NEW YORK, Pena Katolik – Michael Reagan dipanggil tuhan beberapa hari lalu. Ia adalah putra dari Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan. Ibunya adalah, Jane Wyman, seorang artis Holywood yang meskipun akhirnya bercerah dengan Ronald, pada suatu ketika Jane bergabung ke dalam Ordo Ketiga St. Dominikus (TOSD).
Michael semasa hidupnya dikenal sebagai seorang Katolik yang taat. Ia mengungkapkan bahwa akar iman Katolik dalam keluarganya lebih dalam daripada yang banyak orang bayangkan.
Ia menceritakan, bahwa pada 8 Desember 1954, dirinya, sang ibu Jane Wyman, serta saudara perempuannya Maureen, dibaptis menjadi Katolik.
“Ayah saya Presbyterian, tapi banyak orang di sekitar beliau Katolik. Paman saya Katolik, kakek saya Katolik. Dan ibu saya, Jane Wyman, adalah seorang Katolik yang luar biasa,” ujarnya.
Ibunya dan Dominikan
Michael lalu mengungkapkan sisi yang jarang diketahui public. Jane, aktris Hollywood ternama sekaligus mantan istri Ronald Reagan, ternyata adalah anggota Ordo Ketiga St. Dominikus (Dominikan Awam).
“Ibu saya dimakamkan sebagai seorang Dominikan Ordo Ketiga. Banyak orang tidak tahu hal itu,” katanya dengan penuh kebanggaan.
Jane Wyman, aktris Hollywood yang dikenal luas oleh publik, ternyata menyimpan kisah iman yang mendalam sepanjang hidupnya. Selama hampir 55 tahun, ia menjalani kehidupan sebagai seorang Katolik yang taat. Tidak hanya itu, Wyman memilih jalan rohani yang lebih khusus dengan menjadi seorang lay tertiary dari Ordo Dominikan dalam Gereja Katolik.
Sebagai seorang Dominikan awam, ia memiliki hak istimewa untuk mengenakan jubah penuh Ordo Dominikan pada saat kematian, bila diinginkan. Wyman, dengan kesetiaan yang teguh pada panggilan imannya, memilih untuk dimakamkan dengan mengenakan jubah lengkap tersebut. Keputusan ini menjadi simbol nyata dari pengabdian hidupnya kepada Tuhan dan tradisi Dominikan yang ia cintai.
Peristirahatan terakhirnya berada di Forest Lawn Mortuary and Memorial Park, Cathedral City, California. Di sana, ia tidak hanya dikenang sebagai seorang bintang layar lebar, tetapi juga sebagai seorang wanita beriman yang teguh, yang menutup perjalanan hidupnya dengan tanda kesetiaan pada Gereja dan Ordo yang ia ikuti.
Kisah Jane Wyman mengingatkan bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, ada jiwa yang memilih jalan sederhana namun penuh makna: jalan iman, pengabdian, dan kesetiaan hingga akhir hayat.
Kisah Iman Keluarganya
Michael juga menyinggung hubungan spiritual yang unik antara ayahnya dan Paus Yohanes Paulus II. Ia menyebutnya sebagai sesuatu yang “magis.” Kedua tokoh besar itu sama-sama pernah mengalami percobaan pembunuhan, namun keduanya memilih jalan pengampunan.
“Ayah saya ditembak. Paus Yohanes Paulus ditembak. Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka memaafkan orang-orang yang mencoba membunuh mereka.
Michael berbagi kisah menyentuh tentang kebiasaan ayahnya beribadah. Selama menjabat sebagai presiden, Ronald Reagan jarang menghadiri misa Minggu karena khawatir membahayakan orang lain setelah percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Namun setelah meninggalkan jabatan, ia tak pernah melewatkan satu pun ibadah Minggu. Bahkan ketika Alzheimer membuatnya tak lagi mampu pergi ke gereja, sang pendeta datang ke rumah untuk melayani.
“Setiap kali pendeta datang,” kenang Michael, “pendeta selalu berkata, ‘Saya datang untuk melayani presiden, tapi justru presiden yang melayani saya.’”
