VATIKAN – Paus Leo XIV melakukan langkah signifikan dalam kepemimpinannya dengan merombak jajaran petinggi di Kuria Roma. Pada hari Senin, pemimpin Gereja Katolik ini menunjuk dua diplomat senior, Mgr. Paolo Rudelli dan Mgr. Petar Rajič, untuk menempati posisi-posisi paling berpengaruh di Vatikan. Langkah ini menandai perubahan kepemimpinan terbesar sejak terpilihnya Paus Leo XIV pada 8 Mei 2025.
Mgr. Rudelli ditunjuk sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Negara, sebuah posisi yang dikenal dengan sebutan “Sostituto” (Pengganti). Jabatan ini secara luas dianggap sebagai posisi paling berkuasa ketiga di Vatikan, tepat di bawah Bapa Suci dan Sekretaris Negara.
Sebagai Sostituto, Rudelli akan bertanggung jawab atas koordinasi internal operasional harian Takhta Suci. Ia juga menjadi penanggungjawab pengawasan langsung terhadap dokumen, pidato, dan aktivitas kepausan, penyebaran komunikasi resmi mengenai kegiatan Paus dan pengorganisasian perjalanan apostolik ke berbagai belahan dunia.
Mgr. Rudelli lahir di Bergamo, Italia. Ia memiliki rekam jejak diplomatik yang luas, mulai dari Ekuador, Polandia. Ia juga pernah menjadi Pengamat Tetap Takhta Suci untuk Dewan Eropa di Strasbourg. Sebelum penunjukan ini, ia menjabat sebagai Nuncio Apostolik (Duta Besar) untuk Kolombia sejak 2023.
Ia menggantikan Mgr. Edgar Peña Parra, yang telah menjabat sejak 2018. Dalam pidato perpisahannya, Mgr. Peña Parra mengenang masa jabatannya yang penuh tantangan, termasuk pengawasan ketat media dan yudisial terkait persidangan investasi properti di London yang sangat kontro.
Pengatur Kehidupan Kepausan
Di saat yang sama, Paus menunjuk Mgr. Rajič sebagai Prefek Rumah Tangga Kepausan. Jabatan ini memegang tingkat kepercayaan tertinggi karena bertanggung jawab langsung mengatur jadwal harian Bapa Suci, audiensi, serta upacara-upacara kepausan.
Mgr. Rajič adalah uskup berkebangsaan Kanada-Kroasia. Ia sebelumnya menjabat sebagai Nuncio Apostolik untuk Italia dan San Marino. Ia akan bertukar posisi dengan Mgr. Peña Parra, yang kini ditugaskan sebagai utusan Paus untuk Italia dan San Marino.
Rekam Jejak
Kedua diplomat ini membawa pengalaman internasional. Mgr. Rudelli masuk ke dinas diplomatik pada awal 2000-an. Pengalamannya di jantung tata kelola Vatikan (2006-2014) serta tugasnya di Zimbabwe dan Kolombia menjadikannya sosok yang matang dalam birokrasi Kuria.
Sedangkan Mgr. Rajič memiliki sejarah panjang bertugas di negara-negara mayoritas Muslim. Ia pernah menjabat di Iran, serta menjadi Nuncio untuk Kuwait, Bahrain, Qatar, Yaman, dan Uni Emirat Arab. Ia juga dikenal sukses memfasilitasi kesepakatan kerangka kerja antara Takhta Suci dan Angola pada 2019 terkait siaran radio Katolik, Radio Ecclesia.
Penunjukan ini menegaskan arah baru kepemimpinan Paus Leo XIV yang mengutamakan diplomat berpengalaman dengan pemahaman mendalam tentang dinamika global dan administrasi pusat Gereja. Dengan Mgr. Rudelli di Sekretariat Negara dan Mgr. Rajič di Rumah Tangga Kepausan, kendali operasional harian Vatikan kini berada di tangan dua tokoh yang telah teruji di berbagai zona diplomatik yang menantang.
