Home BERITA TERKINI Proses Kanonisasi Sr. Adele Brice, Saksi Penampakan Maria Pertama di Amerika Serikat

Proses Kanonisasi Sr. Adele Brice, Saksi Penampakan Maria Pertama di Amerika Serikat

0

GREEN BAY, Pena katolik – Gereja Katolik resmi membuka proses kanonisasi bagi Sr. Adele Brice (1831–1896), seorang imigran asal Belgia yang dikenal sebagai saksi penampakan Maria pertama dan satu-satunya yang diakui di Amerika Serikat. Dekret pembukaan proses ini diumumkan oleh Uskup David Ricken di Katedral St. Francis Xavier, Green Bay, Wisconsin, 30 Januari 2026.

Sr. Adele Brice, seorang perempuan sederhana yang buta huruf dan kehilangan penglihatan pada satu mata akibat kecelakaan masa kecil, mengabdikan hidupnya untuk mengajar anak-anak dan keluarga tentang iman Katolik. Ia menerima tiga penampakan Maria di Champion, Wisconsin, di mana Bunda Maria memintanya untuk mengajar anak-anak tentang iman. Sejak itu, Brice berjalan kaki dari desa ke desa, mengenakan habit meski bukan seorang suster resmi, dan dengan tekun mewartakan Injil di tengah kemiskinan dan tantangan hidup.

Salah satu peristiwa paling dikenang adalah kebakaran besar tahun 1871. Saat api mengepung kapel dan sekolah yang dibangun Sr. Brice. Ia bersama umat berdoa di sekeliling pagar. Api berhenti tepat di batas pagar, kapel dan sekolah selamat, dan hujan turun keesokan harinya. Peristiwa ini dianggap sebagai mukjizat perlindungan Maria.

Mgr. Ricken menegaskan bahwa pembukaan proses kanonisasi ini menjadi langkah penting dalam menemukan lebih banyak santo dan santa dari Amerika.

“Adele adalah teladan iman yang radikal, seorang perempuan sederhana yang hidup dengan kebajikan heroik,” ujarnya.

Peristiwa bersejarah ini disambut antusias oleh banyak keluarga muda yang hadir.

“Sr. Adele dipanggil untuk mengajar anak-anak iman Katolik, dan malam ini kita melihat anak-anak dan keluarga datang berdoa. Ia masih melakukannya,” tambah Mgr. Ricken.

Dengan dibukanya proses ini, Adele Brice kini resmi bergelar Hamba Allah, tahap awal menuju pengakuan sebagai santa. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bahwa kesetiaan sederhana kepada panggilan Tuhan dapat membawa terang bagi generasi dan bangsa.

“Ia tidak pernah menyerah. Dengan iman, ia mampu memindahkan gunung,” kata Pastor John Girotti, Vikaris Jenderal Keuskupan Green Bay. Lebih dari 200.000 peziarah datang ke tempat penampakan tahun lalu, menjadikannya pusat doa dan pengharapan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version