Home BERITA TERKINI Klerikalisme, No! Imamat, Yes!

Klerikalisme, No! Imamat, Yes!

0
Ilustrasi

Pena Katolik – Kata yang sering diulang-ulang, selalu, dengan benar, dan penuh cemoohan — pada sinode yang baru saja selesai, adalah klerikalisme. Tumor pada Tubuh Mistik Kristus ini sering kali dikutuk oleh banyak orang, mulai dari Paus Fransiskus dan seterusnya.

Dan memang demikian, klerikalisme adalah sebuah dosa, sebuah keburukan, sebuah kecenderungan historis yang menyedihkan dalam Gereja yang harus selalu dilawan.

Apa itu? Klerikalisme adalah keyakinan bahwa para imam dan uskup harus mempunyai hak prerogatif, keistimewaan dan hak, dan bahwa mereka harus diperlakukan sebagai bangsawan dengan pengaruh dan otoritas yang menuntut rasa hormat dan kepatuhan. Klerikalisme juga berlaku pada campur tangan berlebihan Gereja dalam urusan politik dan budaya. Hal ini memang pantas untuk dikutuk.

Mari kita perjelas: Klerikalisme adalah racun bagi Gereja; hal ini bertentangan dengan ajaran Yesus dan orang-orang kudus-Nya; hal ini merupakan momok yang terus-menerus dalam ajaran Paus Fransiskus – dan memang seharusnya demikian – dan terus-menerus dicambuk di sinode. Bagus!

Bagaimana Terlihat?

Bagaimana klerikalisme ini dapat dilihat penampakannya dalam Gereja? Sebuah ilustrasi dapat diberikan di sini. Seorang imam di sebuah paroki begitu berkuasa. Untuk setiap keputusan imam itu selalu yang berkuasa untuk menentukan. Dengan kata lain, imam itu tidak memberi kesempatan untuk siapapun menentukan apa yang akan terjadi di paroki. Mengapa demikian, imam itu menganggap bahwa imamatnya membawa serta “kuasa kepemimpinan” yang membuatnya merasa memiliki kuasa untuk menentukan apa yang berjalan di paroki. Ia lupa bahwa ada prinsip subsidiaritas atau pembagian tanggung jawab dalam Gereja.

Contoh lain, seorang imam memiliki koleksi kamera digital. Setiap ada keluaran baru sebuah kamera, ia selalu memilikinya. Bagaimana ia mendapatkannya? Kadang ia membeli dengan uangnya, dari hasil stependium Misa. Kadang ia mendapat dari “pemberian” umat kaya yang ada di paroki tempat tugasnya. Begitu senangnya, ia sering memamerkan koleksi kameranya, bahkan kepada umat-umat sederhana di paroki. Ia tidak pernah sadar akan pandangan umat atau penilaian umat tentang hobinya itu.

Dua contoh itu hanya sebagian kecil. Ada lebih banyak contoh bisa diberikan. Dua contoh itu adalah situasi ketika seornag imam “terjangkit” klerikalisme. Situasi ketika nilai-nilai selibat tidak dihayati dengan baik dan menjadi kan seorang imam lupa akan tugas imamatnya, di situlah klerikalisme terjadi. Seorang imam merasa memperoleh previlese sehingga lupa akan perannya sebagai teladan iman. Ia tidak menyadari bahwa dalam sebagain cara hidupnya, menampakkan gaya hidup yang tidak sesuai dengan nasihat Injil, parahnya mereka tidak sadar. Di sinilah terjadi klerikalisme.

Dua Poin

Pertama, meskipun klerikalisme adalah dosa dan keburukan, imamat adalah suatu kebajikan. Seorang imam bukanlah seorang bangsawan, tetapi tentu saja ia mempunyai panggilan yang mulia, seperti halnya banyak panggilan lainnya. Gereja memanggil dia untuk memperlakukan panggilan imamnya dengan penuh perhatian, bermartabat, dan waspada.

Meski tidak pernah “melebihkan” umat-Nya, dan setiap hari berjalan bersama mereka dalam pergumulan dan penderitaan, Dia “dikucilkan” sedikit, sebagaimana Yesus memanggil para rasul-Nya dan memisahkan mereka dari murid-murid-Nya. Mencintai, menghargai, dan menghormati para imam adalah suatu kebajikan yang selalu dimiliki umat Katolik, yang merupakan sifat bawaan dalam budaya Katolik kita. Seorang pendeta menginspirasi kepercayaan.

Orang-orangnya memanggilnya “Ayah” dan mencintainya karena itu. Imamat adalah kebajikan yang menjaga panggilan itu. Ini mengilhami kehidupan pelayanan tanpa pamrih, dan rasa tanggung jawab, seperti seorang pria akan melindungi identitas dan tugasnya sebagai suami dan ayah, dengan sopan santun untuk menjaganya. Tidak ada lagi klerikalisme! Lebih banyak imamat!

Kedua, pada waktu yang hampir bersamaan dengan munculnya klerikalisme di Eropa pada abad ke-18 dan ke-19, muncul kutukan lain: laisisme. Hal ini merupakan sebuah penghinaan terhadap para uskup, imam, Gereja, dan segala rasa hormat yang ditunjukkan terhadap iman Katolik, khususnya di bidang pendidikan, amal, dan layanan kesehatan. Pengaruhnya masih kuat di banyak negara dan sedang meningkat di dunia sekuler.

Jadi, bukan hanya para pendeta, tapi orang awam, pemerintah, dan tokoh-tokoh budaya bisa menyalahgunakan posisi mereka untuk memaksakan kehendak mereka secara kasar kepada orang lain! Bahkan para pemimpin awam dan religius di Gereja pun bisa mengambil sikap otoriter dan arogan dalam menjalankan tugas gerejawinya. Menurutmu tidak? Baca surat saya!

Panggilan dari Yesus untuk pelayanan yang penuh kasih, rendah hati, tanpa pamrih, dan penuh sukacita diucapkan kepada semua orang yang berani menjadi murid-Nya! Pelanggaran terhadap perintah ini tentu saja dapat terjadi di kalangan imam dan uskup, namun juga di kalangan umat awam, diaken, dan religius. Mungkin kita perlu ingat bahwa kadang-kadang kita memperhatikan titik di mata orang lain dan kehilangan sorotan di mata kita sendiri!

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Aksi Menarik Starlight Princess Saat Scatter Emas BermunculanBentuk Scatter Hitam Mahjong Ways Menjadi Sorotan Hari IniBenturan RTP Wild Bandito dan PG Soft Menjadi SorotanCatatan Menarik Gate of Olympus Saat Scatter Hitam BeruntunDinamika Baccarat Live Casino dan Spin Cepat Ramai DibahasFiltrasi Numerik terhadap Tren Hiburan Berbasis TeknologiGeospasial Aktivitas Virtual dalam Komunitas Interaktif ModernHermeneutika Strategi Digital melalui Sistem Permainan AdaptifInferensi Analitik pada Aktivitas Hiburan Virtual KontemporerKalkulasi Sistem Dinamis dalam Permainan Interaktif Masa KiniObservasi Berbasis Statistik Menemukan Tren Menarik Yang Menjelaskan Perubahan Preferensi Pengguna Dalam Mengakses Konten OnlineKajian Kritis Mengenai Sistem Pengganda Nilai dan Kalkulasi Matematika di Balik Fitur UnggulanTerobosan Teknologi Real-Time dalam Observasi Simbol Digital Mahjong Ways Berbasis AI yang Membuka Peluang BaruPembagian Modal yang Tepat Membantu Permainan Baccarat Tetap Stabil dalam Jangka PanjangEvaluasi Teoritis Return to Player dan Cara Menghitung Probabilitas Secara MatematisBagaimana Panduan Mahjong Ways Kasino Online Membantu Pemain Membuat Evaluasi yang Lebih ObjektifTren Industri Hiburan Interaktif 2026 Wild West Gold Pragmatic Play Bersanding dengan Popularitas DigitalPerbandingan Antar Sesi Menunjukkan Pergeseran Kecil dalam Alur PermainanTiming Adaptif Sebagai Faktor Pendukung Efektivitas Pengambilan KeputusanMengapa Fase Transisi Mahjong Ways Kasino Online Perlu Dicatat untuk Evaluasi Pola BermainTemuan Menarik Mengenai Pola Frekuensi Yang Sering Muncul Pada Periode Produktif Berdasarkan Observasi Data Yang TerukurMengulas Faktor Yang Membuat Diskusi Seputar Permainan Digital Semakin Aktif Dan Mendominasi Berbagai Platform InternetCara Mengontrol Strategi Poker Dinilai Lebih Berpengaruh Terhadap Stabilitas Hasil Dibanding Sekadar Meningkatkan Nilai TaruhanKetika Algoritma Percakapan Berubah Mahjong Ways Tetap Mendominasi Linimasa Media Sosial Dan Menjadi Bahan Diskusi UtamaKesesuaian Permainan Dan Profil Strategi Menjadi Faktor Penting Dalam Menjaga Konsistensi Serta Efektivitas Pengambilan KeputusanMasa Depan Integrasi Komputasi Cerdas Dan Tantangan Etis Implementasi Algoritma Prediktif Dalam Ekosistem Game Digital ModernFenomena Transformasi Digital Membuka Peluang Baru Untuk Memahami Karakteristik Pengguna Secara Lebih Mendalam Dan TerukurAnalisis Komprehensif Mengungkap Peran Penting Sistem Data Modern Dalam Membentuk Ekosistem Digital Yang Semakin DinamisPerkembangan Teknologi Cerdas Menjadi Katalis Utama Yang Mendorong Perubahan Pola Aktivitas Pengguna Di Dunia Digital ModernKajian Terbaru Menyoroti Bagaimana Inovasi Digital Membantu Membentuk Pengalaman Pengguna Yang Lebih Personal Dan EfisienRaih Keuntungan Eksklusif Dari Bonus Pragmatic Lighting Celebration Melalui Pendekatan Strategi Digital Yang Sedang Banyak Dibahas Komunitas OnlinePenerapan Konsep Teori Permainan Berbasis Probabilitas Dalam Mengelola Data Hiburan Mahjong Modern Secara Lebih Terstruktur Dan AdaptifAnalisis Data Adaptif Mengungkap Bagaimana Ritme Permainan Membentuk Dinamika Komunitas Game Online Modern Yang Terus BerkembangMengembangkan Mindset Investasi Hiburan Digital Dan Menghindari Jebakan Keserakahan Yang Sering Menghambat Pengambilan Keputusan RasionalEvaluasi Distribusi Probabilitas Melalui Data Simulasi Untuk Memahami Mekanisme Sistem Permainan Digital Secara Lebih MendalamCarnival Cash Menjadi Sorotan Setelah Observasi Analitis Menunjukkan Transformasi Kompetitif Yang Menarik Perhatian Banyak PenggunaPengembangan Algoritma Presisi Tinggi Untuk Mengidentifikasi Karakter Strategi Yang Lebih Stabil Dalam Menghadapi Variasi Sistem Digital ModernPemodelan Probabilitas Modern Menjelaskan Berbagai Mekanisme Yang Berpotensi Menghasilkan Pola Permainan Lebih Konsisten Dan TerukurMelihat Tren Platform Digital Mahjong Ways Yang Berhasil Mengubah Cara Bermain Dan Menikmati Hiburan Online Di Era Teknologi ModernKombinasi Probabilitas Stabil Sebagai Penopang Performa Berkelanjutan
Exit mobile version