Home BERITA TERKINI Katedral Sanggau Mempesona di Tepi Sungai Kapuas

Katedral Sanggau Mempesona di Tepi Sungai Kapuas

0

SANGGAU, Pena Katolik – Kayu belian adalah jenis kayu terkuat dan tahan lama. Pohon belian hanya ada di belantara Kalimantan dan dapat tumbuh sampai usia 1000 tahun lebih. Kayu ini begitu keras, tahan lama dan tidak mudah rapuh. Reputasi inilah yang menjadikan kayu belian mendapat julukan “kayu besi Borneo”.

Sebongkah akar-tunggul kayu belian inilah yang menjadi bahan pembuatan kursi takhta uskup Sanggau yang diletakkan di Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau Kalimantan Barat. Takhta ini melambangkan jabatan uskup sebagai pemimpin tertinggi di sebuah keuskupan.

Dengan bahan kayu belian, takhta ini melambangkan kekuatan. Usia kayu yang tahan lama melambangkan penyertaan Tuhan yang terus-menerus bagi sang uskup dan umat yang dipimpinnya.

Takhta ini dibuat seperti tangan yang menengadah ke atas, bentuk ini diperoleh dengan menempatkan akar-tunggul belian pada posisi terbalik. Akar yang lazimnya berfungsi menyerap air dan mineral dari dalam tanah, dengan bentuk yang baru seakan mengarah ke atas. Ini melambangkan rahmat tahbisan uskup yang diterima dari Allah.

Takhta ini menjadi satu dari beberapa bagian Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau. Sebelumnya pada tahun 2011, katedral ini sempat direnovasi yang membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun sampai sepenuhnya selesai. Tujuh tahun penantian umat Keuskupan Sanggau untuk memiliki sebuah katedral baru terbayar saat katedral ini dikonsekrasi dalam sebuah Misa yang dipimpin Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Ignatius Suharyo 11 September 2018.

Budaya dan Kristiani

Hal unik lain yang dapat ditemukan di katedral yang berdiri di tepi Sungai Kapuas ini adalah bentuk keseluruhan bangunan yang jika terlihat dari atas berbentuk salib. Bentuk keseluruhan bangunan dipadukan dengan nilai-nilai Budaya Masyarakat Dayak. Terdapat tujuh menara yang melambangkan lumbung padi Masyarakat Dayak.

Perpaduan antara Budaya Dayak dan nilai-nilai Kristiani terlihat jelas pada beberapa bagian katedral. Ketiga pintu masuk utama katedral dibuat dengan kayu yang berasal dari hutan Kalimantan. Dalam setiap pintu itu terukir relief yang masing-masing menggambarkan peristiwa iman yang bersumber dari Kitab Suci.

Pintu utama bagian tengah misalnya dinamakan Pintu Apostolik, terdapat ukiran Yesus yang sedang memberikan kunci kepada St Petrus. Adegan ini seakan menggambarkan pesan Yesus kepada Petrus yang Ia sebut sebagai “batu karang”(Mat 16: 18-19).

Di bagian dalam pintu ini terdapat ukiran ukiran Hati Kudus Yesus dan Hati Kudus Maria. Setiap pintu utama katedral ini memiliki nama masing-masing. Dua pintu yang lain bernama “Pintu Doa” dan Pintu yang terakhir adalah “Pintu Keluarga Kudus”.

Unsur budaya terasa pada motif Dayak sebagai bingkai setiap pintu. Akhirnya ketiga pintu ini seperti mengajak umat untuk masuk dalam misteri iman akan Allah Tritunggal. Aksen Budaya Dayak yang menjadi bingkai seakan mengajak umat untuk tidak lupa pada asal dan akar mereka sebagai umat yang hidup di tanah Kalimantan.

Paus Fransiskus saat memberkati lonceng Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau, Kalimantan Barat. IST

Lonceng Katedral

Ada tiga buah lonceng yang dipasang di Katedral Sanggau. Ketiga lonceng ini mulai dibuat pada 27 Juni 2014 bertepatan dengan hari raya Hati Kudus Yesus, pelindung Katedral Sanggau. Pembuatnya adalah Pontificia Fonderia Marinelli, sebuah yayasan pembuat lonceng Kepausan di Agnone, Molise, Italia.

Setelah selesai dibuat pada 1 Oktober 2014, ketiga lonceng itu lalu dibawa ke Vatikan untuk diberkati Paus Fransiskus. Saat itu, Paus juga mendoakan umat Keuskupan Sanggau agar selalu mendapat berkat dari Tuhan.

Tiga lonceng ini memiliki ukuran dan berat yang berbeda-beda. Leceng terbesar dengan berat 220 kilogram memiliki nada dasar “do”. Di sini terdapat gambar Hati Kudus Yesus. Di bagian tengah lonceng ini juga terdapat logo Paus Fransiskus dan Logo Uskup Sanggau.

Di samping kanan terdapat logo Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau. Sedangkan di bagian kiri terdapat logo Provinsi Kalimantan Barat. Lonceng kedua memiliki berat 115 kilogram dengan nada dasar “mi”. Sedangkan lonceng terkecil memiliki berat 75  kilogram dengan nada dasar “sol”.

Setelah selesai dibangun, Katedral Sanggau mampu menampung 2500 umat. Diperlukan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan katedral ini. Baik dalam Budaya Dayak maupun dalam Gereja Katolik, angka tujuh memiliki arti yang baik.

Katedral Sanggau merupakan sintesis indah antara teknik arsitektur, kebudayaan Dayak, seni, dan kehidupan. Ini semua teringkas dalam lambang pohon yang hidup. Mgr Yulius Menccucini CP menjelaskan, katedral ini melambangkan gereja inkulturatif. Unsur seni dan budaya dalam aneka simbol membuktikan Gereja Keuskupan Sanggau telah mengakar kuat dalam budaya dan tradisi.

Dengan selesainya Katedral Sanggau, maka seluruh umat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Uskup Sanggau Mgr Menccucini mengungkapkan, Allah yang Maha Kuasa telah memberi sukacita untuk membangun. Untuk itu ia mengajak umat untuk bersyukur atas rahmat ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memiliki Pola Penyajian Animasi yang Membuat Perubahan Simbol Lebih Mudah Diikuti

Mengapa Game Digital dengan Unsur Budaya Tradisional Bisa Terasa Akrab bagi Pengguna Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Pengguna

Mahjong Ways Menampilkan Perpaduan Warna dan Ornamen yang Mengingatkan pada Estetika Asia

Bagaimana Transisi Visual dalam Game Digital Membantu Pemain Memahami Jalannya Permainan?

Game Mobile dengan Tema Klasik Menunjukkan Bahwa Inovasi Tidak Selalu Berasal dari Konsep Baru

Mahjong Ways 2 Menggunakan Efek Berantai untuk Menampilkan Perubahan Susunan Simbol dalam Permainan

Mengapa Pemilihan Warna dalam Game Digital Bisa Memengaruhi Cara Pengguna Mengenali Fitur?

Komunitas Game Online Membentuk Ruang Diskusi Baru tentang Desain dan Pengalaman Bermain

Teknologi Layar Smartphone Membawa Pengaruh terhadap Cara Game Digital Menampilkan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten