Pemilu 2024 Bersamaan dengan Rabu Abu, Keuskupan-Keuskupan Rubah Jadwal Misa dan Ibadat Penerimaan Abu

0
220

JAKARTA, Pena Katolik – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, keuskupan-keuskupan di Indonesia menunjukkan komitmen penuh untuk mendukung kesuksesan pesta demokrasi lima tahunan ini. Pemungutan suara Pemilu 2024 jatuh pada tanggal 14 Februari 2024. Tanggal tersebut bertepatan dengan Rabu Abu, yang menjadi penanda awal bagi umat Katolik untuk memasuki masa Prapaskah 2024. Terkait hal ini, beberapa keuskupan di Indonesia pun sudah mengondisikan soal “tabrakan jadwal” ini.

Keuskupan Agung Semarang

Keuskupan Agung Semarang (KAS) memutuskan perayaan Ekaristi Rabu Abu dapat dilaksanakan pada:

− Hari Selasa, 13 Februari 2024, sore hari.

− Hari Rabu, 14 Februari 2024, pagi dan sore hari.

− Hari Kamis, 15 Februari 2024, pagi dan sore. (Terutama untuk melayani umat yang ikut terlibat aktif dalam kepanitiaan Pemilihan Umum)

KAS menekankan pentingnya keterlibatan umat dalam menggunakan hak pilihnya dengan datang dan “nyoblos” di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari Rabu pagi, 14 Februari 2024.

Keuskupan Agung Jakarta

Sehubungan dengan perayaan Misa Rabu Abu bagi umat Katolik yang jatuh bersamaan dengan Pemilu 2024, maka gereja paroki-paroki Keuskupan Agung Jakarta dapat mengadakan Misa Rabu Abu pada Selasa, 13 Februari 2024 sore hari dan Rabu, 14 Februari 2024 sore hari.

Keuskupan Agung Pontianak

Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Keuskupan Agung Pontianak telah memutuskan bahwa Paroki Paroki di Keuskupan Agung Pontianak menyelenggarakan Misa Rabu Abu pada Selasa, 13 Februari 2024. Selain itu, pelaksanaan Puasa dan Pantang juga dilaksanakan pada 13 Februari 2024. Mgr. Agus juga meminta semua paroki tidak mengadakan Misa Rabu Abu pada 14 Februari 2024 untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2024

Keuskupan Weetebula

Misa Rabu Abu di seluruh paroki di Keuskupan Weetebula diadakan pada Selasa, 13 Februari 2024. Dengan jadwal ini, maka umat dapat leluasa mengikuti Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024.

Keuskupan Maumere

Uskup Maumere, Mgr Ewaldus Martinus Sedu mengatakan sesungguhnya pelaksanaan Pemilu 2024 tidak menjadi penghalang umat Katolik merayakan hari Rabu Abu. Di Keuskupan Maumere penerimaan abu akan tetap berjalan seperti biasa. Di Keuskupan Maumere, Misa Rabu Abu pada 14 Februari dapat diadakan mulai jam 6 dan juga sore hari sekitar jam 5 atau jam 6.

Selain itu, Mgr Ewaldus memberikan kesempatan kepada umat untuk menerima abu pada Minggu 18 Februari 2024. Ini terutama untuk umat Katolik yang belum menerima abu pada hari Rabu Abu itu.

Keuskupan Ruteng

Karena Pemilu tahun ini bertepatan dengan hari Rabu Abu, Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat mengatakan, untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu, sekaligus pelaksanaan ibadat, ia menetapkan bahwa perayaan hari Rabu Abu diadakan, Kamis 15 Februari 2024 dari pagi sampai dengan sore hari. Ia juga menyampaikan, penerimaan abu di stasi di seluruh Keuskupan Ruteng dapat diadakan juga pada hari Minggu 19 Februari 2024.

“Sedangkan penerimaan abu di stasi-stasi boleh dilakukan pula hari Minggu, 19 Februari 2024,” katanya.

Keuskupan Bandung

Paroki di Keuskupan Bandung menyelenggarakan Misa Rabu Abu tetap pada hari Rabu, 14 Februari 2024. Namun, Paroki dapat memberikan pelayanan tambahan Misa Rabu Abu pada 13 dan 15 Februari 2024.

Mgr. Silvester San Uskup Keuskupan Denpasar memutuskan bahwa pelaksanaan Misa Rabu Abu di Keuskupan Denpasar dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024 mulai dari jam 15.00 hingga 24.00 WITA.

Keuskupan Tanjungkarang

Gereja Paroki di Keuskupan Tanjungkarang mengadakan Misa Rabu Abu pada Selasa, 13 Februari 2024 sore hari & Rabu, 14 Februari 2024 sore hari

Keuskupan Surabaya

Paroki di Keuskupan Surabaya dapat secara bijak mengatur dan menetapkan jadwal Misa Rabu Abu 14 Februari 2024 pada hari Rabu Pagi dan Sore berdasarkan lokasi dan jarak umat dengan gereja. Keuskupan Surabaya tetap mengajak umat menggunakan hak pilih nya pada 14 Februari 2024. (AES)

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here