Selasa, Juli 23, 2024
32.1 C
Jakarta

Film Dokumenter tentang Carlo Acutis akan Tayang di Tahun 2025

ROMA, Pena Katolik – Segera setelah pengumuman Vatikan mengenai kanonisasi St. Carlo Acutis yang akan datang, Castletown Media telah mengumumkan sebuah film fitur tentang santo Milenial pertama itu. Film bertajuk “Roadmap to Reality: Carlo Acutis and Our Digital Age” ini akan tayang di bioskop pada tahun 2025. Film ini dan didistribusikan oleh Fathom Events.

Menurut Aleteia, film dokumenter tersebut akan mempertemukan Castletown Media dan Jim Wahlberg, tim yang telah memproduksi dua film dokumenter terbesar “Fathom: Mother Teresa: No Greater Love, for the Knights of Columbus”, dan yang terbaru, “Jesus Thirsts: The Miracle of Eucharist”.

Film “Roadmap to Reality” berharap bisa meraih kesuksesan yang sama dengan film lain yang membawa pesan berbasis agama. Roadmap to Reality akan menggabungkan adegan live-action yang menggambarkan kehidupan Carlo Acutis dengan animasi dan wawancara bergaya dokumenter dengan keluarga dan teman-temannya, serta para sarjana yang telah mempelajari kehidupan pemuda tersebut dan bahkan pakar teknologi.

Tim Moriarty, direktur eksekutif Castletown Media dan sutradara film tersebut mengatakan, Carlo akan berusia 34 tahun ini. Seandainya dia masih hidup, Tim yakin ia akan membantu orang-orang melewati persimpangan luar biasa, yang dihadapi dunia saat ini.

“Ia akan membantu mengelola dampak teknologi terhadap kaum muda dengan menarik mereka ke arah devosi kepada Kristus dalam Ekaristi.”

Film ini akan membahas beberapa topik mendesak saat ini, seperti kebangkitan kecerdasan buatan dan perluasan lanskap virtual yang menantang “pemahaman mendasar kita tentang apa artinya menjadi manusia.

Carlo menunjukkan kepada setiap orang, bahwa sangat mungkin menjadi orang suci di dunia saat ini. Ibu Carlo, Antonia Salzano Acutis, yang tampil dalam film tersebut dan berkolaborasi dengan para pembuat film juga berkomentar:

“Carlo adalah contoh yang baik bagi generasi muda saat ini. Saat ini, masyarakat merasa berada dalam keadaan yang tragis jika tidak memiliki akses internet. Namun, tragedi sebenarnya adalah dunia kita terputus dari Tuhan. Kekudusan masih mungkin terjadi. Carlo menunjukkan kepada kita bahwa kita bisa menjadi orang suci di dunia saat ini.” (AES)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini