen liturgi penting: Pesta Nama Santo Yusup Pekerja dan pembukaan Bulan Maria. Momen itu sekaligus menandai dimulainya rangkaian HUT ke-70 paroki.

Misa syukur dipimpin secara konselebrasi oleh tiga imam, yakni Vikaris Episkopal (Vikep) Kedu, Romo Antonius Dodit Haryono; Kepala Paroki Mertoyudan, Romo Antonius Abbas Kurnia Andrianto; dan Romo Agustinus Giyono. Momen ini juga diisi dengan pemberkatan lahan sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas Gereja.

Dalam pesan santainya, Romo Dodit memberikan analogi yang kuat tentang kerja keras. Sambil memegang sapu lidi, ia berseloroh bahwa membangun gereja tidak menggunakan “tongkat sihir” yang instan.

“Gak usah banyak kata, mari kerja,” tegasnya merujuk pada teladan Santo Yusup yang sedikit bicara namun kaya akan aksi nyata.

Romo Kurnia menambahkan bahwa pembangunan ini bertujuan menata ulang kawasan pastoral. Mengingat pertumbuhan jemaat yang didominasi keluarga muda, kapasitas gereja akan diperluas hingga mampu menampung 750 orang.

Sejalan dengan itu, Ketua Panitia Pembangunan, B. Budi Waskita, menjelaskan bahwa tahap awal akan difokuskan pada gedung pelayanan pastoral yang inklusif, lengkap dengan fasilitas ramah disabilitas, ruang laktasi, dan multimedia.

Proyek besar ini menjadi simbol “Teologi Aksi” bagi umat Mertoyudan di usia ke-70, menyatukan ketekunan karya tangan Santo Yusup dengan kelembutan kasih Bunda Maria dalam satu gerak pembangunan iman dan fisik.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini