VATIKAN, Pena Katolik – Paus Leo XIV kembali menunjukkan dukungan nyata bagi rakyat Ukraina yang menderita akibat perang berkepanjangan. Melalui Dikasteri untuk Pelayanan Amal, Paus mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa 80 generator listrik, makanan, dan obat-obatan ke wilayah yang paling terdampak serangan musim dingin.
Menurut laporan Vatican News, tiga truk berangkat dari Roma membawa generator untuk membantu komunitas yang kehilangan pasokan energi akibat serangan berulang terhadap infrastruktur listrik. Suhu malam di Ukraina mencapai minus 15 derajat Celsius, memaksa banyak keluarga mencari perlindungan di tempat penampungan. Generator ini diharapkan dapat menyediakan listrik dan pemanas di lokasi-lokasi tersebut, sekaligus menjamin adanya makanan hangat bagi para pengungsi.
Selain generator, Paus juga mengirimkan makanan serta obat-obatan dalam jumlah besar, termasuk antibiotik, anti-inflamasi, suplemen, dan melatonin yang sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat tidur di tengah ketakutan dan stres akibat serangan. Bantuan ini berangkat dari Basilika St. Sophia di Roma, gereja komunitas Ukraina di Italia, dan telah tiba di Fastiv serta Kyiv. Distribusi dilakukan melalui jaringan paroki di keuskupan setempat.
Langkah ini bukan yang pertama. Pada 28 Desember 2025, Paus Leo XIV juga mengirimkan tiga truk berisi makanan khusus yang dapat larut dalam air dan menjadi sup bergizi, dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga sipil di kondisi perang. Kardinal Konrad Krajewski, Almoner Kepausan, saat itu menjelaskan bahwa bantuan tersebut dirancang agar praktis dan bernutrisi tinggi.
Paus Leo XIV secara konsisten mengecam perang di Ukraina. Dalam doa Angelus pada 11 Januari, ia menyesalkan serangan Rusia yang menyebabkan lebih dari satu juta rumah tangga di wilayah Dnipropetrovsk kehilangan air dan pemanas.
“Serangan baru, terutama terhadap infrastruktur energi, justru saat musim dingin semakin keras, sangat menghantam penduduk sipil,” ujar Paus.
Dengan bantuan terbaru ini, Paus Leo XIV menegaskan kembali komitmen Gereja Katolik untuk hadir bersama rakyat Ukraina, tidak hanya melalui doa dan seruan perdamaian, tetapi juga dengan aksi nyata yang membawa harapan di tengah penderitaan.
