Home BERITA TERKINI Kardinal Ignatius Suharyo Rayakan 50 Tahun Imamat: “Saya Sudah Mengirim Surat Pengunduran...

Kardinal Ignatius Suharyo Rayakan 50 Tahun Imamat: “Saya Sudah Mengirim Surat Pengunduran Diri dan Sudah Dijawab”

0

JAKARTA, Pena Katolik – Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menandai 50 tahun pengabdian imamatnya dengan misa syukur yang digelar di Gereja Katedral Jakarta pada Senin sore, Jakarta, 26 Januari 2026. Perayaan ini menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang pelayanan dan kontribusinya bagi Gereja Katolik serta masyarakat luas.

Misa syukur dipimpin langsung oleh Kardinal Suharyo bersama para uskup regio dan anggota Kuria Keuskupan Agung Jakarta. Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh Gereja dan undangan dari berbagai kalangan, menambah khidmat suasana perayaan.

Kardinal Suharyo menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan dalam berbagai macam cara agar ia dapat terus melajutkan pelayannya sebagai imam. Pada akhir Misa menjelang berkat penutup, Kardinal Suharyo menceritakan perihal surat pengunduran dirinya sebagai uskup yang sudah ia kirimkan kepada Paus saat usianya ke-75 tahun. Ia menceritakan bahwa surat itu pun sudah dijawab oleh Vatikan. Kar

“Saya semestinya sudah selesai pelayanan saya sebagai uskup Keuskupan Agung Jakarta pada bulan Juli tahun yang lalu. Menurut aturan Hukum Gereja, pada usia 75 tahun, seorang uskup mesti menulis surat pengunduran diri. Surat saya sudah dijawab, diberikan oleh Mgr. Michael ini kepada saya, isinya tugas pelayanan saya di Keuskupan Agung Jakarta masih dilanjutkan sampai bulan Juli 2027,” demikian pungkas Kardinal Suharyo.

Pada saat homily, Kardinal Suharyo merenungkan dari Surat Kepada Orang Ibrani, yang menurutnya satu-satunya surat dalam Perjanjian Baru, yang menampilkan Yesus sebagai Imam Agung, yang menaruh belas kasih dan setia kepada Allah. Ia mengungkapkan, kutipan ini ia sisipkan kepada surat kepada para diakon yang akan ditahbiskan menjadi imam.

“Agar para imam yang akan ditahbiskan, seperti Yesus Sang Imam Agung, menaruh belas kasih dan setia kepada Allah,” ujarnya.

Kardinal Ignatius Suharyo bersama para uskup saat memimpin Misa Syukur 50 Imamat di Katedral Jakarta. Katedral Jakarta

Kardinal Suharyo juga menceritakan tentang moto tahbisannya dari salah satu Surat Paulus “Dengan segala rendah hati, aku melayani Tuhan”. Kutipan ini menjadi penghiburan baginya sekaligus menguatkan saat ia menerima tugas perutusan sebagai uskup pada tahun 1997.

“Dengan demikian, kerendahan hari adalah dasar, tempat keutamaan lain akan tumbuh,” ujarnya.

Kardinal Suharyo juga menceritakan ketika ia mendapat penghiburan dari Kardinal Julius Darmaatmaja SJ, saat ia ditunjuk menjadi Uskup Agung Semarang.

“Romo mesti ingat keyakinan dalam iman kita, bahwa penugasan menyertakan rahmat yang dibutuhkan. Gratia status, kata-kata ini sangat meneguhkan,” ungkapnya.

Kardinal Suharyo juga bercerita tentang tiga kata kunci sebagai uskup: “baik, terima kasih, lanjutkan. Dua hal ini menjadi penghiburnya saat menerima pelayanan sebagai uskup, baik saat menjadi uskup di Keuskupan Agung Semarang dan Keuskupan Agung Jakarta.

Kardinal Suharyo lahir di Sedayu, Yogyakarta, pada 1950 dari sebuah keluarga besar yang melahirkan beberapa panggilan religius. Sejak usia muda, ia menempuh pendidikan di Seminari Mertoyudan, kemudian melanjutkan ke Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan, Yogyakarta. Dedikasinya dalam studi teologi membawanya hingga ke Roma, di mana ia meraih gelar doktoral dari Universitas Urbaniana pada 1981.

Lima dekade lalu, tepatnya 26 Januari 1976, Ignatius Suharyo ditahbiskan menjadi imam. Sejak saat itu, perjalanan imamatnya terus berkembang, mengakar dalam pelayanan Gereja dan masyarakat, hingga kini mencapai tonggak emas 50 tahun pengabdian.

Kardinal Ignatius Suharyo

Lahir di Sedayu, Yogyakarta, tahun 1950.

Pendidikan dan Formasi

  • Memasuki Seminari sejak SMP di Mertoyudan, Magelang.
  • Melanjutkan ke Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan, Yogyakarta.
  • Ditahbiskan sebagai Imam pada 26 Januari 1976.
  • Meraih gelar Doktor Teologi Biblicum dari Universitas Urbaniana, Roma, Italia, tahun 1981.

Karier Akademis

  • Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teologi.
  • Guru Besar Ilmu Teologi.
  • Direktur Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Pelayanan Gerejawi

  • 21 April 1997: Diangkat sebagai Uskup Agung Semarang, menggantikan Julius Kardinal Darmaatmadja.
  • 22 Agustus 1997: Tahbisan Uskup dengan moto Serviens Domino Cum Omni Humilitate (Aku melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, Kis 20:19).
  • 2 Januari 2006: Diangkat sebagai Uskup Agung Ordinariat Militer Indonesia.
  • 25 Juli 2009: Pengangkatan sebagai Uskup Agung Koajutor Jakarta
  • 28 Juni 2010: Menjadi Uskup Agung Jakarta.
  • 2012–2022: Menjabat sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
  • 5 Oktober 2019: Diangkat sebagai Kardinal oleh Paus Fransiskus.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Dead Spin Mahjong Wins 2Volatilitas Dead Spin Mahjong Wins 3Probabilitas Mix Parlay 10 TimScatter Starlight Princess 1000Black Scatter 60 PutaranSimbol Black ScatterSistem Tumble Sweet BonanzaReel Adaptif dan Pengalaman MobileDesain Visual Starlight PrincessDinamika Mahjong Wins 3Distribusi Simbol Reel DigitalPerubahan Tempo Gates of OlympusVariasi Hasil Setiap PutaranStabilitas Transisi Real-TimeEfek Visual MultiplierSinkronisasi Real-Time Gates of OlympusAnimasi Multiplier Starlight PrincessCascade Bertingkat Mahjong WaysDesain Responsif Sweet BonanzaEvolusi Platform Permainan DigitalStatistik dan Pengalaman PenggunaDesain Mobile Permainan DigitalFitur Baru Mahjong Ways 2Cascade dan MultiplierFrekuensi Simbol dan ProbabilitasEvolusi Mahjong DigitalSuper Scatter dan Kecepatan FramePower of Thor MegawaysPopularitas Buffalo King MegawaysTempo Gates of Olympus
Sistem Variabel MegawaysAudio Visual Gates of OlympusProbabilitas dan Distribusi MultiplierPopularitas Mahjong WaysStatistik dan Pengalaman PenggunaTransformasi Baccarat DigitalKomunitas Gamer dan Turnamen OnlineDesain Starlight PrincessPendekatan Alternatif Mahjong Ways 2Respons Visual Mahjong WaysDesain Mobile Permainan DigitalFitur Mahjong Ways 2Cascade dan MultiplierFrekuensi Simbol dan ProbabilitasEvolusi Mahjong DigitalMekanisme Mahjong Ways 2Dinamika Bonanza GoldPerbandingan Mahjong Ways 2 dan Edisi PertamaDesain Bonanza GoldVisual dan Fitur Bonanza GoldScatter Mahjong Ways 100 PutaranVolatilitas dan IntervalStabilitas Sistem pada Fase KritisVisual Nusantara Mahjong Ways 2Kecepatan Spin Gates of OlympusPopularitas Mahjong Ways di IndonesiaGame Bertema Asia dan Mahjong WaysMahjong Ways 2 sebagai Ikon Game OrientalIndustri Kasino Online dan Transformasi DigitalMobile Gaming dan Mahjong WaysReel Dinamis Mahjong Ways 2Animasi Gates of OlympusCascade Mahjong WaysVisual Starlight PrincessMultiplier Real Time Sweet Bonanza
Fase Multiplier dan Tempo SpinPerubahan Mahjong Ways 2Pola Scatter Mahjong Ways 2Lima Game PopulerAnalisis 1.000 Putaran Mahjong WaysTempo Spin Mahjong WaysTampilan Modern Mahjong Ways 2Mahjong Ways 1 vs Mahjong Ways 2Popularitas Mahjong WaysIndustri Gaming Asia dan Mahjong WaysBudaya Klasik dan Teknologi Mahjong WaysKomunitas Mobile Mahjong WaysVolatilitas dan RTP Game DigitalAI dan Sistem RTPAI untuk Transparansi PermainanTeknologi PG Soft dan Gaming MobileAnalisis Data Visual Permainan DigitalEvolusi Gates of OlympusMultiplier Gates of OlympusInterval Putaran Gates of OlympusPopularitas Sweet BonanzaVisual Sweet BonanzaTreasures of AztecTren Game Mobile 2026Perubahan Cara Menikmati Game OnlineKomunitas Gaming AsiaMasa Depan Gaming DigitalMemulihkan Kepercayaan Diri setelah KekalahanMenjaga Fokus dan Mengendalikan EmosiRitme Santai Sweet BonanzaSlow Spin Gates of OlympusAnggaran Bermain Gates of OlympusDurasi Sesi Starlight PrincessAnggaran Sesi Mahjong WaysStatistik Pola Kartu BaccaratPeluang Permainan MejaAturan Perjudian DaringKomunitas Pemain Kartu Daring IndonesiaPerubahan Kebiasaan Mengisi Waktu LuangEvolusi Roda Roulette
Exit mobile version