Home BERITA TERKINI Menerawang Perjanjian Vatikan-Tiongkok di Era Leo XIV

Menerawang Perjanjian Vatikan-Tiongkok di Era Leo XIV

0

BEJING, Pena Katolik – Setelah paus Fransiskus mangkat, Tiongkok menyampaikan belasungkawa yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok dengan lugas pada tanggal 22 April 2025. Apakah penundaan satu hari ini bermakna khusus, tentang hubungan Vatikan-Tiongkok?

Sejak 2018, Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Vatikan untuk mendorong peningkatan hubungan Tiongkok-Vatikan yang berkelanjutan. Sebagai Paus, Fransiskus berupaya memperbaiki hubungan yang tidak harmonis ini dengan semakin terlibat dengan Beijing. Sejak tahun 1950-an, Bejing memberlakukan pembatasan pada ekspresi keagamaan lintas agama, hal inilah yang ingin didobrak Fransiskus.

Fransiskus menyadari, Vatikan perlu perlunya meningkatkan hubungan. Berulang kali, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap Tiongkok dan bahkan menyampaikan salam kepada Presiden Xi Jinping, dengan menambahkan: “Dunia Barat, dunia Timur, dan Tiongkok semuanya memiliki kapasitas untuk menjaga keseimbangan perdamaian dan kekuatan untuk melakukannya. Kita harus menemukan jalannya, selalu melalui dialog; tidak ada cara lain.”

Arah kebijakan ini sepertinya akan berlanjut pada masa Leo XIV. Salah satu tandanya dengan pengakuan Bejing terhadap Uskup Pembantu Fuzhou, Mgr. Giuseppe Lin Yuntuan, yang selama ini dikenal sebagai uskup untuk “umat Katolik bawah tanah”. Langkah ini menunjukkan arah perjanjian Vatikan-Tiongkok akan terus berlanjut, meskipun diketahuin Paus Leo XIV memiliki latar belakang sebagai kelahiran Amerika Serikat, sebuah negeri yang selama ini dikenal kerap berseberangan dengan Tiongkok.

Sejarah Hubungan Tiongkok-Tahta Suci

Dua tahun setelah didirikan tahun 1951, rezim Komunis ateis Republik Rakyat Tiongkokmemutuskan hubungan diplomatiknya dengan Vatikan. Bejing mengusir internunsio kepausannya atau utusan Tahta Suci dengan tuduhan “spionase”. Kisah ini jelas penolakan terhadap pengaruh Barat ketika itu.

Di sisi lain, Vatikan malah membangun hubungan formal dengan Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim oleh Tiongkok sebagai wilayah kedaulatannya. Tentu, sikap Vatikan ini menjadi hambatan besar dalam “pemulihan” kembali relasi Vatikan-Tiongkok.

Pada perkembangannya, Konstitusi Tiongkok mengizinkan kebebasan beragama, dengan beberapa ketentuan: bahwa tidak seorang pun boleh menggunakan agama untuk “terlibat dalam kegiatan yang mengganggu ketertiban umum, mengganggu kesehatan warga negara, atau mengganggu sistem pendidikan negara,” dan bahwa “kelompok agama dan urusan keagamaan tidak boleh dikendalikan oleh kekuatan asing.”

Saat ini, Katolik adalah salah satu dari lima agama resmi yang diakui Partai Komunis Tiongkok. Meski begitu, umat Katolik hanya diizinkan secara hukum untuk menjalankan versi agama yang diawasi oleh negara. Masing-masing dari lima agama tersebut—empat lainnya adalah Buddha, Taoisme, Islam, dan Protestan. Semuanya memiliki badan yang dikendalikan pemerintah yang mengelola urusan masing-masing. Untuk umat Katolik, badan tersebut adalah Asosiasi Patriotik Katolik Tiongkok (The Chinese Catholic Patriotic Association/CCPA).

Katolik Tiongkok (termasuk yang diakui negara) pada dasarnya sama secara teologis dan doktrinal jika dibandingkan dengan Katolik arus utama (Gereja Roma). Perbedaannya terletak pada struktur pemerintahannya (hierarki). Secara tradisional, Vatikan mengatur Katolik secara global, tetapi untuk Katolik di Tiongkok, negara yang mengatur Gereja.

CCPA dimaksudkan untuk memastikan bahwa praktik Katolik selaras dengan “sinisasi” agama Xi. Dengan kebijakan ini, pemerintah memaksa agama untuk memasukkan agenda politik Partai Komunis ke dalam ideologi dan praktik mereka.

Dengan demikian, meskipun Paus secara umum memegang wewenang atas penunjukan uskup di seluruh dunia, namun CCPA dan Konferensi Waligereja Gereja Katolik di Tiongkok (BCCCC) juga memiliki wewenang melakukan penunjukan ini di Tiongkok. Kesepakatan inilah yang tertuang dalam perjanjian antara kedua negara, meski beberapa kali terjadi Tiongkok menunjuk uskup tanpa persetujuan Vatikan, meskipun pada akhirnya menyetujui.

Sebuah komunitas Gereja Katolik, yang selama ini dikenal sebagai “umat Katolik bawah tanah”, memilih untuk tidak berafiliasi dengan CCPA. Selama ini, mereka menjalani kehidupan menggereja dengan taat kepada Vatikan, dengan menahbiskan para uskup secara diam-diam.

Pihak berwenang Tiongkok secara historis menentang bahkan “menganiaya” faksi ini, dengan laporan penahanan beberapa imam dan menutup gereja-gerejanya. Secara resmi, di Tiongkok ada 6 juta umat Katolik yang diakui negara ditambah 6 juta umat lain yang menjadi anggota “Gereja bawah tanah”.

Sejak kepausan sejauh Paus Yohanes Paulus II, Vatikan telah mencoba memperbaiki hubungan tersebut. Lankah ini berlanjut ketika Benediktus XVI. Syarat Beijing untuk rekonsiliasi penuh dengan Vatikan dilaporkan termasuk memutuskan hubungan dengan Taiwan dan tidak mencampuri cara PKT menjalankan Gereja Katoliknya, termasuk pengangkatan uskup.

Terobosan Paus Fransiskus

Ketika Fransiskus menjadi Paus pada tahun 2013, ia melihat bahwa hubungan Vatikan-Tiongkok perlu diubah (baca ditingkatkan). Untuk itu, Fransiskus berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Tiongkok. Negara ini belum pernah dikunjungi oleh Paus mana pun.

Fransiskus pernah begitu berharap dapat bertemu dengan Presiden Xi Jinping saat keduanya berada di Kazakhstan pada waktu bersamaan, namun Bejing menolak, pertanda yang disampaikan Vatikan. Pada akhirnya, Fransiskus tidak pernah menginjakkan kaki di sana, tetapi, sebagai tanda mencairnya ketegangan, Beijing mengizinkannya terbang di atas wilayah udara Tiongkok pada tahun 2014. Itu adalah pertama kalinya seorang Paus diizinkan memasuki wilayah udara Tiongkok dalam perjalanan ke negara Asia.

Sejak awal kepausannya, Fransiskus menyampaikan ungkapan kedekatan kepada Tiongkok. Ia memberi ucapan selamat kepada Xi, saat ia melewati wilayah udara Tiongkok untuk perjalanan ke Korea Selatan.

Pada tahun 2018, kepausan Fransiskus menyaksikan perkembangan bersejarah lainnya: kesepakatan bersama antara Tiongkok dan Vatikan menyetujui kompromi tentang pengangkatan uskup, tanda kesediaan untuk berbagi otoritas Katolik. Rincian kesepakatan tersebut belum dipublikasikan, tetapi selama ini dilaporkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup kerangka kerja di mana otoritas Tiongkok dan masyarakat lokal akan mengajukan nama-nama uskup baru yang akan disetujui Vatikan.

Paus Fransiskus pada akhirnya memilih menyetujui banyak usul Tiongkok, meski mendapat banyak kritikan, termasuk dari umat Gereja bawah tanah. Tampaknya, fokus Fransiskus adalah ingin agar kehidupan umat di Tiongkok dapat semakin aman dan nyaman, meski dengan demikian ia harus “berkompromi” untuk banyak urusan. Ia mengatakan, keengganan untuk duduk di meja perundingan akan lebih buruk. Hingga kini, kesepakatan itu telah diperpanjang tiga kali dan akan tetap berlaku hingga tahun 2028.

Ada capaian positif dalam relasi Vatikan-Tiongkok selama masa kepausan Fransiskus. Paus Argentina itu meningkatkan profil diplomatik Vatikan dengan kea rah positif meski juga banyak kritikan. Salah satu tanda keberhasilannya adalah saat Fransiskus, pada tahun 2023, mengirim Kardinal Matteo Maria Zuppi ke Tiongkok. Ini sudah merupakan prestasi langka, meski bukan untuk misi gerejawi, tetapi sebagai bagian dari misi perdamaian untuk Ukraina.

Fransiskus sebagai Paus pertama yang mengirim kardinal ke Tiongkok dan meminta bantuan Tiongkok dalam upaya internasional. Langkah ini menjadi gambaran positif, meskipun Tiongkok sepertinya masih akan terus “jual mahal”, satu sikap yang bisa dimaklumi, sebab memang begitu lah mereka selama ini, juga kepada negara-negara lain.

Arah Kebijakan Paus Leo XI

Sepertinya, Paus XIV harus mendekati Tiongkok dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Fransiskus, jika Vatikan ingin terus menjalankan pengaruh internasional serta memastikan Gereja Katolik tetap relevan di negara tersebut.

Dipercaya, Tiongkok dapat dengan mudah meninggalkan perjanjian 2018 dengan Vatikan terkait pengangkatan uskup dan menghadapi akibat. Lai Pan Chiu, profesor studi agama di Universitas Cina Hong Kong, mengatakan, Vatikan di bawah kepausan berikutnya harus tetap menjalin hubungan baik dengan Tiongkok untuk bekerja sama secara efektif dalam memecahkan masalah seperti kelaparan dan kemiskinan. Chambon berpendapat, Paus berikutnya harus mencoba mengunjungi Tiongkok, jika memungkinkan. Harus diakui, Tiongkok adalah negara yang sangat penting di dunia saat ini, Gereja Katolik harus menerimanya.

Rasanya konsistensi sikap Vatikan terhadap Tiongkok, seperti yang dilakukan Paus Fransiskus adalah pilihan yang paling masuk akal untuk diambil. Vatikan perlu terus memperkuat relasi ini, dan membangun citra bahwa negara terkecil di dunia ini dapat semakin menjadi perantara perdamaian internasional.

Pengakuan otoritas Tiongkok pada Mgr. Lin tampaknya sebuah sunyal positif. Apalagi gestur ini justru diinisiasi Tiongkok yang menyetujui seorang uskup yang selama ini dianggap sebagai bagian dari “Gereja bawah tanah” yang sekian lama berada di bawah tekanan Tiongkok. Meski akan ada kompromi, perjuangan untuk melindungi umat Katolik di Tiongkok tetap menjadi sebuah pilihan yang bijaksana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mengapa Game Online Semakin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari?

Cara Pemain Game Online Menentukan Permainan yang Layak Dicoba

Fenomena Game Online yang Tetap Populer meski Banyak Judul Baru Bermunculan

Bagaimana Perkembangan Internet Membentuk Generasi Gamer Modern?

Mengapa Pengalaman Pertama Bermain Game Online Sering Sulit Dilupakan?

Perubahan Cara Pemain Menikmati Game Online dalam Beberapa Tahun Terakhir

Ketika Game Online Menawarkan Kebebasan Memilih, Apa yang Membuatnya Menarik?

Mengapa Sebagian Pemain Lebih Nyaman Bermain Game Online Sendirian?

Game Online dan Perubahan Cara Masyarakat Memandang Hiburan Digital

Bagaimana Pengembang Game Online Menyesuaikan Permainan dengan Kebutuhan Pemain?

Mengapa Game Online dengan Sistem Level Bisa Membuat Pemain Merasa Puas?

Perkembangan Game Online Membuat Batas antara Hiburan dan Kompetisi Semakin Tipis

Bagaimana Musik Latar Memengaruhi Suasana saat Bermain Game Online?

Fenomena Pemain Game Online yang Senang Mengulang Tantangan Sulit

Mengapa Pembaruan Game Online Sering Menarik Perhatian Komunitas Pemain?

Ketika Game Online Memiliki Banyak Pilihan Karakter, Apa Pengaruhnya bagi Pemain?

Bagaimana Game Online Menghadirkan Pengalaman Kompetitif yang Berbeda?

Mengapa Sebagian Game Online Lebih Mengutamakan Cerita daripada Grafis?

Perubahan Desain Game Online dan Pengaruhnya terhadap Kenyamanan Bermain

Apa yang Membuat Pemain Game Online Tertarik Mempelajari Strategi Baru?

Mengapa Game Online dengan Dunia Terbuka Memberikan Pengalaman Berbeda?

Bagaimana Game Online Membangun Rasa Penasaran melalui Misi Tersembunyi?

Fenomena Pemain yang Lebih Menikmati Proses daripada Hasil dalam Game Online

Perkembangan Game Online Membuat Interaksi Virtual Terasa Semakin Nyata

Mengapa Pilihan Mode Permainan Menjadi Pertimbangan Penting bagi Gamer?

Bagaimana Game Online Memanfaatkan Lingkungan Virtual untuk Menciptakan Tantangan?

Ketika Game Online Menghadirkan Event Musiman, Mengapa Pemain Antusias?

Mengapa Game Online dengan Mekanisme Sederhana Tetap Memiliki Penggemar?

Perubahan Sistem Navigasi dalam Game Online dan Dampaknya bagi Pemain Baru

Bagaimana Game Online Menciptakan Pengalaman Bermain yang Tidak Selalu Sama?

Mengapa Game Online Bisa Menjadi Sarana Belajar Kerja Sama dalam Tim?

Bagaimana Perkembangan Game Online Memengaruhi Cara Pemain Berkomunikasi?

Fenomena Pemain Game Online yang Gemar Mengoleksi Item Virtual

Mengapa Sistem Peringkat dalam Game Online Menjadi Perhatian Banyak Gamer?

Ketika Game Online Menghadirkan Pilihan Sulit, Bagaimana Pemain Mengambil Keputusan?

Perkembangan Game Online dan Munculnya Berbagai Gaya Bermain yang Unik

Bagaimana Game Online Menciptakan Ruang Kreativitas bagi Para Pemain?

Mengapa Pemain Game Online Memiliki Preferensi Genre yang Berbeda?

Fenomena Komunitas Game Online yang Aktif Berbagi Pengetahuan

Bagaimana Game Online Mengubah Cara Pemain Memahami Persaingan Sehat?

Mengapa Game Online Semakin Memperhatikan Kenyamanan Pemain Baru?

Bagaimana Teknologi Cloud Membuka Peluang Baru bagi Industri Game Online?

Fenomena Game Online yang Menghadirkan Pengalaman Bermain Lintas Perangkat

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Faktor Penting dalam Game Online Kompetitif?

Perkembangan Game Online dan Tantangan Menjaga Keamanan Akun Pemain

Bagaimana Game Online Menggunakan Sistem Tutorial untuk Membantu Pemula?

Mengapa Fitur Kustomisasi Semakin Banyak Ditemukan dalam Game Online?

Ketika Game Online Mengalami Gangguan Server, Apa Dampaknya bagi Pemain?

Bagaimana Perkembangan Perangkat Mobile Memengaruhi Kualitas Game Online?

Masa Depan Game Online dan Perubahan Pengalaman Bermain yang Perlu Dipahami

Mengapa Game Online dengan Durasi Singkat Semakin Cocok untuk Aktivitas Harian?

Bagaimana Kebiasaan Bermain Game Online Berubah saat Waktu Luang Terbatas?

Game Online Kini Lebih Mudah Diakses, tetapi Apa Tantangan bagi Pemain?

Mengapa Fitur Penyimpanan Otomatis Penting dalam Pengalaman Game Online?

Peran Umpan Balik Pemain dalam Membentuk Perkembangan Game Online Modern

Bagaimana Game Online Membantu Pemain Mengenal Budaya dari Berbagai Negara?

Mengapa Game Online dengan Sistem Pertandingan Cepat Memiliki Daya Tarik Tersendiri?

Perubahan Cara Gamer Menemukan Game Online Baru di Tengah Banyaknya Pilihan

Bagaimana Game Online Menyesuaikan Tingkat Kesulitan dengan Kemampuan Pemain?

Mengapa Fitur Aksesibilitas Mulai Mendapat Perhatian dalam Industri Game Online?

Mengapa Game Online dengan Komunitas Kecil Tetap Bisa Memberikan Pengalaman Menarik?

Bagaimana Sistem Pencocokan Pemain Memengaruhi Keseimbangan Game Online?

Fenomena Pemain Game Online yang Lebih Menyukai Eksplorasi daripada Kompetisi

Mengapa Kualitas Koneksi Internet Berpengaruh terhadap Kenyamanan Bermain Game Online?

Perubahan Cara Pengembang Menghadirkan Konten Baru dalam Game Online

Bagaimana Game Online Membangun Identitas Pemain melalui Avatar Digital?

Mengapa Game Online dengan Cerita Bercabang Memberikan Pengalaman Berbeda?

Peran Moderasi Komunitas dalam Menciptakan Lingkungan Game Online yang Nyaman

Bagaimana Game Online Menghadirkan Tantangan bagi Pemain dengan Kemampuan Berbeda?

Mengapa Transparansi Sistem Permainan Penting bagi Kepercayaan Pemain Game Online?

Mengapa Konten Kasino Online Mudah Menarik Perhatian di Tengah Arus Informasi Digital?

Kasino Digital dan Tantangan Memahami Risiko di Balik Kemudahan Transaksi

Menelusuri Peran Media Sosial dalam Membentuk Citra Kasino Berbasis Internet

Ketika Permainan Kasino Online Mengaburkan Batas antara Hiburan dan Pengeluaran

Mengenali Fenomena Kemenangan yang Sering Ditampilkan dalam Konten Kasino Digital

Kasino Online dan Pengaruh Kemudahan Akses terhadap Pengelolaan Waktu Pengguna

Bagaimana Informasi Kasino Digital Dapat Memengaruhi Keputusan Finansial Seseorang?

Di Balik Perkembangan Kasino Online, Ada Persoalan Perlindungan Data Pengguna

Kasino Berbasis Internet dan Perubahan Cara Masyarakat Menilai Informasi Digital

Memahami Mengapa Peluang Menang Kasino Online Sering Disalahartikan Pengguna

Mengapa Game Online Semakin Sulit Ditinggalkan oleh Pemain di Era Digital?

Perkembangan Game Online Mengubah Cara Generasi Muda Menikmati Hiburan

Di Balik Popularitas Game Online, Ada Perubahan Kebiasaan yang Jarang Disadari

Mengapa Game Online dengan Tampilan Sederhana Justru Bisa Menarik Banyak Pemain?

Fenomena Game Online Modern dan Alasan Pemain Terus Mencari Pengalaman Baru

Ketika Game Online Menjadi Bagian dari Rutinitas, Apa yang Sebenarnya Berubah?

Mengapa Game Online Berbasis Smartphone Semakin Diminati Berbagai Kalangan?

Bagaimana Teknologi Mengubah Pengalaman Bermain Game Online dari Masa ke Masa?

Game Online dan Perubahan Pola Hiburan Digital yang Semakin Terasa

Mengapa Pemain Game Online Sering Merasa Waktu Berlalu Begitu Cepat?

Fenomena Game Online Multiplayer dan Cara Baru Membangun Pertemanan Digital

Mengapa Desain Karakter Game Online Bisa Begitu Melekat dalam Ingatan Pemain?

Perubahan Dunia Game Online Membuat Pengalaman Bermain Semakin Personal

Ketika Game Online Menghadirkan Dunia Virtual, Mengapa Pemain Merasa Terhubung?

Mengapa Game Online dengan Tantangan Berulang Tetap Menarik untuk Dimainkan?

Game Online dan Perkembangan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Hiburan Interaktif

Mengapa Komunitas Game Online Bisa Bertahan meski Tren Permainan Terus Berganti?

Perkembangan Game Online Membawa Tantangan Baru bagi Pengguna Internet

Bagaimana Game Online Memanfaatkan Efek Visual untuk Membangun Pengalaman Bermain?

Mengapa Industri Game Online Terus Berinovasi Mengikuti Kebiasaan Pemain?

Mengapa Game Online Kini Menjadi Ruang Hiburan sekaligus Tempat Bersosialisasi?

Perubahan Kebiasaan Gamer di Era Digital yang Semakin Terhubung

Bagaimana Game Online Menciptakan Pengalaman Berbeda bagi Setiap Generasi?

Fenomena Pemain Game Online yang Lebih Menyukai Tantangan daripada Hadiah

Mengapa Cerita dalam Game Online Bisa Membuat Pemain Merasa Terlibat?

Perkembangan Game Online Membuka Cara Baru Menikmati Hiburan Interaktif

Ketika Dunia Game Online Semakin Realistis, Apa yang Dirasakan Pemain?

Mengapa Fitur Kerja Sama Menjadi Daya Tarik dalam Game Online Modern?

Bagaimana Perubahan Tren Game Online Memengaruhi Pilihan Permainan Pengguna?

Game Online dan Munculnya Kebiasaan Baru dalam Mengisi Waktu Luang

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Muncul dalam Percakapan di Media Sosial?

Kasino Digital dan Perubahan Cara Masyarakat Memahami Risiko Permainan

Menelusuri Pengaruh Konten Video Pendek terhadap Popularitas Kasino Online

Di Balik Tampilan Kasino Online, Ada Strategi Desain yang Memengaruhi Pengguna

Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Membedakan Informasi dari Promosi

Bagaimana Kasino Digital Memanfaatkan Teknologi untuk Menjaga Aktivitas Pengguna?

Fenomena Kasino Online Memunculkan Perdebatan tentang Batas Hiburan Digital

Mengenali Pengaruh Notifikasi terhadap Kebiasaan Pengguna Kasino Online

Kasino Online dan Perubahan Persepsi Masyarakat terhadap Peluang Kemenangan

Ketika Kasino Digital Menjadi Topik Perbincangan dalam Literasi Media

Mengapa Informasi tentang Kasino Online Perlu Dilihat dari Berbagai Perspektif?

Perkembangan Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Pengawasan Konten Digital

Kasino Online dalam Sorotan Psikologi Pengambilan Keputusan Pengguna

Memahami Bagaimana Promosi Kasino Digital Membentuk Harapan Pengguna Baru

Di Tengah Arus Informasi Digital, Kasino Online Menghadirkan Tantangan Baru

Menelusuri Hubungan Kasino Online dengan Perubahan Pola Konsumsi Konten

Kasino Digital dan Pentingnya Memahami Perbedaan Hiburan dengan Risiko Keuangan

Bagaimana Pengalaman Pengguna Membentuk Pandangan terhadap Kasino Berbasis Internet?

Fenomena Kasino Online Mengingatkan Pentingnya Sikap Kritis terhadap Konten Viral

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Tanggung Jawab Platform Internet

Kasino Online dan Fenomena Normalisasi Taruhan dalam Kehidupan Digital

Mengapa Transparansi Biaya Penting dalam Layanan Kasino Berbasis Internet?

Menelusuri Pengaruh Komunitas Virtual terhadap Pandangan tentang Kasino Online

Ketika Kasino Digital Menggunakan Sistem Hadiah, Bagaimana Pengaruhnya pada Pengguna?

Kasino Online dan Tantangan Memahami Informasi di Tengah Banjir Konten Digital

Bagaimana Kebiasaan Bermain pada Malam Hari Berkaitan dengan Risiko Kasino Online?

Kasino Digital dalam Sorotan Perlindungan Pengguna dari Praktik Manipulatif

Mengenali Perbedaan antara Keberuntungan Sesaat dan Peluang dalam Kasino Online

Kasino Online dan Peran Edukasi Keluarga dalam Membangun Kesadaran Risiko

Mengapa Kemudahan Registrasi Kasino Digital Perlu Diimbangi Perlindungan Identitas?