Home BERITA TERKINI Paus Leo XIV Gelar Konsistori Luar Biasa di Roma, Pertama Kali dalam...

Paus Leo XIV Gelar Konsistori Luar Biasa di Roma, Pertama Kali dalam Masa Kepemimpinannya

0

VATIKAN, Pena Katolik – Paus Leo XIV bersama para kardinal memulai pertemuan dua hari di Roma dalam bentuk Konsistori Luar Biasa7-8 Januari 2025. Pertemuan ini berlangsung secara tertutup sebagai sarana bagi para kardinal untuk mendukung Paus dalam penggembalaan Gereja universal melalui proses discernment bersama.

Vatikan tidak banyak mengungkap agenda pertemuan, hanya menyebutkan bahwa konsistori ini berlangsung “dalam konteks kehidupan dan misi Gereja” serta diharapkan “ditandai oleh momen persekutuan dan persaudaraan.”

Menurut sejumlah laporan media, surat Natal Paus Leo kepada para kardinal memuat empat pokok bahasan. Paus meminta para kardinal untuk kembali membaca dua dokumen penting dari Paus Fransiskus: Evangelii Gaudium, seruan apostolik yang menekankan sukacita Injil, serta Praedicate Evangelium, konstitusi apostolik tentang reformasi Kuria Roma. Selain itu, Paus juga mengajak refleksi tentang sinodalitas dan liturgi.

Dalam hukum kanonik, konsistori luar biasa diadakan “ketika kebutuhan khusus Gereja atau urusan yang lebih serius menuntutnya.” Berbeda dengan konsistori biasa yang biasanya untuk pengangkatan kardinal baru atau pemungutan suara kanonisasi, konsistori luar biasa melibatkan seluruh kardinal dari berbagai belahan dunia.

Sejarah mencatat bahwa konsistori luar biasa jarang terjadi. Santo Yohanes Paulus II mengadakan enam kali sepanjang 26 tahun pontifikatnya, Benediktus XVI tidak pernah mengadakan, sementara Paus Fransiskus tiga kali dalam 12 tahun kepemimpinannya mengadakan konsistori luar biasa.

Namun pola ini bisa berubah. Dalam pertemuan pra-konklaf yang memilih Paus Leo, sejumlah kardinal mengungkapkan bahwa mereka jarang saling mengenal kecuali yang pernah ikut Sinode tentang Sinodalitas. Mereka berharap konsistori dapat digelar lebih rutin. Paus Leo menanggapi harapan itu hanya dua hari setelah terpilih. Kardinal Timothy Radcliffe bahkan menyebut, “banyak kardinal berpikir sebaiknya ada setidaknya satu konsistori luar biasa setiap tahun.”

Menekankan Sinodalitas dan Dialog

Paus Leo XIV menegaskan komitmennya pada semangat sinodalitas. Konsistori kali ini lebih banyak memberi ruang bagi kerja kelompok dan dialog, bukan sekadar pidato individual di hadapan seluruh kolegium kardinal. Dengan pola ini, hubungan antar-kardinal dan kemampuan membangun konsensus dipandang lebih penting daripada sekadar pernyataan resmi.

Apakah konsistori luar biasa akan menjadi agenda tahunan atau berkembang dalam bentuk lain, Paus Leo tampaknya akan terus mendorong praktik dialog sebagai bagian dari cara Gereja menjalankan misinya. Keberhasilan pertemuan ini tidak hanya diukur dari keputusan atau topik yang dibahas, tetapi dari bagaimana dialog menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Gereja.

Dengan demikian, konsistori luar biasa ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wujud nyata komitmen Gereja untuk berjalan bersama, membangun persaudaraan, dan memperkuat sinodalitas dalam mendukung Paus serta misi Gereja universal.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version