Home BERITA TERKINI Ketiadaan Paus Yohanes XX dan Cerita Paus Perempuan

Ketiadaan Paus Yohanes XX dan Cerita Paus Perempuan

0

VATIKAN, Pena Katolik – Pertanyaan tentang mengapa tidak ada Paus Yohanes XX sering muncul dalam sejarah Gereja. Sebagian orang mengaitkannya dengan legenda Paus Perempuan (Pope Joan), namun sebenarnya alasannya karana waktu itu para cardinal salah memberi nomor.

Pada tahun 1276, Kardinal Peter Rebuli-Juliani — yang dikenal sebagai “orang Spanyol” meski sebenarnya berasal dari Portugal — terpilih menjadi Paus. Ia memilih nama Yohanes XXI, karena mengira bahwa Paus Yohanes sebelumnya sudah menggunakan angka XX. Sayangnya, ia keliru.

Kesalahan ini terjadi dan berakar dari penomoran yang tidak konsisten sejak akhir abad ke-10. Ini misalnya, Yohanes Philagathus, yang menyebut dirinya Yohanes XVI, secara ilegal mengklaim sebagai Uskup Roma. Dalam sejarah Gereja, sosok seperti ini disebut antipaus. Akibatnya, penomoran Paus Yohanes berikutnya menjadi kacau karena Philagathus tidak dihitung secara resmi. Meski kemudian kesalahan ini diperbaiki, penomoran Paus yang sudah wafat tidak diubah lagi.

Setelah Paus Yohanes XIX (1024–1032), penomoran langsung melompat ke Yohanes XXI (1276–1277). Masa kepemimpinan Yohanes XXI sangat singkat; ia wafat setelah setahun lebih menjabat. Ia wafat karena runtuhnya langit-langit rumah kepausan di Viterbo. Menariknya, ia mungkin satu-satunya Paus yang meninggal karena kecelakaan, bukan karena usia, sakit, atau dibunuh. Ia juga menjadi satu-satunya Paus asal Portugal hingga kini.

Kebingungan ini kemungkinan menjadi salah satu alasan mengapa setelah wafatnya Paus Yohanes XXII (1316–1334), tidak ada Paus yang berani menggunakan nama Yohanes selama enam abad. Baru pada abad ke-20, Angelo Roncalli memilih nama Yohanes XXIII.

Cerita Paus Perempuan

Ada pula teori lain yang menyebut bahwa angka yang hilang adalah pengingat akan pontifikat Pope Joan. Menurut legenda, seorang perempuan menyamar sebagai laki-laki dan memimpin Gereja selama dua setengah tahun mulai tahun 855, dengan nama Yohanes VIII. Kisah ini menyebut bahwa penyamarannya terbongkar ketika ia hamil dan melahirkan saat mengikuti prosesi di Roma.

Asal-usul cerita ini tidak jelas, namun legenda Paus Perempuan sangat populer terutama pada masa Reformasi. Kaum Protestan sering menggunakannya sebagai bukti kelemahan dan kebodohan klerus Katolik. Popularitas legenda ini begitu besar hingga pada tahun 1647.

Menariknya, kisah ini dibahtah oleh pemikir dari kalangan Protesatans endiri. Seorang Protestan Prancis bernama David Blondel menerbitkan risalah ilmiah di Amsterdam yang membuktikan bahwa kisah tersebut palsu. Kini, para sejarawan sepakat bahwa sosok Pope Joan tidak pernah ada.

Hmm, pernah salah juga ya para kardinal saat menomori Paus yang terpilih.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version