Home BERITA TERKINI Jejak- Jejak Sejarah Suster Dominikan Indonesia

Jejak- Jejak Sejarah Suster Dominikan Indonesia

0

CIMAHI, Pena Katolik – Kongregasi Suster-suster Santo Dominikus di Indonesia berasal dari Kongregasi Suster-suster Santo Dominikus dari Keluarga Kudus: Yesus, Maria, dan Yosef di Neerbosch, Belanda. Kongregasi ini didirikan pada tahun 1848 oleh Pater Dominikus Daniel Josephus van Zeeland, OP.

Pada mulanya, Kongregasi Suster OP ini merupakan kongregasi tingkat keuskupan dengan kaul-kaul sederhana. Kongregasi ini merupakan bagian dari Keluarga Dominikan (Familia Dominicana).

Di usianya ke 83 tahun, Kongregasi Suster OP menggirim utusannya ke Indonesia untuk mulai berkarya di negara ini. Sejak saat itu, pimpinan Kongregasi Suster OP di Indonesia sebagai Pemimpin Misi. Misi di Indonesia berkembang yang sebagian besar anggotanya adalah orang-orang Indonesia.

Pada Kapitel tahun 1982, Misi di Indonesia diberi wewenang dalam mempersiapkan kemandirian atau otonomi kongregasi. Pada tanggal 12 Desember 1987, Misi di Indonesia diberi otonomi dan menjadi kongregasi mandiri yaitu Kongregasi Suster Suster St. Dominikus di Indonesia.

Tonggak Sejarah Suster Dominikan Indonesia

Awal Kehadiran

17 September 1931: Para Suster Dominikan Belanda berangkat ke Indonesia untuk membuka misi pertamanya untuk menanggapi panggil Mgr. BJJ Visser, MSC. Yang diutus Sr. Angelina’t Hoen (Sr. Angelina) OP, Sr. Hildegardis Dukker, OP dan Sr. Clara Mentink, OP

8 Oktober 1931: Para Suster Dominikan tiba di Pelabuhan Batavia, Indonesia

15 Oktober 1931: Tiba di Cilacap. Misi pertama dimulai dari sini. Dengan mendirikan Hollands Chinese School (HCS), sekolah untuk anak-anak keturunan Tionghoa sekolah dasar untuk anak Jawa dan Manado. Para Suster membuka panti asuhan dengan nama Pondok Theresia “Huiz Theresia” untuk menampung anak-anak yatim piatu dan asrama untuk menampung untuk menampung anak-anak dari luar kota.

24 Desember 1931: Misi kedua akan dimulai kembali dengan setibanya Sr. Virgini Schilderman, OP, Sr. Alphonsa Hoogenbosch, OP dan Sr. Hubertine Simonse, OP di Cilacap, Indonesia.

Juni 1933: 4 Suster Dominikan Belanda diutus lagi ke Indonesia, yaitu Sr. Godeliva de Maat, Sr. Ludovica Koster, Sr. Engelina Hendriksen, dan Sr. Aimona Wiezel.

Misi Cimai Dimulai

22 Juli 1934: Mendirikan Biara kedua di Cimahi dengan nama Biara Santa Maria.

Tahun 1935: Suster dominikan menerima para aspiran suster dominikan. Salah satunya dalah Casiana Sari dengan nama biaranya Sr. Bernadette sebagai suster pribumi pertama.  Ada pun beberapa nama-nama Suster yang masuk sebelum perang Dunia II: Sr. Bernadette Sari, Sr. Theresia Redjeb, Sr. Ignatia Sini, Sr. Rosa van Deursen, Sr. Albertha, Sr. Dominika Soeminah, Sr. Marie Yoseph Brilleman, Sr. Jacoba Soemilah, dan Sr. Bertranda Wolters.

Februari 1936: Konggresi  mengutus Sr. Thomasine Speller, Sr. Callista Gertzen, Sr. Josina Leuverink ke Cimahi, Indonesia.

Tahun 1939: Sebagai misi ke-7 sekaligus sebagai utusan terakhir. Mengutus Sr. Gaudentia Koster, dan Sr. Josephine Hendriks dengan mendirikan sekolah Kepandaian Putri Lengkap (SKP).

Maret 1939: Sr. Bertandra van der Avoort mengganti pemimpin kongregasi yang tidak mampu mengadakan perjalanan jauh Sr. Willibrorda untuk memakili dalam kunjungan pertama  ketanah Misi Indonesia bersama Sr. Hubertine van der Berg.

Zaman Jepang

6 Februari 1942: Sebagian suster dan para anak dari Pondok Theresia mengungsi dari Cilacap ke Karanganyar karena terjadi peperangan dampak dari perang dunia II yang sudah dimulai.

1 Maret 1942: Tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa.  Selang beberapa hari kota Cilacap pun dijatuhi bom-bom. Para korban yang terluka bom dibawa ke sekolah suster yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat.

23 Juli 1943: Terjadi perpisahan antara Suster Belanda dengan suster pribumi. Para Suster Belanda dibawa ke tempat pengasingan di Muntilan dan suster-suster pribumi tinggal di Karanganyar.

24 Nopember 1943: Para Suster yang di Muntilan dipindahkan ke Mendut, ke biara Suster-suster Fransiskanes.

19 Maret 1944: Para Suster dikembalikan Ke Muntilan dari Mendut. Tempat pengasingan ini mereka disatukan bersama Para religius (Romo).  Meski sebenarnya dilarang tapi Para Suster memberikan pengajaran agama, banyak orang yang telah lama meninggalkan agamanya bertobat. Para religius dipisahkan dengan kaum awam.

24 Agustus 1945:  Adalah kabar gembira karena perang sudah berakhir. Dampak dari pengeboman Kota Hiroshima. Indonesia pun sudah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

8 Maret 1946: Para Suster Belanda secara berkelompok kembali ke Belanda lantaran keadaan di tanah Misi (Cimahi) belum sepenuhnya pulih.

4 November 1947: Beberapa yang Suster Belanda yang kembali ke Belanda, datang kembali ke tanah Misi.  Pada tahun 1947 Cimahi dijadikan Biara Induk (Biara Santa Maria).

Tahun 1950: Para Suster berangkat ke Cirebon untuk membuka misi di sana. Setelah mereka menerima kesepakatan bahwa tempat yang akan ditempati itu sudah kosong. Suster yang ke sana adalah Sr. Angelina, Sr. Hubertine, Sr. Rosa, Sr. Bernadette, Sr. Fransisca, Sr. Ludovica, dan Sr. Marie Yoseph. Akan tetapi ketika tiba di Cirebon mereka belum bisa menepati tempat yang sudah dijanjikan.

Mulai Misi Purwokerto

Tahun 1951: Para Suster menerima misi di Purwokerto untuk melanjutkan karya-karya yang sudah ditinggal Suster Ursuline setelah perang Dunia II.  Pada tahun yang sama untuk mendukung misi di Jawa dikirim 2 Suster dari Belanda; yaitu Sr. Edmunda Van der lee dan Sr. Jacoba van der Ploeg. Misi tersebut adalah misi ke-8 para suster Dominikan.

17 Desember 1951: Perutusan tetap berlanjut, kali ini yang diutus adalah Sr. Ludovica Koster, Sr.Philomena Baas, dan Sr. Josephine Henricks yang kemudian disusul oleh Sr. Alphonsa Hoogenbosch, Sr. Theresia Redjeb, Sr. Bernadette Sari, Sr. Josina Leuverink, dan Sr. Virgini Schilderman untuk memulai misi ke-9 di Purwokerto.

Rawaseneng dan Yogyakarta

Tahun 1962: Membuka misi di Rawaseneng dengan mengirim Sr. Beata dan Sr. Bernadette.

Tahun 1968: Membuka novisiat di Yogyakarta, dimana sebelumnya di Cimahi.

Tahun 1970: Misi membangun biara di Maguwoharjo.

Tahun 1972: Membuka misi baru dengan menerima tawaran dari Ordo Saudara Dina (OFM) untuk mengelola panti asuhan Pondok Si Boncel.

Tahun 1976: Melaksanakan Kapitel Pemilihan Pemimpin Misi yang baru.

Tahun 1981: Membuka biara baru di Wonosari.

Tahun 1982: Membuka biara baru di Jalan Pejaten Raya, Jakarta.

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Kasino Online dan Perubahan Cara Masyarakat Memahami Hiburan Berbasis Teknologi

Mengapa Efek Suara dalam Kasino Digital Bisa Memengaruhi Persepsi Pengguna?

Fenomena Kasino Online di Tengah Meningkatnya Kebutuhan Literasi Media

Bagaimana Sistem Hadiah Virtual Membentuk Pengalaman Pengguna Kasino Digital?

Kasino Digital dan Perdebatan tentang Batas antara Hiburan dan Risiko Keuangan

Di Balik Kemudahan Registrasi Kasino Online, Ada Aspek Privasi yang Perlu Diperhatikan

Ketika Desain Permainan Kasino Digital Membuat Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat

Mengenali Pengaruh Cerita Kemenangan terhadap Pandangan Masyarakat tentang Kasino Online

Kasino Online dalam Sorotan Perkembangan Sistem Verifikasi Identitas Digital

Mengapa Informasi Peluang Permainan Perlu Disampaikan secara Jelas di Kasino Digital?

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pola Interaksi Visual yang Menarik untuk Dipahami dari Sisi Desain

Mengapa Game Digital dengan Tema Klasik Masih Bisa Menarik Perhatian Generasi Pengguna Baru?

Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Tradisional Dapat Beradaptasi dengan Teknologi Hiburan

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Bermain

Bagaimana Penggunaan Animasi dalam Game Digital Membantu Menyampaikan Informasi kepada Pengguna?

Mahjong Ways 2 Memiliki Mekanisme Pergantian Simbol yang Membentuk Alur Permainan Berbeda

Game Bertema Asia Memiliki Karakter Visual yang Berkembang Bersama Teknologi Digital Modern

Mengapa Tampilan Game Mobile yang Teratur Dapat Membantu Pengguna Mengenali Berbagai Fitur?

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Desain yang Menghubungkan Nuansa Klasik dan Visual Modern

Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Menampilkan Efek dan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Penyajian Fitur yang Menarik Dilihat dari Sudut Pandang Desain Informasi

Mengapa Pengalaman Pertama Saat Membuka Game Mobile Bisa Memengaruhi Kesan Pengguna?

Mahjong Ways dan Penggunaan Tema Mahjong dalam Membentuk Karakter Hiburan Digital Modern

Game Digital Semakin Memperhatikan Detail Kecil yang Sering Luput dari Perhatian Pengguna

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menentukan Informasi yang Perlu Ditampilkan di Layar Utama?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Mekanisme Permainan dan Respons Visual di Layar

Perkembangan Game Smartphone Membuat Desain Antarmuka Perlu Menyesuaikan Berbagai Cara Penggunaan

Mengapa Konsistensi Tampilan Menjadi Salah Satu Faktor Penting dalam Pengalaman Game Digital?

Mahjong Ways Menghadirkan Interpretasi Modern dari Tema Klasik yang Sudah Lama Dikenal

Game Digital dengan Tampilan Menarik Tetap Membutuhkan Sistem Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Visual Dapat Mengubah Cara Pengguna Mengikuti Permainan

Mengapa Game Digital dengan Konsep Sederhana Bisa Memiliki Karakter yang Mudah Diingat?

Mahjong Ways Menampilkan Adaptasi Permainan Tradisional dalam Bentuk Hiburan Berbasis Teknologi

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Informasi Ditampilkan kepada Pengguna

Bagaimana Penggunaan Ruang Kosong dalam Desain Game Membantu Menjaga Kejelasan Tampilan?

Mahjong Ways 2 Memiliki Rangkaian Animasi yang Berkaitan dengan Perubahan Kondisi Permainan

Game Bertema Budaya Asia Menghadirkan Pendekatan Visual yang Berbeda dari Game Modern Lainnya

Mengapa Desain Antarmuka Game Digital Perlu Mempertimbangkan Kebiasaan Pengguna Baru?

Mahjong Ways dan Cara Penggunaan Elemen Dekoratif Membantu Membangun Identitas Permainan

Teknologi Game Smartphone Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Keseimbangan Visual dan Performa

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan dari Ruang Fisik ke Layar Digital

Mengapa Kecepatan Permainan Kasino Digital Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan?

Di Balik Kemudahan Kasino Online, Bagaimana Pengguna Memahami Nilai Uang?

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Etika Teknologi dan Tanggung Jawab Platform

Ketika Hiburan Kasino Online Bersinggungan dengan Kesehatan Finansial Masyarakat

Bagaimana Fitur Interaktif Kasino Digital Memengaruhi Perhatian Pengguna?

Menelusuri Perubahan Cara Masyarakat Memandang Kasino Online di Era Informasi

Kasino Online dan Tantangan Mengenali Informasi yang Terlihat Meyakinkan

Mengapa Riwayat Permainan Tidak Bisa Menjamin Hasil Berikutnya di Kasino Digital?

Fenomena Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Kesadaran terhadap Waktu Layar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Desain Permainan Dapat Menyampaikan Informasi Tanpa Banyak Teks

Mengapa Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Terasa Akrab meski Menggunakan Teknologi Game Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Waktu Muat dan Kelancaran Aplikasi

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Cascade Membentuk Rangkaian Perubahan yang Terlihat di Layar

Game Digital Bertema Asia Tidak Hanya Mengandalkan Ornamen tetapi Juga Pemilihan Suasana Visual

Bagaimana Desain Game Mobile Membantu Pengguna Mengenali Fitur Baru tanpa Penjelasan Panjang?

Mahjong Ways Menghadirkan Kesan Tradisional melalui Perpaduan Motif, Warna, dan Tata Letak

Mengapa Perubahan Kecil pada Antarmuka Bisa Memengaruhi Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Teknologi Game Mobile Terus Berkembang dan Membawa Tantangan Baru dalam Pengelolaan Animasi

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Pentingnya Keteraturan Visual dalam Menampilkan Mekanisme Permainan

Mahjong Ways 2 Memiliki Sistem Pergantian Simbol yang Membuat Alur Visual Terlihat Berbeda

Mengapa Detail Latar Belakang dalam Mahjong Ways Ikut Membentuk Suasana Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memiliki Cara Menarik dalam Memadukan Cerita Budaya dan Desain Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Efek Animasi dan Informasi yang Muncul di Layar

Perubahan Tren Game Mobile Membuat Desain Sederhana Kembali Menjadi Perhatian Pengembang

Bagaimana Mahjong Ways Menggunakan Komposisi Warna untuk Memperkuat Nuansa Tradisional?

Game Digital Kini Semakin Memperhatikan Cara Pengguna Memahami Informasi dalam Waktu Singkat

Mahjong Ways 2 dan Peran Transisi Visual dalam Menjaga Alur Permainan Tetap Mudah Diikuti

Mengapa Penggunaan Ornamen Klasik dalam Game Modern Tidak Selalu Terlihat Ketinggalan Zaman?

Perkembangan Desain Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Keseimbangan antara Detail dan Kenyamanan

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?