Filsafat Santo Bonaventura: Integrasi Iman dan Akal

Ilmu Filsafat merupakan jalan menuju ilmu-ilmu lainnya: tetapi siapa yang berharap untuk berhenti di sana, akan jatuh ke dalam kegelapan.

0
1238
Gambar Lukisan Santo Bonaventura- Filsuf, Teologan dan Pujangga Gereja

Pena Katolik- Mengutib Buku Pengantar Filsafat Santo Bonaventura yang ditulis oleh Frederick Copleston dituliskan bahwa “Ilmu Filsafat merupakan jalan menuju ilmu-ilmu lainnya: tetapi siapa yang berharap untuk berhenti di sana, akan jatuh ke dalam kegelapan.”

Mungkin agak asing didengar ada jenis filsafat gaya Santo Bonaventura. Ada yang mengatakan Santo Bonaventura adalah seorang teologan (mereka yang mendalami ilmu tentang Allah dan kitab suci) tetapi tidak sedikit juga yang mengatakan Santo Bonaventura adalah seorang filsuf yang banyak dipengaruhi oleh pengajaran dari Santo Agustinus sang Punjangga Gereja.

Santo Bonaventura yang bernama asli Giovanni Fidanza adalah seorang uskup, kardinal dan doktor gereja. Ia juga sering disebut sebagai doktor malaikat (Seraphic Doctor) lantaran selama hidupnya ia menunjukkan kehangata dan kasih sayang kepada sesama seperti Api Ilahi.

Ia bukan hanya seorang pembelajar, melainkan juga mendorong perkembangan studi Ordo-nya yang adalah sebagai pengikut Fransiskan. Dalam perjalanannya memimpin gereja, ia dihadapkan pada tugas sulit, yaitu memulihkan perdamaian di antara para pengikutnya.

Dalam hidupnya yang bersahaja, Santo Bonaventura menyumbangkan banyak pemikiran besar terabadikan dalam karya tulisnya, seperti Commentaries on the Four Books of Sentences of Peter Lombard, Itinetarium mentis in Deum, De reduction artium ad theologiam, dan Breviloquium.

Teologinya sepenuhnya berupaya untuk mengintegrasikan iman dan akal. Dalam beberapa pernyataanya tersirat bahwa ia tidak menyukai dan tidak percaya kepada filsafat metafisika Aristoteles, bahkan telah menolak eksemplarisme Plato.

By. Samuel/Pena Katolik

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here