Home BERITA TERKINI Laporan Tentang Korban Jiwa dan Penangkapan dari Kalangan Umat Kristen Bermunculan Seiring...

Laporan Tentang Korban Jiwa dan Penangkapan dari Kalangan Umat Kristen Bermunculan Seiring Protes Massal di Iran

0

TEHERAN, Pena Katolik – Gelombang protes besar yang melanda Iran sejak 28 Desember 2025 terus berlanjut tanpa henti, menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi durasi maupun penyebaran geografis. Aksi massa yang menjangkau utara, selatan, timur, dan barat negara itu melibatkan warga dari beragam latar sosial dan agama, termasuk komunitas Kristen.

Sejumlah laporan dari organisasi hak asasi manusia dan Gereja menyebutkan adanya korban jiwa, luka-luka, serta penangkapan terhadap peserta Kristen. Menurut ARTICLE 18, sebuah lembaga nonprofit berbasis di London yang fokus pada kebebasan beragama di Iran, tujuh warga Kristen Armenia dilaporkan tewas ditembak aparat dalam beberapa hari terakhir. Namun, media Armenia sejauh ini baru mengonfirmasi satu nama korban, yakni Ejmin Masihi, yang tewas di ibu kota, Teheran. Ada pula kabar belum terverifikasi mengenai tiga warga Armenia lain yang terluka.

Di Shiraz, seorang warga Kristen melaporkan bahwa polisi melepaskan tembakan ke arah dua keponakannya, yang kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Meski menghadapi risiko besar, umat Kristen di Iran tetap berperan aktif dalam aksi kemanusiaan. Hormoz Shariat, presiden Iran Alive Ministries, mengungkapkan bahwa sejumlah umat Kristen menyediakan makanan dan minuman bagi para demonstran. Ia mencontohkan sepasang suami-istri Kristen yang menyiapkan sekitar 50 roti isi dan botol air untuk dibagikan di jalanan.

Selain itu, ada laporan bahwa beberapa umat Kristen merawat demonstran yang terluka di rumah mereka secara diam-diam, menghindari pantauan aparat. Salah satu kasus bahkan berujung pada pertobatan seorang demonstran setelah mengetahui bahwa perawat yang menghentikan pendarahannya adalah seorang Kristen.

Kekhawatiran terhadap keselamatan umat Kristen semakin meningkat di tengah situasi keamanan yang tegang. Gereja-gereja resmi maupun komunitas rumah gereja bawah tanah di Iran memiliki hubungan spiritual dengan jaringan internasional, yang membuat mereka rentan dijadikan kambing hitam jika muncul tuduhan campur tangan asing.

Barnabas Aid melaporkan bahwa sedikitnya 10 umat Kristen ditangkap di tiga lokasi berbeda di provinsi Fars sebelum 4 Januari. Seorang pendeta dari gereja tidak terdaftar mengatakan bahwa aparat menuduh mereka menyuplai “bahan ideologis” bagi protes jalanan, sementara penggerebekan rumah jemaat terus berlanjut.

Dalam sepekan terakhir, kecemasan semakin memuncak setelah pemerintah Iran melakukan pemadaman total akses internet. Langkah ini menyulitkan verifikasi informasi di lapangan dan menambah kekhawatiran akan penangkapan sewenang-wenang maupun pembunuhan di luar hukum, terutama terhadap kelompok Kristen yang dianggap paling rentan dalam periode penuh gejolak ini. Narasi ini menyoroti bagaimana komunitas Kristen di Iran menghadapi ancaman ganda: menjadi korban langsung dari represi aparat sekaligus berisiko dijadikan kambing hitam dalam krisis politik yang sedang berlangsung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version