Home BERITA TERKINI Keuskupan Agung Palembang Tutup Tahun KBG 2025: Refleksi “Gereja Sampan” dan Menyongsong...

Keuskupan Agung Palembang Tutup Tahun KBG 2025: Refleksi “Gereja Sampan” dan Menyongsong Tahun Devosional

0

PALEMBANG katolikana.com   – Keuskupan Agung Palembang secara resmi menutup Tahun Pastoral 2025 yang bertajuk “Tahun Komunitas Basis Gerejani (KBG)” dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Minggu (23/11) di Gereja Katedral Santa Maria, Palembang. Perayaan yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono ini sekaligus menjadi momentum peralihan menuju Arah Dasar (Ardas) yang baru, yakni Tahun Devosional.

Dalam homili dan sambutannya, Mgr. Harun Yuwono mengungkapkan rasa syukur mendalam atas dinamika yang terjadi selama satu tahun terakhir. Menurutnya, umat semakin menyadari pentingnya persatuan dalam komunitas basis, mengenang pengalaman hidup bersama, serta memahami makna mendalam dari sebuah persekutuan.

“Kita bersyukur dan dalam sukacita penuh menyadari bahwa kita makin bersatu. Kristus telah memberi teladan untuk menghimpun yang tercerai-berai dan memperhatikan yang menderita tanpa ada yang luput. Mari kita meneladani kerajaan-Nya, kekuasaan yang digunakan untuk melayani, bukan untuk dilayani,” ungkap Mgr. Harun.

Filosofi “Gereja Sampan”

Salah satu sorotan utama dalam penutupan tahun pastoral ini adalah refleksi mendalam yang disampaikan oleh Ketua Komisi Kateketik, Liturgi, dan Kitab Suci Keuskupan Agung Palembang, RD. Agustinus Giman. Ia menganalogikan perjalanan KBG selama setahun terakhir sebagai armada “Gereja Sampan”.

“Kita bukanlah kapal induk yang besar dan megah, melainkan kumpulan Gereja-gereja sampan. Sampan kayu yang sederhana, mungkin berlubang kecil dan terhempas angin, namun memiliki dayung iman yang tak pernah patah,” ujar Romo Giman dalam refleksinya yang berjudul ‘Gereja Sampan Membawa Kasih Merajut’.

Ia menekankan bahwa di tengah arus globalisasi dan karang individualisme, justru sampan-sampan kecil (komunitas basis) inilah yang mampu menyusuri selokan pemukiman padat, merangkul mereka yang tersesat, dan merapat di dermaga keluarga-keluarga yang merindukan sabda Tuhan.

“Hari ini kita melepas jangkar sejenak. Ini bukanlah akhir pelayaran, melainkan waktu untuk memperbaiki jala dan menguatkan tali persaudaraan sebelum kita kembali berlayar menyongsong matahari esok,” tambahnya.

Bukan Sekadar Pertemuan Rutin

Menanggapi refleksi tersebut, Mgr. Harun Yuwono menegaskan kembali bahwa Komunitas Basis adalah “roh” dari kemuridan. Ia mengingatkan umat bahwa KBG tidak boleh berhenti sebatas pertemuan rohani atau pendalaman iman semata.

“Komunitas Basis adalah kesaksian hidup kita sebagai murid Kristus yang membangun persaudaraan sejati. Karena dikenal, maka dicintai dan dihargai. Tidak boleh ada permusuhan atau kedengkian. Semangat dan roh persaudaraan ini harus terus dilanjutkan meski Tahun Ardas berganti,” tegas Uskup Agung.

Mulai pekan depan, Keuskupan Agung Palembang akan memasuki Tahun Devosional. Uskup berharap devosi yang dihidupi—baik secara pribadi, keluarga, maupun komunitas—akan bermuara pada kesalehan hidup dan persaudaraan yang semakin erat.

Semarak Bazar Iman dan UMKM

Rangkaian penutupan Tahun Ardas 2025 ini dimeriahkan dengan gelaran “Bazar Iman dan UMKM” yang berlangsung selama dua hari (22-23 Mei 2025) di halaman Gereja Katedral Santa Maria. Acara dibuka secara simbolis oleh Mgr. Harun Yuwono dengan melempar bola pada permainan menara komunitas basis.

Bazar ini menyuguhkan pendekatan unik dalam katesese melalui aneka permainan edukatif, seperti game Penjala Iwak menjadi Penjala Manusia, Ular Tangga Rohani, Puzzle Santo-Santa, hingga game Ekologi. Selain itu, terdapat stan-stan dari kelompok kategorial seperti Legio Maria, Kerahiman Ilahi, Perduki, dan Gerakan Imam  Maria (GIM), serta partisipasi UMKM umat, Toko Buku Kanisius, dan Seminari Santo Paulus Palembang yang turut menyemarakkan suasana persaudaraan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten