MAUMERE, Pena Katolik – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menghadiri pertemuan strategis bersama para Uskup se-Provinsi Gerejawi Ende dan Bupati se-daratan Flores-Lembata di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Kamis (12/3/2026). Dalam forum tersebut, Bupati yang akrab disapa Edi ini memaparkan visi kolaboratif antara pemerintah dan Gereja untuk menjawab tantangan sosial-ekonomi di NTT.
Edi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat mencapai angka progresif 6,11% pada 2025. Namun, ia menekankan tantangan besar pada struktur ekonomi yang masih didominasi sektor mentah. “Industri pengolahan kita baru 0,54%. Transformasi nilai tambah adalah keharusan agar masyarakat tidak sekadar jadi penonton,” tegasnya.
Dua sektor kunci yang disoroti adalah pariwisata Labuan Bajo yang menembus 500.000 wisatawan pada 2025, serta potensi ekonomi Rp 400 miliar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peluang ini, menurut Edi, harus ditangkap oleh petani dan nelayan lokal melalui penguatan SDM.
Terkait pendidikan, Ketua DPW NasDem NTT ini mendorong penguatan SMK dan revitalisasi pendidikan Katolik. Ia mengusulkan model sekolah Katolik negeri sebagai solusi pendanaan dan tata kelola berkelanjutan. Hal ini dinilai krusial untuk menekan angka migrasi ilegal dan perdagangan orang.
“Jika masyarakat punya keterampilan dan peluang ekonomi terbuka, migrasi menjadi pilihan bermartabat, bukan keterpaksaan,” imbuhnya.
Menutup paparannya, Edi menegaskan pentingnya sinergi otoritas agama dan sipil. “Umat bagi Gereja adalah masyarakat bagi pemerintah. Ketika kita melayani subjek yang sama secara bersama-sama, masa depan NTT yang lebih baik akan terwujud,” pungkasnya.
