Home BERITA TERKINI Mengenang Ignas Kleden: Filsuf dan Sosiolog Indonesia

Mengenang Ignas Kleden: Filsuf dan Sosiolog Indonesia

0
Ignas Kleden. IST

JAKARTA, Pena Katolik – Sastrawan sekaligus sosiolog, Ignas Kleden, meninggal dunia pada Senin 22 Januari 2024 dini hari. “Telah berpulang dalam damai, Bapak Ignas Kleden pada Senin, 22 Januari pukul 03.46 WIB di RS Suyoto, Jakarta Selatan,” tulis informasi yang diterima Pena Katolik dalam sebuah WA Grup.

Ignas lahir pada 19 Mei 1948 di Waibalun, Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Ia lahir dari keluarga guru, ayahnya adalah kepala sekolah dasar. Mungkin karena latar inilah, tradisi berpikir Ignas sudah berkembang sejak ia masih berusia dini.

Semasa remaja, Ignas sempat masuk seminari dan bercita-cita menjadi imam.  Di sinilah, ia sudah menunjukkan kecerdasannya. Ia berhasil menjadi lulusan terbaik di sekolah dasar, dan diterima di seminari di Flores.

Semasa di seminari, Ignas dikenal sebagai sosok yang cerdas dan kritis. Satu kali, Ignas ditegur karena memakai sandal saat mengikuti Misa. Atas teguran itu, Ignas berkata kepada imam, “Bagaimana Romo bisa tahu, bahwa Tuhan lebih suka sepatu daripada sandal?”

Meski di seminari hal ini tentu bisa dinilai sebagai tanda ketidakdisiplinan namun di sisi lain, ini menunjukkan sikap kritis Ignas yang sudah ada sejak remaja. Berhadapan dengan realitas, ia tidak mudah menerima begitu saja. Ia bertanya dan selalu ingin mencari tahu kebenarannya.

Namun, setelah beberapa tahun di seminari, Ignas menimbang untuk tidak melanjutkan formasinya sebagai calon imam. Ia memilih mundur padahal tinggal setahun lagi ia akan ditahbiskan menjadi imam, hingga membuat keluarga terkejut atas keputusan ini.

Ia menyadari, bahwa dirinya tidak cocok menjadi imam. Ia tidak dapat menjadi pengkhotbah yang baik.

Keluar dari seminari, Ignas melanjutkan pendidikannya, hingga meraih gelar Master of Art bidang filsafat dari Hochschule fuer Philosophie, Muenchen, Jerman (1982). Untuk program Doktor, Ignas menyelesaikan pendidikan Sosiologi dari Universitas Bielefeld, Jerman (1995).

Pada tahun 2003, bersama sastrawan Sapardi Djoko Damono, Ignas menerima Penghargaan Achmad Bakrie. Ia dinilai sebagai sosok yang turut mendorong dunia ilmu pengetahuan dan pemikiran sosial Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Semasa hidupnya, Ignas pernah bekerja sebagai editor pada yayasan Obor Jakarta (1976-1977), Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta (1977-1978), dan Society For Political and Economic Studies, Jakarta. Di tahun 2000, Ignas Kleden turut mendirikan Go East yang kini menjadi Pusat Pengkajian Indonesia Timur.

Agama, Negara, Sastra, dan Sosial

Berkat sejarah pemikirannya dan tentu karena latar pendidikannya ini, Rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK Ledalero) Romo Otto Gusti Madung SVD menyebut Ignas sebagai seorang sosiolog dan filsuf sekaligus. Tentu sebutan ini tidak hanya menjadi satu pujian. Warisan pemikiran Ignas menunjukkan bahwa hal itu benar-benar nyata dalam diri Ignas.

Dalam tulisan di Kompas Charles Beraf mengatakan bahwa Ignas memang amat mencintai filsafat, tetapi dia tak hanya tinggal dalam ruang spekulatif-filosofis untuk melihat persoalan sosial. Malah dia berhasil mengawinkan filsafat dan sosiologi, suatu pendekatan baru dalam jagat ilmu sosial yang cenderung positivistik-empiristik.

Itu sebabnya Ignas dikenal sebagai ilmuwan sosial yang amat kontekstual dalam pemikirannya tentang apa saja yang hidup dalam masyarakat (budaya, sastra, politik, hukum, teologi, dan lain-lain), tetapi tetap kritis dan dialektis melihat persoalan sosial.

Meski dikenal sebagai ilmuan sosial senior, bukan berarti Ignas ketinggalan zaman. Pandangannya tentang realitas social tetap mengikuti perkembangan. Hal ini misalnya terlihat dalam pandangannya tentang fenomena media sosial. Ketika membagikan pengalamannya di IFTK Ledalero, Ignas mengatakan bahwa “perkembangan media sosial mempengaruhi cara kita berkomunikasi antar manusia. Bahasa komunikasi melalui WA, misalnya membuat orang mengalihkan bahasa sebagai konsep, menjadi semata-mata kode atau simbol.”

Ignas mengatakan, antara simbol dan konsep ada perbedaan. Simbol biasanya dibuat di jalan raya untuk memberi arah kendaraan. Sebagai konsep, bahasa menyampaikan ide yang jelas.

Ignas berpendapat, berhadapan dengan tantangan teknologi khususnya media sosial yang marak mereproduksi bahasa yang singkat dan istilah-istilah baru, manusia perlu mengkounter bahasa yang sudah menjadi kode dalam media sosial menjadi konsep. Ignas mengatakan, menulis merupakan latihan yang memberikan keseimbangan, karena menulis adalah menyampaikan buah pikiran yang harus bisa dipahami oleh pembaca.

Pada satu kesempatan tahun 2018, dalam Rapat Koordinasi Bimbingan Masyarakat Katolik di Kupang, NTT, Ignas menjelaskan kewajiban negara untuk menjamin bahwa setiap agama yang ada dalam negara dilindungi dan mereproduksi diri agar tetap eksis. Sebaliknya, agama juga harus menyadari diri bahwa agama selalu ada dalam negara. Menurut Ignas, negara bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup agama, maka dapat diandaikan bahwa negara juga dapat menjamin bahwa masing-masing agama yang diakui hak hidupnya.

Kini, salah satu pemikir besar Indonesia ini telah pergi. Namun, warisan pemikiran dan buah-buah gagasannya akan selalu mewarnai dunia pemikiran Indonesia. (AES)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Adaptasi Sistem Interaktif dalam Perkembangan Hiburan Digital ModernBiometrik Aktivitas Virtual yang Sedang Menarik Perhatian KomunitasChronologi Permainan Digital dengan Pola Bonus Tidak TerdugaDiferensiasi Strategi Interaktif pada Platform Hiburan Masa KiniElaborasi Teknologi Virtual dalam Tren Permainan Berbasis DataGelombang Scatter Emas Bonanza Gold Kembali Jadi PerbincanganKekuatan Scatter Emas Sweet Bonanza Menjadi Sorotan Hari IniLaporan Pemain Tentang Gate of Olympus dan Spin Cepat ViralMomen Menarik Saat RTP Mahjong Wins 3 Naik di Jam TertentuOperasi Free Spin Wild Bandito Menarik Pecinta Game DigitalPergeseran Tren Kasino Online Kini Mengarah ke Mahjong WaysPola Menang Gate of Olympus Disebut Lebih Aktif Malam IniStrategi Baru Sweet Bonanza dengan Kombinasi RTP TinggiTanda Scatter Emas Mahjong Wins 3 Disebut Semakin Sering MunculTren RTP Sweet Bonanza Banyak Dicari Pengguna Live CasinoBocoran Scatter Hitam Gate of Olympus Membuat Pemain PenasaranCerita Baru dari Bonanza Gold dan RTP Tinggi Kembali ViralEvolusi Scatter Emas Bonanza Gold Menarik Banyak PemulaFenomena Baccarat Live Casino dan PG Soft Semakin PopulerFormulasi Analitik terhadap Aktivitas Pengguna di Dunia DigitalGaya Bermain Baccarat Live Casino Kini Banyak Menggunakan RTGravitasi Bonus Acak dalam Lingkungan Hiburan Interaktif ModernHarmonisasi Sistem Dinamis pada Platform Virtual yang Sedang ViralInterpretasi Pola Bermain melalui Pendekatan Statistik KontemporerJustifikasi Aktivitas Komunitas dalam Tren Permainan InteraktifFluktuasi RTP Starlight Princess Muncul di Banyak Pembahasan ViralHasil Kombinasi Spin Cepat pada Starlight Princess MengejutkanIndikasi RTP Mahjong Wins 3 Disebut Lebih Konsisten Hari IniIntensitas Bonus pada Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas KomunitasJejak RTP Tinggi Starlight Princess Muncul di Banyak ForumJejak Scatter Hitam Sweet Bonanza Membuat Pemain Semakin AktifKeberuntungan Spin Mahjong Ways 2 Membuat Pemain Sulit BerhentiLangkah Baru Sweet Bonanza dengan Scatter Hitam Ramai DibahasMalam RTP Gate of Olympus Menarik Perhatian Pecinta SlotOutcome Mengejutkan dari Wild Bandito dan Scatter Hitam BeruntunSistem Analitik Modern Bantu Membaca Perilaku Pengguna dalam Ekosistem Game Berbasis DataMahjong Ways Makin Sering Muncul Online, Jadi Topik Hangat di Kalangan Pemburu Tren DigitalMahjong Ways dan Fenomena Amnesia Residu: Benarkah Gen Z Mulai Bosan dengan Pola Lama?Pemodelan Statistik RTP Sweet Bonanza Ungkap Frekuensi Pola yang Makin Banyak DibahasDi Balik Volatilitas Tinggi, Begini Cara Developer Merancang Rasio Kemenangan Maksimal dalam Game DigitalPelatihan Media Sosial Bantu Pelaku Wirausaha Wisata Danau Cipondoh Lebih Siap Masuk Pasar DigitalEra Baru Game Kasino Online, Saat AI Mulai Dipakai untuk Membaca Pola dan Dinamika PermainanDragon Castle Ramai Dibahas di Forum Digital karena Pola Aktivitasnya Dinilai Berbeda dari SebelumnyaKenapa Mahjong Ways Sering Jadi Sorotan Media Sosial? Ini Alasan yang Membuatnya Terus DibicarakanInfrastruktur Gaming Modern Makin Berkembang Lewat Sistem Statistik Interaktif di Starlight PrincessAlasan Mahjong Ways Masih Sering Muncul di Linimasa dan Terus Jadi Bahan Obrolan Pengguna InternetAnalisis RTP Gates of Olympus Terbaru Bantu Memetakan Pola yang Sedang Ramai DiperhatikanSimulasi Kuantitatif Bantu Membaca Dinamika Perkalian Digital dengan Pendekatan Lebih TerukurAlgoritma Modern Mulai Disorot karena Dinilai Membuat Pengalaman Bermain Digital Terasa Lebih KonsistenYouTube Gaming Ramai Mengulas Starlight Princess dan Fenomena Jam Hoki yang Sedang Naik DaunMahjong Ways Kembali Jadi Pertanyaan Besar, Kenapa Namanya Terus Muncul di Media Sosial?Analisis Digital Modern Ungkap Pola Adaptif Stabil yang Banyak Dikaitkan dengan Perubahan ReturnDi Tengah Perubahan Tren Online, Mahjong Ways Masih Sering Mencuri Perhatian Pengguna InternetModel Prediktif AI Bantu Mengidentifikasi Perubahan Dinamika Platform PG Soft secara Lebih TerarahBig Data Ungkap Pola Interaksi Pengguna dalam Ekosistem Gaming Global yang Terus BerkembangTeknologi Monitoring Real Time Bantu Meningkatkan Stabilitas Pengamatan pada Mahjong Ways 2Pengalaman Digital Ungkap Alasan Scatter Tertentu Lebih Sering Jadi Sorotan PenggunaRujukan Legenda PG Soft Mahjong Ways Menelaah Performa Server dalam Sesi Digital ModernStruktur Neuro Pulse Dynamics Bantu Mengidentifikasi Pergeseran Ritme dalam Sistem Adaptif Berbasis DataData RTP Terkini Tunjukkan Pergeseran Menarik yang Mengubah Cara Pengguna Membaca Tren Digital
Exit mobile version