Home RENUNGAN Bacaan dan Renungan Hari Senin 2 Februari 2026, Pesta Yesus Dipersembahakan di...

Bacaan dan Renungan Hari Senin 2 Februari 2026, Pesta Yesus Dipersembahakan di Kenisah (Putih) 

0

Bacaan I – Maleakhi 3:1-4

“Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya.”

Beginilah firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tuhan yang kamu cari itu dengan mendadak akan masuk ke bait-Nya. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya, Ia datang.

Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan.

Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 24:7.8.9.10

Ref. Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan

  • Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  • Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!
  • Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan.
  • Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

Bait Pengantar Injil Lukas 2:32

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Dialah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel. Alleluya.

Bacaan Injil – Lukas 2:22-40

“Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.”

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.”

Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.

Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel; Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah.

Ketika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya, untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel, dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang. Ada juga di situ seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana.

Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Pada saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah Hana pun datang ke Bait Allah, dan bersyukur kepada Allah serta berbicara tentang Anak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf serta Anak Yesus ke kota kediamannya, yaitu Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

***

Saat Yesus Dipersembahkan

Pesta Yesus dipersembahkan di kenisah sudah sejak abad ke-5 dirayakan di kota Yerusalem (Ritus Timur), dan sejak abad ke-6 diperluas ke seluruh Gereja Barat. Di Roma pesta ini dirayakan dengan nada pertobatan, sedangkan di Perancis dengan pemberkatan meriah dan perarakan lilin, sehingga sekarang masih dikenal sebagai “Misa Terang”. Sejak tahun 1960 perayaan ini ditetapkan sebagai “Pesta Tuhan”, sebelumnya dikenal dengan “Pesta Maria”.

Pada hari ini kita memperingati peristiwa mulia Kanak-kanak Yesus dipersembahkan kepada Allah oleh orangtua-Nya pada hari ke-40 sesudah kelahiran-Nya, sesuai dengan peraturan Hukum Taurat yang berlaku bagi setiap anak laki-laki sulung. Dalam diri Anak itu, Simeon yang sudah tua mengenal Sang Mesias, yang disebutnya “Terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa”.

Secara tradisional pada hari ini diadakan Perarakan Lilin atau sedikitnya Pemberkatan Lilin untuk menyambut dan menghormati Yesus yang “datang ke kenisah-Nya sebagai Terang bagi bangsa-bangsa”

Pada awal petikan dari Luk 2:22-40 yang dibacakan pada perayaan Yesus dipersembahkan di Bait kali ini disebutkan, ketika sudah tiba waktu penyucian menurut hukum Musa, maka orang tua Yesus membawanya ke Yerusalem (Yunaninya di sini “Hierosolyma”) dan mempersembahkannya kepada Tuhan seperti diperintahkan dalam Taurat (Im 12:6.8), yakni “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.”

Tambahan pula mereka juga perlu mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor merpati”. Selanjutnya dalam ayat 25 di sebutkan, di Yerusalem (di sini Yunaninya “Ierousaleem”, ejaan yang berbeda yang dipakai dalam ayat 22 di atas) ada seorang saleh yang bernama Simeon.

Roh Kudus memberitakan kepadanya, ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Begitulah ia datang ke Bait Allah menyambut kedatangan Yesus dan menggendongnya kemudian mengucapkan pujian bagi Allah (Kidung Simeon, Luk 2:29-32).

Di sana juga, seperti dikisahkan dalam ayat 36-38, ada Hana yang mengucapkan pujian serta berbicara mengenai Yesus kepada siapa saja yang menantikan dilepaskannya Yerusalem (di sini Yunaninya “Yerousaleem”) dari kekuatan jahat.

Pada akhir bacaan itu, ayat 39-40, ditegaskan bahwa setelah semua yang perlu menurut hukum Tuhan, maksudnya Taurat, sudah selesai dijalankan, keluarga itu kembali ke Nazaret dan di sanalah Yesus tumbuh kuat, penuh hikmat dan kasih karunia ilahi.

Begitulah ditandaskan bahwa orang tua Yesus mengikuti dengan taat keagamaan mereka dengan menjalankan apa-apa yang diperintahkan hukum Taurat. Yesus pun menjadi dewasa dengan latar ini. Ia justru bertumbuh dalam kesalehan yang turun temurun dijalani orang di Tanah Suci.

Oleh karena itu ia nanti dapat mengajarkan kepada orang banyak bagaimana hidup beragama yang sejati. Dia bukan orang yang merombak, melainkan membawa kembali ke pada akar terdalam hidup beragama: menjadi “penuh hikmat” dan “kasih karunia ilahi” ada padanya.

Kedua hal ini sebenarnya dua sisi dari kehidupan beragama yang sama: kebijaksanaan dari sisi upaya manusiawi dan pendidikan, dan dari sisi ilahi, hidup dalam anugerah rahmat-Nya. Itulah sosok Yesus yang bakal diperkenalkan lebih lanjut dalam Injil Lukas.

Menarik didalami bagaimana Lukas dalam petikan kali ini memakai dua macam nama kota Jerusalem: “Hierosolyma” dan “Ierousaleem”. Inilah caranya untuk menggambarkan dua suasana batin yang saling berlawanan. Bagi Lukas, Yerusalem bukan semata-mata kenyataan fisik belaka, melainkan kenyataan batin. Bila dieja sebagai Hierosolyma, seperti pada ayat 22, hendak diungkapkan suasana batin baru yang terbuka bagi kehadiran ilahi.

Itulah suasana batin yang dituju oleh kedua orang tua Yesus ketika membawanya ke sana. Di situlah ia dipersembahkan kepada Tuhan di Bait-Nya. Bukan berarti diserahkan begitu saja, melainkan diakui sebagai anak-Nya yang dipercayakan agar dibesarkan sebagai manusia.

Di lain sisi, Lukas mengajak kita menengok suasana batin yang berlawanan. Suasana ini dilambangkannya dengan memakai ejaan “Ierousaleem”. Itulah suasana batin yang menolak kehadiran yang ilahi, yang mau memanipulasinya.

Begitulah juga jelas kedudukan Simeon dalam petikan ini. Disebutkan pada ayat 25 Simeon ada di “Ierousalem” – ada di tempat yang suasana batinnya jauh dari kehadiran ilahi yang sesungguhnya.

Namun demikian, disebutkan juga ia adalah orang benar, orang saleh, orang yang menantikan penghiburan. Dan ada padanya Roh Kudus pula! Walaupun hidup di tengah suasana batin orang-orang yang jauh dari Tuhan, Simeon tetap mengikuti gerakan-gerakan ilahi. Ia terlindung dari yang miring, yang menjauhkan dari jalan yang benar.

Ia tergerak datang ke Bait dan di situlah ia menyambut Yesus dan kedua orang tuanya. Ia mengenali siapa Yesus itu. Ia juga mendapatkan penghiburan melihat sang Mesias sungguh datang.

Begitu pula Hana. Perempuan ini nanti berbicara mengenai Yesus kepada semua yang menantikan kelepasan “Ierousaleem”. Maksudnya, dilepaskannya suasana itu dari kungkungan yang jahat, yang menghimpit hidup batin, sehingga bisa berangsur-angsur beralih menjadi “Hierosolyma”, suasana batin yang mau menerima kehadiran ilahi yang sesungguhnya. Bukan yang dimanipulasi dengan pelbagai ritual belaka.

Bila pikiran Lukas diterapkan ke kehidupan kini maka dapat dikatakan bahwa kedatangan Penyelamat yang akan membuat kita seperti kota Yerusalem. Bagian dari diri kita dan jagat ini yang menolak digariskan akan hancur, tak tahan di hadapan dia yang nanti datang dengan kemuliaannya. Tapi bagian yang menerima akan ikut serta dalam keabadiannya.

Memang yang akan datang itu kini ialah seorang dari lingkungan sederhana dan tidak selayaknya menggetarkan. Kita dan dunia kita masih mempunyai kesempatan dari tahun ke tahun belajar menerimanya dan saling mengajarkan bagaimana cara menerimanya sehingga nanti kalau ia datang kembali dengan kebesarannya kita mendapati diri dalam pilihan sikap yang cocok.

Kita ingat kata-kata Simeon di Bait Allah tentang Yesus dalam Luk 2:34: “…Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan”.

Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus ditekankan kesederhanaannya, juga kesederhanaan orang-orang yang mengitarinya. Dia yang lahir di Betlehem itu sama dengan dia yang nanti akan datang kembali dengan segala kemuliaannya pada akhir zaman.

Bagaimana tokoh yang sesederhana itu bisa sama dengan dia yang akan datang dengan mulia dan memperoleh kuasa atas jagat ini? Lukas dalam seluruh Injilnya mengajarkan bahwa itu semua terjadi lewat perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem. Dengan kedatangannya kota itu mengadili diri: bila menolak, maka kota itu menjadi kota “Ierousaleem”, yang prospek kehancurannya sudah jelas.

Bila menerimanya, maka kota itu akan menjadi kota suci “Hierosolyma” yang abadi. Jadi Penyelamat yang lahir di tengah-tengah manusia ini akan menentukan nasib banyak orang.

Kemudian Simeon juga berkata kepada Maria: “Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Makna kata-kata ini tidak mudah dipahami.

Pedang ialah barang tajam yang akan membelah. Begitulah kehadiran Yesus yang lahir dari Maria akan membelah pikiran hati orang. Ia akan memilah yang jahat dari yang baik dalam diri orang, seperti halnya kedatangannya memisahkan “Ierousaleem” (kota Yerusalem yang dirundung kekuatan jahat) dari “Hierosolyma” (kota Yerusalem sejauh menerimanya).

Maria adalah orang pertama juga yang akan menjadi penghuni kota suci “Hierosolyma” dan meninggalkan kota “Ierousaleem” yang menghukum diri tadi. Sebetulnya Maria mewakili semua orang yang bakal menerimanya. Maria orang pertama yang bersedia menerima kehadiran Yesus dalam kehidupannya.

Pada penutupan kidungnya, Simeon menerapkan Yesaya 42:6; 49:6; 52:10 pada diri Yesus. Dia inilah terang yang menyatakan kehendak ilahi bagi bangsa-bangsa lain. Jadi bukan hanya orang Yahudi. Kehadiran ilahi, bila sungguh demikian, niscayalah terbuka bagi semua orang.

Tidak bagi sekelompok orang saja. Tidak juga bagi orang pilihan belaka. Ibarat “terang”, maka kedatangan Yesus ini bagi siapa saja yang mau mendengarkannya. Yang menerimanya akan mendapat pencerahan, akan hidup dalam terang.

Bagaimana menanggapi warta setajam ini? Seperti biasa, warta alkitab itu menggugah, bukan hanya memberitahu. Orang diajak untuk membuat terang bagi siapa saja ini sungguh bersinar. Paling tidak orang diminta agar tidak menghalangi terang itu, dan kalau bisa hendaknya memantulkannya ke sekitarnya.

Begitulah yang merasa sudah beruntung diterangi kini diajak untuk membuat agar semakin banyak orang dapat ikut menikmatinya. Terbuka macam-macam cara dan jalan. Ada pula tempat untuk macam-macam insiatif. Cara menangkap dan menanggapi warta alkitab ini dapat membuat teks hidup.

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, hari ini Putra Tunggal-Mu yang telah menjadi manusia seperti kami, dipersembahkan kepada-Mu di kenisah. Di hadapan hadirat-Mu yang agung kami mohon dengan rendah hati, sucikanlah hati dan budi kami agar kami pun menjadi persembahan yang pantas bagi-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin. Sumber

***

Pesta Yesus dipersembahkan di Kenizah

Empat puluh hari yang lalu, kita merayakan pesta kelahiran Yesus, Juruselamat Dunia. Dan hari ini kita memperingati peristiwa Yesus dipersembahkan kepada Allah di Kenizah Yerusalem. Peristiwa ini terjadi sesuai dengan tuntutan Hukum Taurat Musa: Setiap anak laki- laki sulung harus dikuduskan bagi Allah pada hari yang ke 40. Yusuf dan Maria menepati hukum itu. Mereka datang dengan membawa serta sepasang burung merpati sebagai persembahan suturut adat Yahudi. Dengan bertindak demikian mereka tidak saja memenuhi hukum Tuhan, tetapi juga mau memberi teladan bagi kita dalam hal ketaatan pada hukum: Hukum Tuhan, Hukum Gereja dan Hukum Negara.

Sesuai dengan kebiasaan, Maria menyerahkan anaknya Yesus kepada Imam yang bertugas yang nantinya akan meletakkan Yesus di altar Tuhan sebagai persembahan kepada Allah. Sedangkan Yusuf membawa dua ekor merpati itu dan memberikannya kepada imam untuk dikurbankan menggantikan Yesus. Setelah merpati itu dikurbankan, Yesus diserahkan kembali kepada orang tuanya. Persembahan anak laki-laki sulung kepada Tuhan merupakan suatu tindakan iman untuk menyatakan bahwa anak itu sesungguhnya adalah karunia Tuhan. Maka tindakan Maria dan Yusuf tidak hanya menunjukkan bahwa mereka mau menaati Hukum Taurat Musa tetapi juga mau menunjukkan imannya kepada Allah sebagai pemberi Yesus.

Peristiwa persembahan Yesus di kenizah bukanlah peristiwa biasa seperti yang terjadi atas semua anak sulung orang Israel. Peristiwa itu adalah suatu peristiwa keselamatan karena terjadi atas Pribadi Putera Allah sendiri yang menentukan sejarah dunia. Kedatangan Simeon dan Hana ke Kenizah Allah atas dorongan Roh Kudus membuktikan secara lebih tandas lagi makna peristiwa itu. Mereka datang untuk bertemu dan menyaksikan sendiri sang Mesias yang dijanjikan Allah sebagai penebus umat manusia.

Pada hari itupun kita diundang dan dikumpulkan oleh Roh Kudus di dalam gereja untuk bertemu dengan Kristus dalam perjamuan Kudus. Di dalamnya kita menjumpai dan mengenal Dia sampai pada hari Ia datang dalam semarak kemulian-Nya.

Beata Eugenia de Smet, Perawan

Puteri kebangsaan Perancis ini lahir pada tahun 1825 dan dikenal sebagai pembina tarekat suster-suster Pembantu jiwa-jiwa di api penyucian. Sejak berusia 17 tahun, ia sudah berniat mengabdikan dirinya bagi kemuliaan Tuhan. Ia bersedia dan rela menerima penyelenggaraan Ilahi atas dirinya dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, kendatipun kehendak Allah berat baginya.

Sesudah menerima Komuni Kudus pada hari peringatan jiwa-jiwa di Api Penyucian tahun 1853, ia merasakan dalam hatinya suatu gejolak batin yang luar biasa kuatnya: Ia merasa mendapat panggilan Allah untuk membina suatu tarekat baru bagi suster-suster yang khusus mengabdikan diri bagi kepentingan jiwa-jiwa yang masih bergulat dengan penderitaan di api penyucian dengan doa dan tapa serta pekerjaan amal kasih. Gejolak hati itu tak tertahankan. Namun ia masih juga merasa ragu-ragu akan panggilan Ilahi itu. Guna mendapatkan kepastian akan pentingnya mendirikan tarekat itu dan agar tarekat itu tidak didirikan atas dorongan emosional perorangan belaka, ia meminta kepada Tuhan lima buah tanda sebagai petunjuk perihal apa yang dikehendaki-Nya dari padanya. Tuhan mengabulkan permohonannya itu selama 2 tahun awal karyanya.

Kecuali itupun, ia meminta petunjuk dari Santo Maria Vianney, Pastor Ars yang pada waktu itu sudah masyur namnya karena berbagai karunia yang luar biasa yang diberi Allah kepadanya. Kepada Eugenia, Pastor Ars yang Kudus itu mengatakan bahwa pendirian tarekat baru yang diusulkan berkenan kepada Allah dan sangat berguna bagi pembebasan jiwa-jiwa di api penyucian. Kata- kata Yohanes memberinya peneguhan untuk memulai karya agung itu.

Dengan ijin Uskup Agung Paris, rumah biara pertama tarekat itu dibangunnya di Paris pada tahun 1856. Sejak itu ia mengganti namanya dengan nama baru: Maria, Puteri Penyelenggara Ilahi, karena segala yang terjadi atas dirinya adalah atas penyelenggaraan Ilahi Allah. Kepercayaannya akan Penyelenggaraan Ilahi tak pernah mengecewakan dia. Dalam beberapa tahun, tarekat Pembantu jiwa- jiwa di Api Penyucian tersebar ke seluruh dunia: Eropa, Amerika dan Asia. Akan tetapi kemajuan ini tidak tercapai tanpa mengarungi sengsara. Banyak salib penderitaan yang ditanggungnya: ia terserang penyakit kanker, fitnahan dan olokan. Meskipun demikian, semuanya itu ditanggungnya dengan sabar penuh iman sambil tetap bersemangat melaksanakan tugasnya. Bapa pengakuannya sendiri bersusah payah mengendalikan dia agar tidak terlalu giat sementara ia dalam keadaan sakit. Namun ibu Maria toh tidak dikekang semangat pengabdiannya, karena ia yakin bahwa Tuhan menyertainya.

Setelah menerima Sakramen sakramen terakhir dari tangan Pater Petrus Olivaint, yang beberapa bulan kemudian mati sebagai martir di Tiongkok, Ibu Maria wafat dengan tenang pada tanggal 7 Februari 1872. Kata terakhir yang ditinggalkannya kepada suster-susternya ialah Cinta Kasih. Ia digelari Beata oleh Paus Pius XII (1939 – 1958) pada tanggal 26 Mei 1957.

Santa Yoana Lestonac, Janda

Yoana lahir pada tahun 1556. Beliau adalah seorang janda dan ibu dari 4 orang anak. Sepeninggal suaminya ia menjalani cara hidup membiara. Tetapi karena di fitnah ia terpaksa keluar dari biara itu. Akhirnya ia mendirikan kongregasi suster yang mengabdikan diri di bidang pendidikan anak-anak puteri. Ia meninggal dunia pada tahun 1640.

Beato Theofanus Venard, Martir

Misionaris muda ini dijuluki Martir Gembira sebab sepanjang kariernya yang penuh dengan bahaya, bahkan sampai akhir hidupnya sebagai seorang martir, ia tetap menghadapi semuanya dengan gembira dan lapang dada. Theofan lahir pada tahun 1829 di Perancis, disebuah keluarga Katolik yang saleh. Semenjak muda ia suka membaca majalah misi yang dikeluarkan oleh Serikat KePausan untuk Penyebaran Iman. Ia kagum akan keberanian dan semangat pengorbanan para misionaris tanah-tanah misi, terutama tanah misi di Tiongkok, sebagaimana yang dikisahkan pada majalah itu. Sejak itu, hasrat hatinya untuk menjadi misionaris mulai bersemi.

Suatu hari ia berkata kepada orang tuanya: Saya juga ingin menjadi misionaris di Tonkin dan menjadi martir Kristus disana. Tetapi siapakah yang mau menyekolahkannya hingga menjadi seorang imam? Orang tuanya miskin dan tak mampu menyekolahkannya. Tetapi rahmat Tuhan menyertainya. Partor parokinya rela membantu menyekolahkan dia. Mula-mula ia belajar di Pastoran dan kemudian pindah ke seminari. Akhirnya pada tahun 1852 dalam usianya yang 23 tahun, ia ditabhiskan menjadi imam.

Tiga hari sesudah di tabhiskan, ia bersiap-siap untuk berangkat ke Tonkin (sekarang Vietnam), Cina sebagai misionaris. Ia tidak sempat lagi bertemu dengan semua orang yang dikasihinya: orangtua, sanak saudara dan sahabat kenalannya. Oleh kerena itu ia menulis surat perpisahan kepada mereka dari Paris. Lebih dari setahun ia berada di Hongkong untukmempelajari bahasa setempat. Dari Hongkong ia secara gelap menyusup ke Tonkin, karena penguasa setempat tidak memperkenankan orang-orang asing termasuk para misionaris berkarya disana, meskipun jumlah umat Katolik sudah cukup banyak. Dalam keadaan itu, tindakan nekad Teofan sungguh berbahaya bagi dirinya.

Namun ia sendiri merasa tidak ada masalah dan tetap bergembira. Kepada seorang sahabat ia menulis: Hiduplah kegembiraan! Tentu engkau tahu semboyan Santa Theresia: Apa saja yang terjadi atas dirimu janganlah bersusah hati, janganlah takut dan gelisah; pada akhirnya segala sesuatu akan lenyap, dan hanya Tuhan lah yang tetap.

Tujuh tahun lamanya Theofan bekerja di Tonkin secara sembunyi-sembunyi. Ia melayani umat dengan sakramen-sakramen, mengajarkan agama, dan meneguhkan hati mereka. Waktu-waktu luangnya ia manfaatkan untuk menyalin seluruh perjanjian baru kedalam bahasa Annam. Lama kelamaan kehadirannya disana diketahui juga. Oleh laporan seorang yang mengetahui dengan baik kegiatan – kegiatannya ia ditangkap dan dipenjarakan pada tanggal 30 November 1860. Kepada seorang adiknya di Perancis ia masih sempat menulis beberaa surat. Surat-surat itu diawalinya dengan kata-kata: Dari kurungan saja saya menulis surat kepadamu, karena memang ia dipenjarakan di dalam sebuah sel yang bertelali besi dan di jaga ketat siang dan malam. Dari surat-suratnya terbaca jelas wataknya yang tetap riang gembira.Dua bulan lebih ia tinggal di dalam sel itu. Katanya dalam sebuah surat:Mungkin kepalaku akan dipenggal oleh penguasa kafir yang lalim dan dengan demikian tamatlah riwayat hidupku. Namun kematian itu sungguh merupakan suatu peristiwa iman yang membahagiakan sekali hatiku. Kematian yang kurindukan sejak dahulu karena olehnya aku akan pindah kedalam kehidupan abadi bersama Tuhan.

Pada tanggal 2 Februari 1861 ia dipenggal kepalanya karena iman akan Kristus dan kecintaannya yang luar biasa pada umatnya. Sewaktu dihantarkan ke panggung tempat ia disiksa, ia menyanyikan Mazmur-mazmur dan lagu-lagu rohani.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Musik dan Ilustrasi Menghidupkan Atmosfer Wild West dalam Wild Bounty ShowdownTingkat Volatilitas Membentuk Ritme Permainan dan Pola Fluktuasi yang Dirasakan PenggunaVariasi Volatilitas Memberikan Karakter Risiko dan Ritme Berbeda pada Permainan Kasino Online
Mengapa Pola Acak Sering Terlihat Seolah Memiliki Urutan TertentuMemahami Nilai Pengembalian melalui Pengamatan Permainan Jangka PanjangMengapa Sampel Kecil Belum Cukup untuk Membaca Frekuensi SimbolCara Mekanisme Acak Menghasilkan Variasi pada Setiap Putaran GameMengenal Struktur Grid dan Interaksi Simbol dalam Mahjong WaysFungsi Riwayat Permainan dalam Membaca Data Mahjong WinsMengapa Hasil Satu Sesi Belum Mewakili Mekanisme Mahjong WinsMemahami Perubahan Ritme dan Variasi Hasil dalam Mahjong WinsCara Memahami RTP Mahjong Wins sebagai Perhitungan Jangka PanjangPerubahan Visual Mahjong Wins 3 dan Cara Simbol DitampilkanMengenal Antarmuka dan Navigasi Permainan Mahjong Ways 2Bagaimana Mahjong Ways 2 Mengembangkan Sistem Interaksi VisualDesain Mobile Menjadi Bagian Penting Pengalaman Mahjong Ways 2Adaptasi Tema Mahjong Klasik dalam Mahjong Ways 2 Versi ModernTransformasi Unsur Tradisional Mahjong menuju Pengalaman MobileVariasi Hasil dan Perubahan Ritme Permainan dalam Mahjong Wins 3Cara Hierarki Visual Mengarahkan Perhatian pada Simbol Mahjong Wins 3Perpaduan Tema Tradisional dan Interaksi Modern dalam Mahjong Wins 3Memahami Fungsi Data Riwayat Permainan pada Mahjong Wins 3Mengapa Kemunculan Scatter Berulang Belum Menunjukkan Pola TetapPeran Live Streaming dalam Perkembangan Pengalaman Baccarat DigitalMengapa Dealer Menjadi Elemen Penting dalam Pengalaman Baccarat LiveCara Antarmuka Baccarat Online Menyederhanakan Informasi PermainanTransformasi Baccarat Tradisional menuju Sistem Permainan Digital ModernPerjalanan Baccarat dari Meja Kasino menuju Format Permainan OnlineMemahami Perbedaan Mekanisme Baccarat Live dan Baccarat DigitalStruktur Sederhana Membantu Baccarat Beradaptasi ke Berbagai Format DigitalCara RNG Bekerja dalam Menentukan Hasil Permainan DigitalPeran RNG dalam Game Digital tanpa Sistem Dealer LangsungMemahami Perbedaan Sistem RNG dan Mekanisme Live CasinoStruktur Simbol Mahjong Ways dan Hubungannya dengan Mekanisme PermainanCara Volatilitas Menjelaskan Perbedaan Pola Hasil dalam Game DigitalMemahami Aturan Multiplier dan Reset Nilai dalam Mahjong Ways 2Mengenal Autokorelasi untuk Membaca Hubungan Antarhasil PermainanBagaimana Animasi dan Efek Visual Membentuk Persepsi Pengguna dalam GamePeran Probabilitas dalam Menjelaskan Variasi Hasil Permainan DigitalProses RNG dan Cara Sistem Acak Menghasilkan Hasil pada Setiap PutaranMengapa Catatan Permainan Lebih Akurat dibanding Ingatan dalam Membaca HasilMemahami RTP Tinggi dan Batasannya dalam Hasil Permainan Jangka PendekPerbedaan Pola Interaksi antara Spin Manual dan Buy Feature dalam Game
RNG game digitalRoulette Live dan Digitalmekanisme roda Roulettekontras Black Scatteridentitas visual Black Scatterpalet gelap Black Scatterpengalaman visual Black ScatterWild Bounty Showdownidentitas Western Wild Bounty Showdownsimbol Wild Bounty ShowdownCatatan Hasil: data aktual permainan, catatan hasil permainan, bias ingatan pemainBuy Spin: fitur Buy Spin, akses Buy Spin, sistem Buy Spin dalam game digitalGates of Olympus: visual Gates of Olympus, efek Gates of Olympus, animasi Gates of OlympusRisiko Finansial: risiko finansial judi online, risiko permainan online, hasil jangka pendekMahjong Ways Teknologi: teknologi Mahjong Ways, interaksi Mahjong Ways, sistem respons Mahjong WaysPermainan Berbasis Reel: mekanisme reel digital, sistem permainan reel, struktur permainan berbasis reelMenilai Hasil: membaca data permainan, evaluasi hasil permainan, persepsi terhadap hasilMahjong Ways 2 Mekanisme: mekanisme Mahjong Ways 2, struktur Mahjong Ways 2, sistem Mahjong Ways 2Mahjong Ways 2 Fitur: fitur Mahjong Ways 2, tampilan Mahjong Ways 2, desain antarmuka Mahjong Ways 2Mahjong Ways 2 Identitas: visual Mahjong Ways 2, identitas Mahjong Ways 2, mekanisme Mahjong Ways 2emosi di Mahjong Winsritme sesi permainanwaktu bermainkarakter visual Black Scatterestetika Princess Starlightnuansa Western Wild Bounty ShowdownWild Bounty Showdownritme bermain Mahjong Winstarget sesi Mahjong WinsRTP tinggiprobabilitas permainanadaptasi Mahjong Waysstatistik dan perilaku penggunafitur Mahjong Waysinteraksi sentuh Mahjong Ways 2desain Mahjong Ways 2mekanisme Mahjong Ways 2visual Mahjong Ways 2identitas Mahjong Ways 2struktur interaktif Mahjong Ways 2
putaran kasino digitalhasil RNG sebelumnyapola dalam rangkaian acakRNG dan Dealer Livehasil dalam sistem acakRTP kasino onlinenilai teoretis RTPpersentase RTPvolatilitas kasino digitalfluktuasi hasil permainanScatter Hitam Mengukur Konsentrasi Nilai pada Beberapa Interval ObservasiSinkronisasi Data Menjaga Konsistensi Informasi antara Sumber TerdistribusiStandardisasi Robust Menyetarakan Skala tanpa Dominasi Observasi EkstremStarlight Princess 1000 Menganalisis Sebaran Observasi pada Kelompok TemporalStrategi Pembagian Sampel Menjaga Representasi Data Antarsegmen PengamatanStratifikasi Populasi Membagi Observasi berdasarkan Karakteristik Statistik DominanSweet Bonanza 1000 Menelusuri Perubahan Kepadatan pada Deret ObservasiTransmisi Live Casino Mengoptimalkan Perpindahan Data Antarendpoint AktifVerifikasi RTP Memeriksa Kestabilan Estimasi pada Pengulangan SampelWild Bandito Mendeteksi Perubahan Tren dalam Urutan Data BerkalaAnalisis Sensitivitas Mengukur Dampak Perubahan Parameter terhadap EstimasiAnalitik Sekuensial Memproses Observasi Bertahap untuk Mendeteksi PerubahanAutoscaling Kasino Online Menyesuaikan Resource terhadap Perubahan Demand SistemBacktesting Model Menguji Performa Prediksi menggunakan Periode HistorisBenchmarking Statistik Membandingkan Kinerja Estimator pada Skenario BerbedaBinning Kuantil Membagi Observasi berdasarkan Proporsi Distribusi KumulatifChangepoint Detection Menemukan Titik Pergeseran pada Parameter Deret TemporalClustering Spektral Memisahkan Observasi melalui Struktur Kemiripan NonlinearDetrending Temporal Menghilangkan Kecenderungan Jangka Panjang dari DeretDifferencing Musiman Mengurangi Pola Periodik pada Sekuens ObservasiAgregasi Temporal Menggabungkan Data berdasarkan Jendela Waktu PengamatanAnalisis Komponen Utama Mengidentifikasi Variabel Dominan dalam Dataset MultidimensiAnalitik Deskriptif Merangkum Karakteristik Utama dari Kumpulan ObservasiDiferensiasi Temporal Mengukur Besaran Perubahan antara Observasi BerurutanEksplorasi Kepadatan Lokal Menemukan Konsentrasi Observasi pada Ruang DataEkstraksi Pola Mengidentifikasi Struktur Berulang dalam Kumpulan Data KompleksEstimasi Kernel Memetakan Kepadatan Distribusi tanpa Asumsi Parametrik KetatEvaluasi Robustness Statistik Menilai Ketahanan Estimasi terhadap Nilai EkstremGates of Olympus Mengukur Stabilitas Frekuensi dalam Deret TemporalImputasi Statistik Memperkirakan Nilai Hilang berdasarkan Distribusi ObservasiInferensi Bayesian Memperbarui Estimasi Parameter menggunakan Informasi Observasi BaruKasino Online Mengidentifikasi Titik Jenuh pada Kapasitas PemrosesanKasino Online Menilai Ketahanan Sistem terhadap Variasi PermintaanKategorisasi Lucky Neko Memisahkan Data berdasarkan Kesamaan Pola StatistikKlasifikasi Multivariat Memisahkan Kelompok berdasarkan Kombinasi Beberapa KarakteristikKonektivitas Live Casino Menilai Stabilitas Jalur Komunikasi Waktu NyataKoordinasi Pragmatic Play Menyelaraskan Eksekusi Antarproses secara BerkelanjutanKorelasi Silang Menilai Hubungan Dua Deret pada Pergeseran WaktuKovariansi Temporal Mengukur Pergerakan Bersama Variabel sepanjang Periode PengamatanLive Casino Mengukur Konsistensi Sinkronisasi pada Stream Paralel
Mahjong Ways Menyesuaikan Kebiasaan Transaksi Digital melalui Pembayaran DANA yang Lebih PraktisTren Cashless Mengubah Cara Pemain Mahjong Ways Melakukan Transaksi dalam Ekosistem DigitalPerjalanan Mahjong Online Mencerminkan Perubahan Pola Hiburan di Ruang Digital ModernMahjong Online Masuk Sorotan saat Preferensi Hiburan Digital Mulai BergeserValidasi Berlapis Menjadi Dasar Pengujian Integritas Data pada Sistem Pragmatic PlayParameter Pragmatic Play Dipetakan melalui Asesmen Multidimensi untuk Membaca Karakteristik SistemJumlah Pengamatan Menentukan Seberapa Stabil Nilai Rata-Rata dalam Analisis StatistikRTP Menjelaskan Ekspektasi Jangka Panjang tanpa Menentukan Hasil pada Setiap SesiTurnamen Baccarat dan Roulette Memperluas Format Kompetitif dalam Industri Hiburan DigitalRoulette Single Number Menawarkan Struktur Pilihan Angka dengan Tingkat Cakupan BerbedaKetegangan Dragon Tiger Terbentuk dari Duel Dua Kartu dalam Format Permainan CepatStruktur Dragon dan Tiger Menjadi Inti Mekanisme Sederhana dalam Permainan Dua SisiIndependensi Putaran Roulette Dijelaskan melalui Cara Kerja Sistem RNG pada Setiap HasilIntegrasi DANA Memperlihatkan Perubahan Cara Transaksi Digunakan dalam Ekosistem Mahjong WaysPembayaran Digital Membuat Proses Transaksi Mahjong Ways Lebih Selaras dengan Kebiasaan Pengguna ModernKemunculan Scatter Gates of Olympus Berkaitan dengan Struktur Permainan, Bukan Jumlah Line AktifSuper Scatter Gates of Olympus Mengubah Dinamika Kemunculan Simbol pada Area PermainanPergantian Perangkat Tidak Mengubah Mekanisme Acak Scatter dalam Gates of OlympusMahjong Ways dan Gates of Olympus Menunjukkan Cara RNG Menciptakan Variasi PermainanSimbol Khusus Mahjong Ways Memiliki Fungsi Berbeda dalam Membentuk Struktur PermainanWild dan Scatter Mahjong Ways Memiliki Fungsi Berbeda dalam Membentuk Alur PermainanGolden Symbol Mahjong Ways Bertransformasi Menjadi Wild melalui Mekanisme Cascade TertentuMultiplier Mahjong Ways Memengaruhi Nilai Rangkaian Cascade tanpa Mengubah Hasil Putaran SebelumnyaScatter Mahjong Ways Bersifat Independen sehingga Riwayat Putaran Tidak Menjadi Dasar PrediksiRNG Mahjong Ways 2 Menentukan Susunan Simbol melalui Proses Acak Setiap PutaranData Jangka Panjang Membantu Mengamati Sebaran Hasil dan Variasi Mahjong WaysPerubahan Ritme Mahjong Wins Dapat Dipahami melalui Variansi dalam Rangkaian PutaranPemilihan Meja Baccarat dan Roulette Bergantung pada Aturan serta Karakter PermainanSimbol Berulang Mahjong Ways Dapat Dijelaskan melalui Probabilitas tanpa Menganggapnya sebagai Pola TetapScatter Hitam Ditelusuri melalui Analisis Anomali pada Deret Data Kemunculan SimbolWinrate Parlay Dipengaruhi Kombinasi Handicap dan Over Under dalam Satu Susunan TaruhanPemilihan Pasar Parlay Perlu Mempertimbangkan Variabilitas Data dan Karakter Setiap PertandinganJumlah Tim dalam Slip Parlay Mengubah Tingkat Kompleksitas dan Risiko Akumulatif TaruhanAnalitik Prediktif Membantu Menelaah Struktur Parlay tanpa Menjamin Ketepatan Hasil PertandinganPergerakan Odds Sebelum Pertandingan Mencerminkan Perubahan Pasar dalam Analisis ParlayPenghalusan Deret Membantu Memisahkan Fluktuasi Acak dari Tren Temporal yang Lebih KonsistenBaccarat dan Roulette Memerlukan Kriteria Meja Berbeda Sesuai Mekanisme Permainan Masing-MasingRTP Baccarat Lebih Tepat Dibaca Bersama Aturan Meja daripada Berdasarkan Gaya DealerKesalahan Pemula Baccarat Sering Berawal dari Salah Memahami Peluang dan Struktur TaruhanMeja Baccarat Ramai dan Sepi Berbeda pada Suasana Bermain, Bukan Probabilitas Dasarnya
Exit mobile version