Home BERITA TERKINI Kardinal Suharyo Memimpin Misa Paskah di Gereja Bunda Teresa Cikarang

Kardinal Suharyo Memimpin Misa Paskah di Gereja Bunda Teresa Cikarang

0

CIKARANG, Pena Katolik – Untuk pertama kalinya sejak diresmikan pada September 2025, Gereja Ibu Teresa Cikarang menggelar Misa Vigili Paskah di gereja baru pada Sabtu (05/04/2026). Momen bersejarah ini dihadiri sekitar 4.000 umat dan dipimpin Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo.

Kehadiran Kardinal Suharyo mencatatkan sejarah personal yang istimewa. Selama 16 tahun pengabdiannya sebagai Uskup, ini merupakan kali pertama beliau merayakan malam Vigili Paskah di luar Gereja Katedral Jakarta. Ia mengapresiasi keteguhan iman umat Cikarang yang kini telah memiliki rumah ibadah yang representatif.

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo menekankan makna Paskah sebagai transisi dari kegelapan menuju terang. Selaras dengan tema Paskah KAJ 2026, “Kepedulian Kepada Keutuhan Alam Ciptaan”, beliau menyerukan pentingnya pertobatan ekologis.

“Iman tidak boleh berhenti pada ritual, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kelestarian bumi sebagai rumah bersama,” pesan Kardinal.

Mengingat antusiasme yang luar biasa, panitia membagi rangkaian misa ke dalam tiga sesi. Perayaan ini menjadi simbol kebangkitan sekaligus pembaruan diri bagi seluruh umat di Cikarang.

Jarum jam baru menunjukkan pukul 14.30 WIB, namun Gereja Ibu Teresa, Paroki Cikarang, sudah berubah menjadi lautan manusia. Meski matahari Sabtu, 5 April 2026, masih bertakhta di atas kawasan industri Cikarang, antusiasme umat tak terbendung. Mereka datang dua jam lebih awal, berebut tempat demi menjadi saksi sejarah: perayaan Vigili Paskah pertama di gedung gereja yang baru diresmikan September silam. Suasana syukur ini kian memuncak saat sosok yang dinanti tiba. Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, melangkah masuk untuk memimpin Misa pertama pada pukul 16.00 WIB.

Pada Misa ini, Kardinal Suharyo didampingi oleh Kepala Paroki Cikarang, Romo Robertus Guntur Dewantoro dan Romo Ludowikus Andri Novian. Dalam suasana khidmat, Kardinal SUharyo mengungkapkan rasa bangganya melihat perkembangan iman umat Cikarang yang kini telah memiliki “rumah” yang representatif. Ia menegaskan bahwa Paskah adalah simbol perjalanan dari kegelapan menuju terang.

“Momen kebangkitan ini harus menjadi sarana bagi umat untuk terus memperbarui diri melalui rahmat Kristus,” pesan Kardinal dengan nada teduh namun tegas.

Tahun ini, refleksi Paskah tidak hanya berhenti pada urusan surgawi. Mengangkat tema Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) “Kepedulian Kepada Keutuhan Alam Ciptaan,” Kardinal menekankan pentingnya pertobatan ekologis. Di tengah tantangan lingkungan yang kian nyata, umat diajak untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata menjaga kelestarian bumi sebagai rumah bersama. Pesan ini menjadi pengingat bagi warga Cikarang bahwa kesalehan ritual harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab merawat alam ciptaan.

Kejutan di Usia Senja

Bagi umat yang hadir sejak siang hari, kehadiran Kardinal adalah “kado” Paskah yang tak ternilai. Shirley Paskalina, salah satu umat, mengaku terkejut sekaligus bangga atas kunjungan mendadak sang Bapak Uskup.

“Kami sudah di sini sejak jam dua siang karena tidak ingin ketinggalan momen ini. Melihat Bapak Kardinal tetap sehat dan bugar di usia 76 tahun memberikan inspirasi besar bagi kami. Kami berdoa agar beliau selalu diberkati dalam penggembalaannya,” tutur Shirley dengan wajah sumringah.

Meski kehadiran Kardinal Suharyo hanya pada jadwal Misa pertama, api semangat yang ia nyalakan terus menjalar hingga dua jadwal Misa berikutnya pada pukul 19.30 dan 22.30 WIB. Total ribuan umat silih berganti memenuhi gereja dengan satu semangat yang sama: pembaruan diri.

Perayaan Vigili Paskah perdana ini pun ditutup dengan sukacita yang meluap, menandai babak baru perjalanan spiritual umat Paroki Cikarang. Mereka pulang tidak hanya membawa kenangan akan kehadiran sang pemimpin, tetapi juga tekad untuk menjadi “terang” yang nyata di tengah masyarakat. (Lourentius EP/Cikarang)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version