Selasa, Juli 16, 2024
30.2 C
Jakarta

Penutupan Bulan Maria dengan Seribu Lilin dan Kesenian Jatilan

Kesenian jatilan dalam penutupan Bulan Maria di Keuskupan Tanjungkarang. IST

LAMPUNG TENGAH, Pena Katolik – Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo memimpin Perayaan Ekaristi Menutup Bulan Maria, Gua Maria Pajar Mataram, Lampung Tangah, 31 Mei 2024 pada saat Gereja merayakan Pesta Perawan Maria Mengunjungi Elisabeth. Mgr. Avien mengatakan, Maria sadar bahwa ia dipakai oleh Tuhan. Itu dikatakannya lewat Magnificat, bahwa Allah adalah juruselamatku.

“Maria adalah perawan yang mengandung dari Roh Kudus. Bagi manusia ini mustahil. Tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil,” ujar Uskup.

Selain Misa, penutupan Bulan Maria ini juga diisi dengan pesta seribu lilin dan penampilan kesenian jatilan. Seni jatilan ditampilkan setelah Misa dan perarakan. Mgr. Avien mengatakan, penampilan kesenian ini sebagai tanda bahwa Gereja Katolik terbuka pada beragam wujud kesenian rakyat.

“Tampilan seni Jatilan ini sebagai tanda bahwa kita mencintai budaya. Selain itu, melatih dan mendidik anak-anak kita untuk mencintai budaya. Karena kita berada di bumi Lampung, maka sedapat mungkin kita mempelajari seni budaya Lampung,” imbuh Mgr. Avien. Sebagai tanda berakhirnya Bulan Maria, Mgr. Avien melakukan pemukulan gong tiga kali.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini