JAKARTA, Pena Katolik – Sakramentali adalah segala sesuatu yang diberkati oleh Gereja yang dapat membantu menguduskan kehidupan kita sehari-hari. Dalam Gereja Katolik ada sakramen dan sakramentali. Dua hal ini berbeda, yang dapat menyebabkan kebingungan.
Apa perbedaannya?
Sederhananya, sakramentali adalah segala sesuatu yang dikuduskan atau diberkati oleh Gereja, tujuannya untuk menguduskan hidup kita.
Sakramentali adalah tanda-tanda suci dan memberikan rahmat (pertolongan rohani) kepada kita melalui perantaraan Gereja.
Sakramentali dapat mencakup: air suci, skapulir, medali, kartu suci, rosario, salib, dan semua hal yang diberkati oleh imam dengan air suci.
Cara lain untuk memahami sakramentali, adalah sebagai perluasan dari tujuh sakramen. Namun, sakramentali bukanlah sakramen itu sendiri. Ia terkait dengan tujuh sakramen dan mengalir darinya. Sakramentali dengan demikian menuntun kita kepada sakramen-sakramen tersebut.
Sakramentali adalah instrumen yang digunakan Tuhan untuk membimbing kita di jalan yang benar. Jika kita menggunakannya dengan benar, dan di bawah bimbingan imam atau Gereja, sakramen dan sakramentali akan mempercepat perjalanan kita menuju keselamatan.
Perlu diingat juga, sakramentali bukanlah “jimat keberuntungan”. Pada dasarnya, hati kita harus terbuka kepada Tuhan, untuk menerima rahmat-Nya. Jika kita ingin sepenuhnya menerima rahmat yang ingin Tuhan berikan kepada kita dalam sakramen-sakramen dan tidak menggunakannya secara takhayul, maka kita harus mempersiapkan diri dengan sering menerima sakramen Pengakuan Dosa dan Ekaristi Kudus.
