Home BERITA TERKINI Summa Theologiae, Buku Iman yang Belum Selesai 

Summa Theologiae, Buku Iman yang Belum Selesai 

0

ROMA, Pena Katolik – Pada 6 Desember 1273, St. Thomas Aquinas melakukan tindakan yang sulit dipahami oleh siapapun pada masa itu. Ia sepenuhnya meninggalkan pekerjaannya untuk menyelesaikan magnum opus-nya, Summa Theologiae. Ia berhenti setelah bertahun-tahun bekerja dengan tekun. Ia tidak melanjutkan karya itu, ketika hanya beberapa bulan saja, buku itu akan selesai.

Saat itu. St. Thomas berada di puncak ketenarannya. Ia adalah seorang penasihat para paus dan raja. Dalam dua dekade penulisannya, ia telah menghasilkan delapan juta kata, yang dituangkan ke dalam tiga sintesis teologis yang monumental.

Banyak yang mencoba menjawab mengapa murid St. Albertus Agung ini berhenti menyelesaikan Summa Theologia. Profesor filsafat di Universitas Dallas, Amerika Serikat, Chad Engelland adalah satu dari mungkin beberapa yang mencoba menjelaskan alasan ini.

Faktor Fisik

Saat itu, beban kerja Thomas sangat berat. Beberapa tahun sebelumnya St. Thomas mengerjakan Summa Theologia, ia masihmengerjakan selusin komentar tentang Aristoteles; belum lagi tugas rutinnya mengajar. Meski ada sekretaris yang membantunya, namun pekerjaan yang menumpuk bisa jadi mempengaruhi kondisi fisiknya.

Apapun yang terjadi, hal itu memang melemahkan kekuatannya. Dia menggunakan sisa bulan Desember 1273 untuk memulihkan diri di rumah saudara perempuannya Theodora. Dua bulan kemudian, ia menyusun satu bagian terakhir tulisan teologis yang berharga, dalam sebuah penjelasan singkat mengenai hubungan manusia, kebebasan, dan pengetahuan ilahi bagi para biarawan di Monte Cassino.

Penjelasan rohani

Sementara itu, penjelasan Thomas tentang “keheningan” adalah penjelasan spiritual. Seperti yang sering terjadi, dia mengalami ekstasi saat Misa. Pada hari Minggu Sengsara tahun 1273, ketika ia sedang merayakan Misa di hadapan banyak umat, pengalaman itu berlangsung begitu lama sehingga saudara-saudara harus turun tangan agar Misa dapat selesai.

Ketika Reginaldo mengingatkan akan karyanya, St. Thomas berkata, “Saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” jawab Thomas. “Semua yang saya tulis hanyalah jerami.”

Sangat menggoda untuk berpikir bahwa ungkapan ini adalah penolakan untuk kerja kerasnya. Namun, meskipun jerami tidak ada gunanya di zaman ini, pada Abad Pertengahan jerami digunakan sebagai bahan topi, atap, dan tempat tidur, juga untuk lagi makanan ternak.

Jadi St. Thomas tidak mengatakan tulisannya tidak berharga. “Kegunaannya” tidak dipertanyakan. Ketika Reginaldo menanyakan maksud perkataannya, St. Thomas mengatakan, “Segala sesuatu yang saya tulis tampak seperti jerami dibandingkan dengan apa yang saya lihat.”

Oleh karena itu, dengan mengatakan “seperti jerami” St. Thomas mungkin beralih ke hal-hal yang lebih tinggi, yang membutuhkan seluruh pikiran dan kekuatan seseorang.

Pada hari raya St. Nicholas tahun 1273, St. Thomas sedang merayakan Misa ketika dia menerima wahyu yang begitu mempengaruhi dirinya sehingga dia tidak lagi menulis dan mendiktekan, meninggalkan karya besarnya Summa Theologiae yang belum selesai.

“Saya tidak dapat menulis lagi. Saya telah melihat hal-hal yang membuat tulisan saya seperti jerami.”

Penglihatan Aquinas mungkin merupakan penglihatan tentang surga, dibandingkan dengan segala sesuatu yang lain, tidak peduli betapa mulianya, tampaknya tidak berharga. Kita hanya bisa berspekulasi mengenai hal itu. Para sarjana, hagiografer, dan umat Katolik pada umumnya tidak pernah memahami sepenuhnya komentar pilihan yang diambil St. Thomas untuk berhenti menyelesaikan karya besarnya itu.

St. Thomas Aquinas. IST

Aspek Teologis

St. Thomas mengatakan bahwa yang lebih tinggi dari hikmah teologis dan hikmah filosofis adalah hikmah yang datang dari atas sebagai anugerah Roh Kudus. Ia menggambarkan ini sebagai penderitaan atau menjalani hal-hal dari Tuhan.

Teologi adalah penerapan akal manusia pada prinsip-prinsip iman. Namun pengalaman iman yang partisipatif, tersedia dalam kehidupan berkat inisiatif bebas Allah, membawa kita lebih jauh dari apa yang dapat dicapai oleh penalaran manusia saja.

St. Thomas pernah menyamakan penggunaan filsafat dalam teologi dengan transformasi air menjadi anggur. Untuk melengkapi analoginya, kita dapat mengatakan bahwa pada momen kehidupannya ini terjadi transformasi lebih lanjut dari anggur teologis menjadi Ekaristi itu sendiri.

Karya Terbesar

Summa Theologica ditulis antara tahun 1265–1274 adalah karya St. Thomas yang paling dikenal luas. Kendati tidak terselesaikan, Summa merupakan “salah satu karya klasik sejarah filsafat dan salah satu karya sastra Barat yang paling berpengaruh.

Karya ini dimaksudkan sebagai suatu panduan instruksional bagi para mahasiswa teologi, termasuk para seminaris dan kaum awam yang terdidik, dan merupakan suatu kompendium dari ajaran-ajaran teologis utama Gereja Katolik. Summa menyajikan penalaran untuk hampir semua pokok teologi Kristiani di Barat, dengan topik-topik yang menuruti siklus: keberadaan Allah; Penciptaan, Manusia; tujuan Manusia; Kristus; Sakramen-Sakramen; dan kembali ke Allah.

Summa adalah buah dari tahun-tahun kematangannya, yang di dalamnya terangkum pemikiran dari seluruh hidup St. Thomas. Di antara kalangan non-akademik, Summa mungkin paling termasyhur, karena lima argumennya mengenai keberadaan Allah, yang dikenal sebagai “lima jalan” (Latin: quinque viae). Uraian kelima jalan itu hanya menghabiskan dua halaman dari sekitar 3.500 halaman Summa. Namun ini menjadi intisari iman.

Dalam Summa, St. Thomas mengutip sumber-sumber Kristiani, Muslim, Ibrani, dan Pagan termasuk tentu dari Kitab Suci. St. Thomas juga membaca Aristoteles, St. Augustinus dari Hippo, Avicenna (Ibnu Sina), Averroes (Ibnu Rusyd), Al-Ghazali, St. Boethius, St. Yohanes dari Damaskus, Rasul Paulus, Pseudo-Dionisius, Maimonides, St. Anselmus dari Canterbury, Plato, Cicero, dan Eriugena.

St. Thomas Aquinas menyusun Summa secara khusus sebagai suatu karya yang tepat bagi para mahasiswa tingkat awal. Sang penulis mulai menyusun Summa ketika menjadi pengajar di studium provinciale Santa Sabina, cikal bakal studium generale Santa Maria sopra Minerva dan Kolese Santo Thomas, yang menjadi Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas, Angelicum, pada abad ke-20.

St. Thomas menyelesaikan bagian pertama secara keseluruhan dan kemudian mendistribusikannya di Italia, sebelum berangkat untuk menempuh masa jabatan keduanya sebagai dosen di Universitas Paris (1269–1272). (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

RTP Berubah Sepanjang Hari, Data Pengguna Justru Menunjukkan Pola yang Tidak Sesederhana DugaanTeknik Game Viral Terus Bermunculan, Komunitas Mulai Bertanya Mana yang Benar Benar Masuk AkalTransaksi Digital Makin Cepat, tetapi Catatan Pembayaran Tetap Jadi Hal Penting yang Sering DiabaikanData Permainan Harian Mulai Membongkar Perubahan Perilaku Pemain yang Sulit Terlihat dari Satu SesiModal Bisa Habis tanpa Terasa, Pengaturan Durasi dan Batas Pengeluaran Justru Jadi Kunci UtamaStrategi Game Online Terdengar Menarik, tetapi Logika dan Probabilitas Menunjukkan Batas yang Perlu DipahamiTumble Mahjong Ways Terlihat Punya Momentum, tetapi Apa yang Sebenarnya Terjadi sampai Fase AkhirDurasi Sesi dan Teknik Bermain Mulai Dibandingkan, Hasilnya Tidak Selalu Sesuai Dugaan PemainPemain Mulai Meninggalkan Insting dan Beralih Membaca Data sebelum Mengambil KeputusanAnalisis Game Online Kini Lebih Rasional, Risiko dan Ketidakpastian Mulai Jadi Fokus UtamaData Permainan Membantu Pengguna Membaca Variasi Gates of Olympus secara Lebih RasionalSugar Rush Dapat Dinikmati dengan Batas Waktu agar Rutinitas Tetap TerjagaFortune Tiger Menggambarkan Kuatnya Dominasi Pengguna Mobile di Pasar Asia TenggaraEvolution dan Playtech Memperkuat Persaingan Live Casino melalui Pengalaman yang Semakin ImersifMonopoly Live Menunjukkan Perubahan Format Hiburan Kasino dalam Ekonomi Digital ModernBatas Waktu Membantu Menjaga Mahjong Ways Tetap sebagai Hiburan yang SeimbangPembagian Anggaran Membantu Pengguna Sugar Rush Mengendalikan Durasi dan Risiko SesiGreat Rhino Megaways Menunjukkan Mengapa Modal Terbatas Memerlukan Pengelolaan Risiko yang KetatGates of Olympus 100 Mengingatkan Pentingnya Menyesuaikan Durasi dengan Batas AnggaranSweet Bonanza Lebih Aman Dinikmati ketika Batas Pengeluaran Ditetapkan Sejak AwalGreat Rhino Megaways Menarik Perhatian pada Pentingnya Disiplin Anggaran dalam PermainanFortune Tiger Menunjukkan Hubungan antara Durasi Sesi dan Pengendalian PengeluaranPengaturan Anggaran Membantu Pengguna Mahjong Ways Menjaga Aktivitas Bermain Tetap TerkendaliPengalaman Bermain Sugar Rush Tetap Memerlukan Batas Modal yang KonsistenBig Bass Bonanza Menunjukkan Pentingnya Menyesuaikan Durasi dengan Kemampuan AnggaranPembagian Anggaran Sweet Bonanza Membantu Pengguna Menghindari Pengeluaran yang Sulit DipantauStarlight Princess Mengingatkan Pentingnya Mengatur Tempo dan Batas Pengeluaran SesiPengguna Fortune Rabbit Mulai Memperhatikan Durasi Sesi dan Pengelolaan AnggaranKelelahan Saat Bermain Gates of Olympus Menjadi Tanda Penting untuk BeristirahatSweet Bonanza Tetap Perlu Diimbangi Pengaturan Waktu dan Batas PengeluaranPemula Sering Salah Membaca Pola Game, RTP Live Justru Perlu Dipahami dengan Cara BerbedaTeknologi Data Bisa Membaca Perubahan RTP Live, tetapi Tidak Mengubahnya Menjadi Ramalan HasilStatistik Slot Mulai Membongkar Mengapa RTP dan Hasil Harian Bisa Terlihat BertentanganRTP Live Terlihat Rumit bagi Pemula, Padahal Konsep Dasarnya Bisa Dijelaskan dengan SederhanaGates of Olympus Terlihat Berpola, tetapi Data Harian Bisa Memberikan Gambaran yang Sangat BerbedaModal Receh Fortune Rabbit Ramai Dibahas, tetapi Risiko Tetap Bisa Membesar jika Sesi Tidak DikendalikanRTP Mahjong Wins 2 Bergerak Aktif, tetapi Ritme Permainan Tetap Bukan Penentu Hasil BerikutnyaLive RTP Big Bass Bonanza Ramai Diamati, Perubahan Ritmenya Ternyata Mudah DisalahartikanSweet Bonanza Punya Ritme Berbeda di Setiap Sesi, Waktu Bermain dan RTP Kembali Jadi PerdebatanMahjong Ways Terlihat Konsisten dari Data Harian, tetapi Apakah Polanya Benar Benar Bisa BertahanCrazy Time Terasa Makin Intens, Batas Sehat Justru Jadi Hal yang Paling Penting DijagaLive Baccarat Bisa Menguras Fokus Diam Diam, Durasi Sesi Menentukan Kualitas Keputusan PemainFortune Tiger Mulai Terasa Tak Terkendali, Ini Saat Jeda Bisa Jadi Keputusan TerbaikRTP Live Sugar Rush Terus Bergerak, tetapi Momentum yang Terlihat Belum Tentu Berkata BanyakRitme Fortune Tiger Sering Jadi Perhatian, tetapi Sesi Terarah Lebih Penting daripada Mengejar PolaMahjong Ways 2 Mengubah Kebiasaan Pemain saat Modal dan Durasi Sesi Mulai Lebih DiperhatikanSweet Bonanza Terasa Cepat, Pengaturan Tempo Spin Bisa Membantu Pemain Menjaga Kendali SesiStarlight Princess Terlihat Berpola, Analisis Data Justru Membuka Gambaran yang Lebih KompleksGates of Olympus Punya Ritme Intens, Batas Modal Membantu Risiko Tetap Lebih TerkendaliPola Spin Sugar Rush Makin Ramai Diamati, tetapi Perubahan Ritme Bisa Menyesatkan PersepsiData RTP Gates of Olympus Lebih Tepat Dibaca sebagai Indikator daripada Sinyal MomentumEvaluasi Sweet Bonanza Lebih Akurat ketika Target Sesi Disusun dari Data yang MemadaiStatistik Fortune Dragon Membantu Pengguna Membaca Variasi tanpa Menebak Hasil BerikutnyaPerbedaan Spin Manual dan Turbo Lebih Terasa pada Tempo daripada Peluang PermainanRTP dan Statistik Mahjong Ways Perlu Dipisahkan dari Anggapan tentang Momentum PermainanDurasi Bermain Starlight Princess Perlu Disesuaikan dengan Batas Anggaran yang RealistisStreaming Rendah Latensi Membuat Live Baccarat Evolution Terasa Lebih Responsif dan StabilKeamanan Digital Menjadi Faktor Penting dalam Pengalaman Lightning Roulette EvolutionKecerdasan Buatan Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif pada Crazy Time dan Live CasinoMahjong Ways Tetap Menonjol karena Identitas Visualnya Bertahan di Tengah Tren BaruTema Mitologi Menjaga Gates of Olympus Tetap Relevan dalam Percakapan Komunitas DigitalLive Baccarat Bertahan di Tengah Tren Game Show berkat Format Meja KlasikPerkembangan Layar Mobile Membuat Visual Starlight Princess Semakin Halus dan AdaptifFortune Tiger Mengandalkan Desain Ringkas saat Banyak Game Beralih ke Animasi KompleksCrazy Time Memanfaatkan Kamera Real Time untuk Menjaga Interaksi Studio Tetap DinamisKomposisi Warna Sweet Bonanza Memperkuat Identitas Visual dan Daya Ingat PenggunaInfinite Blackjack Memperluas Kapasitas Meja untuk Mengurangi Kendala Antrean PemainMahjong Ways 2 Mengoptimalkan Animasi agar Tetap Stabil di Berbagai PerangkatLightning Roulette Memadukan Efek Digital Modern dengan Mekanisme Roda KlasikSugar Rush Memanfaatkan Cluster dan Warna Kontras untuk Memperjelas Tampilan MobileFortune Dragon Terlihat Berubah di Setiap Sesi, Variasi Taruhan Membuat Pengalaman Makin DinamisBig Bass Bonanza Ramai Dimainkan, tetapi Pengelolaan Modal Tetap Lebih Penting daripada InstingRitme Mahjong Ways Bisa Terasa Berbeda, Kebiasaan Pemain Justru Menentukan Cara Sesi DikelolaGates of Olympus Dikulik Lebih Dalam, Hubungan Ritme Spin dan Modal Tidak Sesederhana KelihatannyaSweet Bonanza Terasa Lebih Stabil saat Pemain Mulai Menetapkan Batas Modal Sejak AwalFortune Tiger Punya Ritme Cepat, Pembagian Modal Bisa Membuat Setiap Sesi Terasa Sangat BerbedaStarlight Princess Makin Sering Diamati, Pengaturan Ritme Sesi Jadi Fokus Baru PemainBlackjack Bukan Cuma Soal Strategi, Batas Dana dan Waktu Berhenti Sama PentingnyaStarlight Princess Terus Berevolusi, Desain Mobile Pragmatic Play Kini Jadi Bagian Besar Daya TariknyaModal Receh Sugar Rush Ramai Dibahas, tetapi Efisiensi Sesi Tetap Bergantung pada Batas yang JelasDragon Tiger Kembali Dilirik karena Format Cepat dan Aturan yang Mudah DipahamiLucky Neko Mempertahankan Identitas Kuat melalui Adaptasi Simbol Jepang di Platform MobileMonopoly Live Mengubah Konsep Papan Klasik Menjadi Pertunjukan Digital yang Lebih InteraktifBig Bass Bonanza Tetap Relevan berkat Tema Memancing yang Sederhana dan Mudah DikenaliTeknologi Latensi Rendah Membuat Live Blackjack Lebih Responsif saat Interaksi Kartu BerlangsungTreasures of Aztec Menghidupkan Nuansa Sejarah melalui Ornamen Kuno dan Visual ModernDream Catcher Mengemas Roda Angka Sederhana dalam Format Acara yang Lebih AtraktifThe Dog House Mengandalkan Karakter Humor untuk Membangun Identitas Visual yang Mudah DiingatSpeed Baccarat Menyesuaikan Durasi Permainan dengan Kebiasaan Pengguna yang Menyukai Format RingkasTradisi Tahun Baru dalam Fortune Rabbit Kini Dikemas melalui Desain Mobile yang Bersih dan ModernMega Ball Bawa Nuansa Bingo ke Studio Modern, Interaksi Pemain Kini Terasa Lebih RamaiWild West Gold Hidupkan Lagi Atmosfer Koboi, Visualnya Terasa seperti Film Laga KlasikLightning Baccarat Tambahkan Lapisan Multiplier, tetapi Ritme Kartu Klasiknya Tetap DipertahankanWays of the Qilin Bawa Mitologi Asia ke Layar Mobile dengan Karakter yang Sulit DilupakanGonzo’s Treasure Hunt Ubah Studio Digital Jadi Perburuan Harta yang Lebih InteraktifFruit Party Segarkan Game Buah Klasik lewat Formasi Simbol yang Terasa Lebih DinamisSweet Bonanza Ramai Lagi di Komunitas Mobile 2026, Tren Sesi Singkat Jadi Bahan PerbincanganMahjong Ways Mulai Didekati dengan Pengelolaan Sesi yang Lebih Terukur berkat Data PermainanPG Soft Makin Dilirik Pemain Mobile, Desain Ringan dan Variasi Game Jadi Daya Tarik UtamaSentuhan Minimalis Membuat Fortune Ox Membawa Simbol Kemakmuran Asia ke Tampilan yang Lebih Modern
Exit mobile version