Home BERITA TERKINI Balada Kue Sanca dan Daster Oma

Balada Kue Sanca dan Daster Oma

0

Romo Samuel Sonny Gunawan OP masih mengingat, suatu hari ketika masih di Sekolah Dasar, ia berencana ingin bermain “misa-misaan”. Namun, ia kebingungan, kira-kira benda apa yang dapat ia gunakan untuk menjadi kasula, yang dapat ia pakai layaknya seorang imam yang sedang merayakan Misa.

Sudah beberapa saat Elson, begitu ia disapa, mencari di dalam lemari baju namun ia tidak menemukan. Setelah beberapa saat, ada sebuah baju Panjang yang ia lihat terselip di antara pakaian-pakain lain. Sontak ia mengambil baju itu dan memotongnya, sedemikian rupa sampai menyerupai sebuah kasula yang biasa dipakai seorang imam ketika merayakan Misa. 

Dengan daster milik neneknya itu, akhirnya Elson bisa melakukan rencananya. Bermain misa-misaan pada suatu hari di rumahnya di Bojong Indah, Jakarta Barat. Kue sanca, makanan khas Tiongkok pun ia gunakan layaknya hosti.

Elson begitu Bahagia ketika bermain. Ia layaknya pastor paroki yang sedang memimpin Misa bersama umatnya. Sang oma yang melihat dasternya sudah menjadi “kasula” hanya tersenyum. 

“Keinginan saya menjadi imam sudah ada sejak kecil. Pas kecil saya suka bermain misa-misaan, saya potong daster oma untuk dijadikan kasula. Dan saya pakai kue sanca sebagai hosti,” kenang Romo Elson.

Panggilan dari Kecil

Sejak kecil, ketertarikan untuk menjadi imam sudah ada meskipun kadang ada kadang hilang. Ketika itu, ia “iri” mengapa imam yang memimpin Misa hostinya lebih besar, dibanding umat lain. Di masa kecilnya, ia lebih suka menghabiskan waktu dengan permainan misa-misaan ini, dibanding seperti temannya yang lain, yang lebih suka bermain game atau jenis permainan lain yang popular di masa itu.

Barangkali hal ini sudah menjadi tanda akan masa depan panggilan Elson. Perjumpaannya dengan para Frater Diosesan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) yang sesekali berkunjung ke Paroki St. Thomas Rasul Bojong Indah sedikit memberi pengetahuan tentang hidup membiara. Ketika di bangko SMP pun, Elson masih belum pasti menentukan kelanjutan, setelah nanti lulus. 

Kejelasan untuk masuk seminari justru baru terjadi saat Kepala Paroki Bojong Indah, Romo Ludo Reekmans CICM bertanya dan menawarinya masuk seminari. Tawaran itu pun ditanggapi Elson dengan “coba-coba”. Ia mendaftar saja, dengan berpikir, siapa tahu ini panggilannya. Alhasil, setelah tamat SMP St. Maria Juanda, Jakarta Pusat, Elson memilih melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Wacana Bhakti, Jakarta Selatan, seminari milik KAJ.

“Awalnya coba-coba, yang coba-coba ini akhirnya jatuh cinta,” kenang Romo Elson. 

Kedua orangtua Elson, Kristoforus Rudy J Gunawan dan Maria Yunita Ratna A Suwarna antara mendukung dan tidak mendukung pilihan sang buah hati untuk masuk seminari menengah. Namun, Romo Elson mengingat, ketika ia mulai masuk seminari, kedua orangtuanya menjadi semakin aktif di Gereja. Tahun 2007, pasca banjir besar di Jakarta, Elson dan keluarganya pindah ke Curug, Tangerang Selatan sampai saat ini. 

“Bapak sewaktu saya di seminari (Wacana Bhakti-red) selalu nanya kapan saya mau pulang, kalau ga betah ya pulang aja. Ibu juga begitu,” kenang Romo Elson.

Namun, Romo Elson mengingat dan meyakini, ada dukungan kuat dari keluarganya, ketika ia menjalani kehidupannya di seminari. Pada saat ia merasakan tantangan dalam panggilan, dan merasa ingin menyerah, di sinilah ibunya menguatkan. Ketika ia bercerita kepada ibunya, ingin keluar dari seminari menengah, sang ibu lah yang kemudian justru menguatkan.

“Yakin mau keluar, kan sudah jalan. Waktu saya ragu, ibu yang mendukung,” ujar Romo Elson. 

Jatuh bangun, Elson dapat menjalani kehidupan di seminari menengah. Ketika tiba saat ia harus menentukan kemana ia akan berlabuh selanjutnya, Elson berkesempatan mengikuti retret di Biara Trappist (Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae/OCSO) Rawaseneng, Temanggung. Elson mendapat bimbingan dari para rahib di biara kontemplatif itu. Satu yang diingat para rahib itu adalah sifat Elson yang “bawel”, ia senang berbicara dan bercerita. Pribadinya ramah dan ceria. Sifat ini yang terlihat, sehingga seorang rahib di sana menyarankan kepada Elson untuk mencari satu kongregasi atau ordo religius yang bisa mengakomodasi sifatnya ini. 

“Elson, kamu nih orangnya demen ngomong, kamu kalau masuk pertapaan kasian nanti. Coba cari kamu bisa mencari kongregasi atau ordo yang dapat mengakomodasi sifat kamu ini,” demikian Romo Elson mengenang saat retret di Biara Trappist, saat masih di Seminari Menengah.

Dari Indomie dan Nasi Goreng 

Membawa saran itu, Elson kemudian pulang ke seminari. Di sini, ada cerita lain yang kelak ikut menentukan pilihan panggilan Elson selanjutnya. Saat itu, di dapur seminari, ada tiga sosok suster dari Ordo Pewarta (Ordo Praedicatorum/OP) yang melayani di sana. Satu yang diingatnya adalah Sr. Yovita OP. Di sinilah cerita panggilannya berlanjut, dan menjadi awal perjumpaannya dengan Ordo St. Dominikus ini. 

“Saya masuk Dominikan ini karena dapur, panggilan saya nih ‘murah sekali’ karena indomie, dan nasi uduk, dan coklat,” ujarnya mengenang kehidupannya di seminari dan perkenalannya dengan para Suster Dominikan.

Sesekali ketika di seminari, Elson mendatangi dapur seminari untuk “menyapa” suster yang bekerja di sana. Namun, nyatanya ada maksud lain, ia berharap mendapat makanan di sana. Pada beberapa kesempatan, ia diberi Indomie, nasi uduk dan coklat. Dari sinilah, yang awalnya ia mulai mengenal para Suster Dominikan, ia kemudian juga mengenal Ordo Pewarta. 

Romo Elson mengingat, imam Dominikan pertama yang ia kenal adalah Romo Adrian Adiredjo OP. Ia juga ikut saat Tahbisan Romo Andreas Kurniawan OP tahun 2009. Di sinilah, ketertarikannya kepada Ordo Pewarta semakin mendalam. Ia tertarik karena di dalam ordo ini, spiritualitas kontemplatif dan aktif. Di sini, ia dapat menghidupi keduanya. Ia dapat menjadi religius yang pendoa, namun sekaligus juga memiliki karya di tengah umat.

“Pertama dan utama buat saya, hidup yang aktif dan kontemplatif, saya secara ga langsung menyadari, saya butuh komunitas,” ujar Romo Elson menceritakan alasannya memilih Ordo Pewarta.

Hadir di Tengah Umat

Akhirnya, Elson pun masuk dan bergabung dengan Ordo Dominikan. Ia mengenang. Tidak mudah memulai kehidupan di Biara Dominikan. Ia memulainya di Surabaya, dan kemudian melanjutkan masa formasinya sampai menyelesaikan pendidikan S2 Pewartaan di Universitas St. Thomas Manila, Filipina. Selama masa ini, Frater Elson mengenang bahwa perjuangannya menjalani panggilan sangat terbantu karena adanya teman-teman komunitasnya. 

“Hari pertama saya di Filipina, rasanya sudah mau pulang saya. Namun teman-teman komunitas saya membuat saya semakin maju dan semakin berkembang,” kenangnya. 

Romo Elson menyadari, kehadirannya di komunitas adalah kunci panggilannya. Di komunitas ia mendapat dukungan, ia juga merasakan ada perasaan saling mendukung di antara setiap anggota komunitas ini. Ia pun semakin mencintai panggilannya. Ketika ditanya siapa sosok orang kudus Dominikan yang menjadi idolanya. Ia menyebut St. Dominikus, St. Martin de Porres, St. Vincentius Ferrer, dan Beato Giorgio Frasati.

Ketika nanti telah ditahbiskan, Romo Elson ingin menjadi imam yang hadir di tengah umat. Intinya, menjadi imam harus ada untuk umat. Dalam dirinya ia ingin berpegang pada “ministry of present”, ‘karya kehadiran’. Seperti pesan Paus Fransiskus, ia ingin menjadi “imam yang berbau domba”, hadir dan melayani umatnya. 

“Kalau saya ditanya ingin menjadi seperti apa, saya ingin menjadi imam yang hadir di tengah umat,” ujarnya.

Ketika menjadi imam,Romo Elson ingin berusaha menjadi teman seperjalanan bagi umat-umatnya. Romo Elson akan ditahbiskan menjadi imam di Gereja St. Helena, Curug, Tangerang Selatan. Misa tahbiskan oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo. (AES)

<<Dibuat dalam box khusus>>

Profil : Romo Samuel Sonny Gunawan, OP

Lahir : Jakarta, 4 September 1992

Perjalanan Formasi

Aspiransi : 2011-2013 (Surabaya, Indonesia)

Postulansi : 2013-2014 (Calamba, Filipina)

Novisiat : 2014-2015 (Manaoag, Filipina)

Kaul Pertama (OP) : 23 Mei 2015 (Manaoag, Filipina)

Kaul Kekal (OP) : 25 April 2018 (Quezon City, Filipina)

Penerimaan Lektor : 20 Agustus 2019 (Quezon City, Filipina)

Penerimaan Akolit : 20 Agustus 2020 (Quezon City, Filipina)

Tahbisan Diakon: 19 Maret 2024 (Quezon City, Filipina)

Riwayat Pendidikan

Seminari Wacana Bhakti, Kolese Gonzaga Tahun Lulus: 2011

S1 Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala (Tahun Lulus, 2017) 

S1 Teologi Universitas Universitas Santo Tomas (Tahun Lulus, 2021) 

S2 Preaching Universitas Institute of Preaching (Tahun Lulus, 2023)

Moto Panggilan: “Simplex Fac Cor Meus” (PSALMUS LXXXV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Efek Suara Mitologis Memperkuat Atmosfer Dramatis dalam Gates of OlympusCatatan MBG Membantu Mengevaluasi Strategi dan Variasi Hasil Gates of OlympusBonus Kilat Berantai Membentuk Perubahan Tempo dalam Gates of OlympusFreespin Starlight Princess Mengubah Ritme Permainan melalui Aktivasi Fitur KhususEfek Cahaya Kosmik Memperkuat Identitas Visual dan Fitur Bonus Starlight PrincessGame PG Soft Memperkenalkan Ragam Tema dan Mekanisme melalui Eksplorasi Awal PemainWild Perak Mahjong Ways Berperan dalam Pembentukan Kombinasi Simbol PermainanMahjong Wins Menjadi Pilihan Hiburan Digital untuk Mengisi Waktu SenggangRutinitas Sebelum Bermain Membentuk Cara Pengguna Memulai Sesi Game PG SoftDistribusi Simbol Mahjong Ways 2 Dapat Diamati melalui Frekuensi dan Urutan KemunculanRiset MBG Membandingkan Konsistensi Pola Sweet Bonanza pada Berbagai SesiRiset MBG Menganalisis Pola Freespin Fire Strike melalui Data Beberapa PutaranAnalisis Magma Mengamati Distribusi Simbol dan Variasi Pola dalam Sugar RushFluctometer dan Quantumeter RC1 Mengatur Dinamika Reaksi Simbol pada ReactoonzTiga Dewa Utama Membentuk Karakter dan Mekanisme Permainan Rise of OlympusTeknologi Mahjong Ways 2 Menghubungkan Respons Sistem dengan Alur PermainanKemudahan Akses Digital Dapat Meningkatkan Risiko Kebiasaan Judi Online BerulangPersiapan Sebelum Bermain Menunjukkan Perbedaan Kebiasaan Pengguna Game PG SoftMenggali Mekanisme Suara dalam Gates of Olympus untuk Pengalaman Lebih MendalamPeran Teknologi dalam Menganalisis Efektivitas Permainan Gates of OlympusKombinasi Fitur Girl Power Membentuk Variasi Interaksi Simbol pada Moon PrincessPerangkat Mobile Mengubah Cara Pengguna Berinteraksi dengan Game OnlinePerubahan Kebiasaan Bermain Menunjukkan Pergeseran Pola Interaksi Pengguna DigitalRencana Fleksibel Membantu Menjaga Pekerjaan Tetap Terstruktur saat Kondisi BerubahEkspektasi Realistis Membantu Mengevaluasi Perkembangan secara Lebih ObjektifScatter Beruntun Mahjong Ways Dapat Dianalisis melalui Perubahan Pola SimbolPengelolaan Sesi Mahjong Ways Membantu Menjaga Ritme Bermain Tetap TerkontrolPerubahan RTP Live Harian Perlu Dibaca sebagai Variasi Data, Bukan Prediksi HasilPutaran Otomatis Mahjong Ways 2 Dapat Diatur melalui Ritme dan Batas SesiWild Dinamis Mahjong Ways Berperan dalam Mekanisme Bonus dan Kombinasi SimbolKajian Bonanza Gold Membahas Asian Games 2026 melalui Beragam Perspektif DigitalMitos Populer Perlu Dibandingkan dengan Fakta melalui Penilaian yang KritisGangguan Aktivitas Harian Dapat Menjadi Tanda Kebiasaan Judi Online Mulai BermasalahKebiasaan Judi Online Berulang Dapat Memengaruhi Hubungan dan Lingkungan KeluargaJudi Online Dapat Memengaruhi Pola Pikir dan Pengelolaan Keuangan PribadiGirl Power MP1 Mengatur Interaksi Fitur Utama dalam Moon PrincessGrafis Mahjong Ways Berkembang mengikuti Standar Visual Permainan Digital ModernAntarmuka Mahjong Ways Berkembang Seiring Perubahan Pola Interaksi PenggunaPerilaku Pengguna dalam Mengoptimalkan Kombinasi Simbol di Mahjong WaysMahjong Ways Menonjol melalui Karakter Mekanisme dalam Hiburan Digital ModernMahjong Ways 2 Menggabungkan Respons Sistem, Animasi, dan Alur PermainanAnalisis Probabilitas dalam Distribusi Simbol Permainan Mahjong Ways 2Observasi Beberapa Sesi Membantu Membandingkan Ritme Permainan Mahjong Ways 2Game Mahjong PG Soft Berkembang melalui Diversifikasi Tema dan Konsep PermainanTanda Perubahan Pola Tingkah Laku dalam Judi Online Melalui Desain VisualStrategi Adaptif Membantu Menyesuaikan Keputusan saat Ritme Permainan BerubahFokus Pemain Mahjong Ways Dipengaruhi Pengelolaan Konsentrasi selama SesiBaccarat Digital Menunjukkan Variasi Hasil melalui Mekanisme Permainan yang KompleksData Harian Membantu Mengamati Variasi Kombinasi dalam Permainan DigitalVariansi Reactoonz Membentuk Perubahan Ritme dan Dinamika PermainanScatter dan Wild Dapat Dianalisis melalui Simulasi Probabilitas PermainanAktivitas Pemain Mahjong Ways Dapat Diamati melalui Respons Sistem DigitalEvolution Gaming Mengembangkan Infrastruktur Real Time untuk Mendukung Permainan DigitalRTP Membantu Memahami Karakter Matematis Permainan, Bukan Menentukan Arah HasilMahjong Ways 2 Dapat Dianalisis melalui Pola Permainan dan Informasi RTP LiveMahjong Ways Mengalami Perubahan Ritme antara Fase Awal dan Pertengahan SesiPola Fraktal Dapat Digunakan untuk Mengamati Keteraturan dalam Variasi Data PermainanHubungan Antara RTP dan Interaksi Pemain dalam Mahjong WaysDesain Visual Mahjong Ways Menonjolkan Detail Simbol sebagai Identitas PermainanMekanisme Mahjong Ways sebagai Representasi Tradisi dan Budaya TionghoaAdaptasi Resolusi Dinamis Menjaga Performa Grafis pada Beragam SmartphoneMahjong Wins 3 Memanfaatkan Efek Visual dalam Media InteraktifStrategi Cross-Platform Menyatukan Pengalaman Permainan pada Berbagai PerangkatSweet Bonanza 1000 Memanfaatkan Audio Adaptif dalam Media InteraktifSweet Bonanza Memanfaatkan Cloud Synchronization untuk Konsistensi AntarperangkatTeknologi Imersif Memperkaya Permainan Digital melalui Interaksi Lebih NaturalTinjauan Infrastruktur Cloud Menilai Dukungan terhadap Permainan MultiplatformTransisi Starlight Princess Memperhalus Perpindahan Elemen pada Antarmuka MobileVisualisasi Mahjong Wins 2 Memperjelas Informasi melalui Elemen InteraktifWild Bandito Memanfaatkan Kompresi Aset untuk Mempercepat PemuatanAkselerasi Mahjong Wins 2 Meningkatkan Efisiensi Rendering pada SmartphoneAksesibilitas Starlight Princess Menyesuaikan Kontrol untuk Beragam PenggunaAnalisa Cloud Gaming Menilai Efisiensi Pemrosesan pada Infrastruktur ModernBarometer Media Digital Mengukur Transformasi Pengalaman Interaktif PenggunaCloud Synchronization Menghubungkan Progres Permainan pada Ekosistem MultiperangkatEksklusif Gaming Interaktif Mengulas Perkembangan Media Digital MultiplatformEkspansi Kasino Online Menghubungkan Platform dengan Berbagai Perangkat DigitalEvaluasi Touch Response Mengukur Kecepatan Umpan Balik Antarmuka SmartphoneGame Digital Memanfaatkan Augmented Reality untuk Pengalaman Lebih ImersifGame Online Memanfaatkan Serverless Computing untuk Layanan Lebih FleksibelSinkronisasi Mahjong Wins 3 Menjaga Keselarasan Data Antarperangkat PenggunaStarlight Princess 1000 Memanfaatkan Animasi Responsif dalam Media InteraktifStrategi Cloud Gaming Mengurangi Ketergantungan Pemrosesan pada Perangkat LokalSweet Bonanza 1000 Memanfaatkan Audio Visual dalam Interaksi DigitalTouch Optimization Meningkatkan Akurasi Kontrol pada Antarmuka Game MobileVirtualisasi Layanan Memisahkan Komponen Sistem untuk Pengembangan Lebih FleksibelVisualisasi Mahjong Ways 2 Memperjelas Informasi melalui Elemen Grafis DinamisWebGL Rendering Menghadirkan Grafis Interaktif Langsung melalui Browser MobileWebSocket Interaktif Menjaga Pertukaran Data Dua Arah secara BerkelanjutanWild Bandito Mengintegrasikan Audio Adaptif dengan Interaksi Pengguna MobileAdaptasi Antarmuka Kontekstual Menyesuaikan Kontrol dengan Orientasi PerangkatAnalisis Performa Mobile Menilai Efisiensi Grafis pada Perangkat ModernBarometer Digitalisasi Game Mengukur Perkembangan Teknologi dalam Media InteraktifCaching Wild Bandito Menyimpan Elemen Digital untuk Akses Lebih CepatDesain Starlight Princess Menyatukan Animasi dengan Navigasi InteraktifDigitalisasi Mahjong Wins 3 Memperluas Pengalaman Permainan melalui MultiplatformEksklusif Mobile Gaming Mengulas Transformasi Kontrol pada Perangkat SentuhEkspansi Kasino Online Memperluas Kompatibilitas pada Berbagai Platform MobileEvaluasi Adaptive Streaming Mengukur Stabilitas Media pada Koneksi BerubahGame Digital Mengembangkan Mekanisme Interaksi melalui Sensor Perangkat Mobile
Exit mobile version