Home BERITA TERKINI Peran PMKRI Menyambut Masa Depan Papua

Peran PMKRI Menyambut Masa Depan Papua

0
Hermawi Taslim saat menyampaikan pengarahan dalam Pembinaan Kader PMKRI Jayapura. Dok. PMKRI

JAYAPURA, Pena Katolik – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) akan menjadi penentu arah masa depan Papua. Dengan berkurangnya kekayaan alam dan mineral Papua yang pada saatnya akan habis setelah diekploitasi terus menerus sebagaimana yang terjadi di berbagai pulau di Indonesia, kompetisi sumberdaya manusia di tingkat nasional dan global menjadi ancaman yang harus dihadapi suka atau tidak. Dalam perubahan global di segala dimensi, tidak ada urusan berbelaskasih. Setiap orang dituntut menjadi pemenang dalam kualiatas kecerdasan dan keahlian.

Oleh karena itu, PMKRI khususnya PMKRI St. Efrem, Jayapura harus mempersiapkan para anggotanya untuk menjadi berkualitas sesuai dengan tuntutan dunia kerja global. Paradigma dan cara berpikir anggota PMKRI dalam melihat dunia luar harus diubah. Perubahan akan terjadi tetapi seberapa cepat perubahan akan terjadi dan dijawab tergantung pada mahasiswa Papua.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam pembekalan para anggota muda PMKRI St. Efrem, di aula Margasiswa, Kamkey. Jayapura pada Jumat (09/12/2022). Hadir dalam pembekalan yang diikuti 87 anggota itu, Ketua Umum Forkoma PMKRI (Forum Komunikasi Alumni PMKRI), Hermawi Taslim dan advokat senior DR.Roy Rening.

Pendidikan adalah jalan satu-satunya secara resmi untuk meningkatkan kualitas. Standarisasi dan sertifikasi dalam pendidikan merupakan hal yang dituntut oleh masyarakat sebelum syarat-syarat keahlian lain diminta. Kalau bisa pendidikan yang tertinggi secara akademis harus dicapai.  Oleh karena itu, menjalan belajar baik dan menjalani pendidikan dengan sesungguhnya adalah kewajiban yang harus dilaksanakan. Ketekunan dan kesabaran dalam membangun kecerdasan intelektual adalah pondasi utama sebelum terjun ke masyarakat,” ujar Hermawi Taslim.

Menurut Taslim, pendidikan tinggi adalah bagian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter, penguatan dalam ketahanan nasional (Tannas) dan sekaligus perwujudan geopolitik dengan berpijak pada bumi Papua.

“Kelak kalian akan menjadi tulang punggung Papua. Belajar, belajar dan belajar adalah syarat utama yang paling awal. Jangan mengeluh kalau kalian kalah bersaing secara kualitas SDM dengan manusia dari luar Papua termasuk SDM asing. Jangan sampai ketika kalian bekerja anda mengeluh karena kualitas SDM kalah dengan tenaga kerja lain. Mulailah dari sekarang dari bangku kulian,“ tegas Hermawi Taslim.

Sementara itu, tokoh senior PMKRI, Roy Rening menegaskan, ada prinsip yang harus diketahui oleh setiap mahasiswa Katolik. Tiga Prinsip itu merupakan benang merah yang terdiri dari Kristianitas (Berpegang pada ajaran iman), Fraternitas (Persaudaraan) dan Intelektualitas (Kecerdasan). Ketiga prinsip itu menjadi landasan utama dalam pergerakan PMKRI di manapun. Ketiga prinsip utama itu tetap harus dipegang ketika anggota PMKRI sudah terjun ke masyarakat.

Peserta pembinaan PMKRI Jayapura. Dok. PMKRI Jayapura

„Hidup senyatanya adalah di masyarakat dan bukan di Kampus. Namun Kampus dan Masyarakat tidak bisa dipisahkan. Bagi PMKRI keduanya berpijak pada Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas. Mengembangkan talenta  yang diberikan Allah sebagai modal hidup harus dikembangkan. Jangan menyimpan talenta kalian di bawah bantal atau di bawah kasur. Talenta itu harus anda bawa ke manapun juga agar berbuah, berkembang dan bertambah dua kali lipat,“ tegas Roy Rening.

Pada acara yang sama, Ketua PMKRI Jayapura Thalia Maria Lucia menjelaskan bahwa masa bimbingan atau pembekalan merupakan sebuah tahapan pembinaan yang diikuti oleh seluruh anggota muda PMKRI, Pembekalan ini merupakan persyaratan utama untuk menjadi anggota PMKRI yang ditandai dengan penyematan baret merah bol kuning sebagai simbol perjuangan dan idealisme PMKRI. Digarisbawahi oleh Thalia Maria bahwa penegasan kedua tokoh nasional itu akan menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya dan pengurus PMKRI yang lain untuk berbenah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

makna simbol panen dalam budaya visualidentitas visual dalam desain permainantren permainan mobile yang terus berubahmekanisme permainan digitalperbedaan struktur desain permainanmekanisme keacakan dalam sistem digitaldinamika sistem permainan digitalelemen visual dalam desain digitalmemahami data statistik permainankonsep volatilitas dalam sistem digitaladaptasi budaya tradisional ke media digitalevolusi tampilan permainan modernperpaduan tradisi dan desain digitalpergeseran pola hiburan masyarakatakses hiburan digital masyarakatmahjong dalam budaya populer digitalperkembangan format hiburan digitalsejarah panjang permainan mahjongperkembangan konten digital kreatifanalisis interaksi dalam game digitaldampak digitalisasi pada hiburanevolusi game sebagai ruang sosialevolusi desain visual digitaladaptasi permainan klasik ke format digitaljejak visual klasik dalam desain modernperkembangan visual Mahjong Ways 2ragam platform permainan digitalcara kerja putaran acakkecepatan spin dan kemunculan scatterpilihan hiburan digital masa kiniliterasi hiburan digitalhiburan digital dan risiko kecanduandampak teknologi pada kebiasaan bermainedukasi kebiasaan bermain sehatmembangun batasan bermainpendidikan literasi digitalmenyikapi tren game digitalmengenali batas hiburan digitalperlindungan pengguna game digitalkesadaran risiko judi onlineedukasi bahaya judi onlinekesadaran kolektif hiburan digitalinteraksi sehat dengan game digitalpembinaan positif generasi digitaledukasi sebagai perlindungan penggunapencegahan judi online lewat edukasirisiko judi onlinepentingnya batas anggaranmemahami RTP dengan benarmemahami fitur pengganda
Exit mobile version