Home BERITA TERKINI Misa Krisma: Janji Imamat dan Sabda yang Menyentuh Hati

Misa Krisma: Janji Imamat dan Sabda yang Menyentuh Hati

0

AGATS, Pena Katolik – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Agats pada Selasa (31/03/2026), saat para imam Keuskupan Agats berkumpul untuk memperbarui janji imamat mereka dalam Misa Krisma di Katedral Agats. Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM, didampingi jajaran perangkat keuskupan dan dihadiri umat dengan penuh iman.

Dalam homilinya, Mgr. Aloysius menekankan bahwa tugas imamat melampaui pelayanan liturgi di dalam gereja. Beliau menegaskan bahwa para imam harus hadir secara nyata di tengah persoalan sosial masyarakat.

“Sabda Tuhan tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus menyentuh hati dan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Uskup juga mengajak para imam untuk mampu membaca tanda zaman dan menghadirkan solusi konkret bagi penderitaan umat. Momentum pembaruan janji ini menjadi refleksi agar para imam menjaga keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Dengan semangat baru, para imam diharapkan terus menjadi tanda harapan, kasih, dan terang yang relevan bagi seluruh umat di Keuskupan Agats.

Kursi Panas

Sementara di Atambua, 187 imam Keuskupan Atambua berkumpul di Gereja Katedral Atambua pada Selasa (31/03/2026) untuk mengikuti Misa Pembaharuan Janji Imamat. Perayaan yang dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, ini menjadi momentum sakral untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan para klerus di hadapan umat Allah.

Dalam homilinya, Mgr. Dominikus menggunakan analogi “kursi panas” untuk menggambarkan beratnya tantangan dan tuntutan hidup imamat di era modern. Beliau menekankan bahwa imam adalah nabi yang berbicara atas nama Tuhan dan pendoa yang membawa suara umat kepada Allah. “Hidup imamat tidak boleh lepas dari kedalaman doa dan penyertaan Roh Kudus; pelayanan tidak boleh dijalankan hanya dengan kekuatan manusiawi,” tegasnya.

Uskup juga memberikan pesan pastoral praktis, termasuk mengingatkan para imam agar mengelola finansial secara bertanggung jawab dan mempersiapkan homili dengan penuh refleksi tanpa kemarahan. Beliau menekankan bahwa upah terbesar seorang imam ada di surga, sehingga kesetiaan harus tetap dijaga meski dalam situasi sulit.

Menutup perayaan, Mgr. Dominikus mengajak para imam untuk pulang ke paroki masing-masing dengan semangat pembebasan dan perdamaian guna menyongsong hari raya Paskah. Melalui pembaruan janji ini, para imam diharapkan semakin setia menjadi saksi Kristus yang menghadirkan sukacita dan keselamatan bagi seluruh umat di Keuskupan Atambua.

Janji Imamat

Sebanyak 155 imam dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Malang berkumpul di Gereja Katedral Ijen untuk mengikuti Misa Krisma yang berlangsung khidmat pada Selasa (31/03/2026). Perayaan ini merupakan salah satu momen paling sakral dalam kalender liturgi Gereja Katolik menjelang Hari Raya Paskah.

Dalam misa tersebut, para imam secara bersama-sama memperbarui janji imamat mereka di hadapan Uskup dan ratusan umat. Prosesi ini menjadi simbol penguatan komitmen dan dedikasi para pelayan Tuhan dalam menjalankan tugas pastoral serta pelayanan kepada masyarakat.

Selain pembaruan janji, agenda utama dalam misa ini adalah pemberkatan minyak-minyak suci. Minyak tersebut meliputi Minyak Krisma, Minyak Katekumen, dan Minyak Pengurapan Orang Sakit yang akan didistribusikan ke seluruh paroki untuk penggunaan sakramen sepanjang tahun mendatang.

Kehadiran ratusan umat yang memadati Katedral Ijen menambah suasana kekhidmatan dan kebersamaan. Perayaan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi simbol persatuan gereja dan penguatan spiritual bagi seluruh elemen umat Katolik di Keuskupan Malang dalam menyambut misteri kebangkitan Kristus.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version