Home BERITA TERKINI Keuskupan, Arti dan Sejarahnya

Keuskupan, Arti dan Sejarahnya

0

ROMA, Pena Katolik – Hukum Kanonik Gereja Katolik mendefinisikan keuskupan sebagai “bagian dari umat Allah, yang dipercayakan kepada uskup untuk digembalakan dengan kerjasama para imam, sedemikian sehingga dengan mengikuti gembalanya dan dihimpun olehnya dengan Injil serta Ekaristi dalam Roh Kudus, membentuk Gereja partikular, dalam mana sungguh-sungguh terwujud dan berkarya Gereja Kristus yang satu, kudus, katolik dan apostolik. (KHK, 369)

Keuskupan juga dikenal sebagai gereja particular atau gereja lokal. Keuskupan berada di bawah otoritas seorang uskup. Di mana keuskupan digambarkan sebagai satu distrik Gerejawi yang dibatasi oleh wilayah geografis. Keuskupan sering dikelompokkan oleh Takhta Suci ke dalam suatu Provinsi Gerejawi. Dalam Provinsi Gerejawi, satu keuskupan dapat ditetapkan sebagai keuskupan agung atau keuskupan agung metropolit, yang merupakan pusat dari sebuah provinsi gerejawi. Keuskupan agung menyandang peringkat yang lebih tinggi dibanding keuskupansufragan.

Keuskupan Agung dipimpin oleh seorang uskup agung. Di mana kesukupan ini sebagian besar adalah takhta metropolit, di mana uskup agung juga merupakan kepala Provinsi Gerejawi.

Istilah “keuskupan agung” tidak dijelaskan secara khusus dalam Hukum Kanonik, sehingga dengan istilah “keuskupan” dan “tahta episcopal” berlaku untuk wilayah di bawah yurisdiksi Gerejawi uskup mana pun. Jika gelar uskup agung diberikan atas dasar pribadi kepada seorang uskup diosesan. Seorang dengan gelar ini tidak selalu memimpin sebuah keuskupan agung.

Keuskupan agung sering dipilih berdasarkan jumlah populasi dan signifikansi historisnya. Semua keuskupan dan keuskupan agung, dan masing-masing uskup atau uskup agungnya, berbeda dan otonom. Keuskupan agung memiliki tanggung jawab terbatas dalam provinsi gerejawi yang sama yang ditugaskan kepadanya oleh Takhta Suci.

Dalam Gereja-Gereja Katolik Timur yang masih ada dalam persekutuan dengan Takhta Suci, unit yang setara keuskupan disebut eparki atau “arkeparki”, dengan “eparki” atau “arkeparki”. Istilah ini sama dengan keuskupan.

Hingga April 2020, Gereja Katolik di seluruh dunia terdiri dari 2.898 keuskupan yang terdiri atas: satu takhta kepausan, sembilan patriarkat, empat keuskupan agung mayor (Gereja Timur), 616 keuskupan agung metropolit, dan 2.248 keuskupan suffragan. (Antonius E. Sugiyanto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan ke Ruang Digital

Mengapa Informasi Peluang Sering Disalahartikan dalam Permainan Kasino Online?

Menelusuri Peran Teknologi Cloud dalam Pengembangan Kasino Digital

Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Mengendalikan Aktivitas Pengguna

Memahami Hubungan Antara Kecepatan Akses dan Perilaku di Kasino Online

Kasino Digital dalam Sorotan Perubahan Pola Pengeluaran Masyarakat

Bagaimana Sistem Keamanan Berlapis Melindungi Akun Kasino Online?

Fenomena Kasino Online Memunculkan Diskusi tentang Kesejahteraan Digital

Mengenali Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Ketertarikan pada Kasino Online

Kasino Digital dan Tantangan Membangun Kesadaran Risiko di Era Internet

Kasino Online dan Cara Media Sosial Membentuk Persepsi tentang Peluang Menang

Mengapa Kekalahan Beruntun dalam Kasino Digital Bisa Memicu Keputusan Impulsif?

Menelusuri Peran Riwayat Permainan dalam Membentuk Harapan Pengguna Kasino Online

Kasino Digital dan Tantangan Mengenali Informasi Menyesatkan di Internet

Memahami Fenomena Mengejar Kerugian dalam Aktivitas Kasino Online

Ketika Kasino Online Hadir Sepanjang Waktu, Bagaimana Pola Istirahat Terpengaruh?

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Ketentuan Penggunaan Layanan

Mengapa Kemenangan yang Hampir Terjadi Bisa Memengaruhi Perilaku Pemain Kasino?

Kasino Online dalam Sorotan Iklan Digital dan Perlindungan Kelompok Rentan

Memahami Peran Edukasi Publik dalam Mengurangi Dampak Negatif Kasino Digital

Kasino Online dan Perubahan Cara Masyarakat Menilai Risiko Hiburan Digital

Mengapa Kecepatan Transaksi Menjadi Sorotan dalam Layanan Kasino Digital?

Menelusuri Fenomena Kasino Online di Tengah Meningkatnya Aktivitas Internet

Kasino Digital dan Pengaruh Notifikasi terhadap Kebiasaan Pengguna

Memahami Cara Platform Kasino Online Mengelola Informasi Aktivitas Pengguna

Ketika Hiburan Digital Melibatkan Uang, Bagaimana Batas Risiko Dikenali?

Kasino Online dalam Pembahasan Kesehatan Ekosistem Keuangan Digital

Mengenali Perbedaan Persepsi Kemenangan dan Kerugian dalam Kasino Online

Perkembangan Kasino Berbasis Internet Memunculkan Tantangan Moderasi Konten

Kasino Digital dan Pentingnya Memahami Jejak Transaksi Elektronik