Jumat, Juli 19, 2024
26.2 C
Jakarta

Vatikan Ingin Perjanjian Tiongkok Diperbarui

Kardinal Pietro Parolin dan Uskup Shanghai Mgr Joseph Shen Bin dalam pertemuan di Universitas Kepausan Urbaniana Rome 21 Mei 2024. Cruxnow

ROMA, Pena Katolik – Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin mengatakan perjanjian dengan Tiongkok mengenai penunjukan uskup dapat diperbarui untuk ketiga kalinya. Perjanjian ini akan habis masa berlakunya akhir tahun ini.

Kardinal Parolin berbicara kepada para jurnalis di sela-sela konferensi penting mengenai hubungan Vatikan-Tiongkok pada tanggal 21 Mei 2024 di Universitas Urbaniana Roma, Italia. Ia mengatakan kesepakatan itu bisa saja dikembangkan dalam beberapa hal, namun tidak memperluas rinciannya.

Kardinal Parolin menjadi pembicara utama pada konferensi bertajuk, “100 tahun sejak Dewan Tiongkok: Antara sejarah dan masa kini,” yang diadakan pada hari Selasa, 22 Mei 2024. Konferensi ini menandai peringatan 100 tahun Dewan Shanghai.

Kesepakatan yang dimaksud Kardinal Pietro Parolin adalah perjanjian Sino-Vatikan yang dibuat antara Takhta Suci dan Tiongkok mengenai pengangkatan uskup. Perjanjian ini pertama kali ditandatangani pada tahun 2018 dan memiliki jangka waktu dua tahun.

Kesepakatan yang akan berakhir lagi pada bulan Oktober ini dianggap “rahasia” karena ketentuannya tidak pernah dipublikasikan. Hal ini diyakini serupa dengan perjanjian Tahta Suci dengan Vietnam, yang memungkinkan Paus untuk memilih dari sejumlah calon yang diajukan oleh pejabat pemerintah.

Meski dinamakan perjanjian sementara, namun telah berlaku selama hampir enam tahun. Dalam banyak kesempatan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa perjanjian ini adalah usaha untuk dapat semakin dekat dengan umat beriman di Tiongkok.

Gereja di Tiongkok selama beberapa dekade telah terpecah menjadi Gereja “resmi” yang dijalankan oleh Asosiasi Katolik Patriotik Tiongkok (CPCA) yang didukung pemerintah, dan Gereja “bawah tanah” yang bersatu dengan Roma. Kesepakatan tahun 2018 dimaksudkan untuk menyatukan keduanya.

Paus Fransiskus secara resmi menerima pemindahan Shen Bin pada bulan Juli tahun lalu, dan pengumuman tersebut dipublikasikan bersamaan dengan wawancara dengan Parolin di mana ia menyarankan agar perwakilan kepausan yang tinggal tetap ditunjuk di Beijing.

Uskup Shanghai Mgr Joseph Shen Bin dan juga presiden CPCA, menjadi pembicara utama pada konferensi ini.

Dalam sambutannya kepada wartawan, Kardinal Parolin tidak menjelaskan secara jelas mengenai kemungkinan memiliki perwakilan kepausan di Beijing.

“Kami berharap, untuk jangka waktu yang lama, kehadiran yang stabil di Tiongkok, meskipun pada awalnya mereka mungkin tidak berbentuk perwakilan kepausan dari nunsiatur apostolik,” katanya.

“Ini adalah tujuan kami. Bentuknya bisa berbeda-beda, kita tidak terpaku pada satu arah saja. Kami berharap dengan berjalannya waktu, semakin dalam hubungan, akan ada langkah ini,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah Vatikan akan secara resmi mengakui CPCA, Kardinal Parolin mengatakan bahwa hal ini adalah topik diskusi, sedemikian rupa sehingga mencakup semua uskup Tiongkok. Namun, ia tidak akan menentukan batas waktunya dan akan terus menjadi tema diskusi antara Vatikan dan Tiongkok. (AES)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini